Persentase Kemiskinan Sawahlunto Jadi 2,17 Persen


Rabu, 08 Januari 2020 - 22:27:17 WIB
Persentase Kemiskinan Sawahlunto Jadi 2,17 Persen Kepala BPS Sawahlunto dan Wako Sawahlunto

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Persentase angka kemiskinan di Kota Sawahlunto turun. Jika di tahun 2018 mencapai 2,39 persen, kini turun menjadi 2,17 persen.

Angka persentase itu sekaligus mengantarkan kota berpenduduk 65 ribu jiwa lebih itu sebagai daerah dengan persentase terendah, di Sumatera Barat.
Hal itu terungkap dalam pertemuan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sawahlunto dengan Walikota Sawahlunto beserta jajaran, Selasa (7/1).

Dari laporan yang dirilis BPS Sawahlunto, angka kemiskinan sebesar 2,39 persen di tahun 2018 kini turun menjadi 2,17 persen pada tahun 2019.
Secara rill, penurunan penduduk miskin di Kota Sawahlunto, dari 1.480 jiwa di tahun 2018, turun menjadi 1.350 jiwa di tahun 2019.

Kepala BPS Sawahlunto, Hendro Seprita Deza menyebutkan angka persentase itu berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pihaknya, dengan memperoleh angka kemiskinan 2,17 persen itu.

“Ada penurunan yang berhasil dicapai dari tahun sebelumnya," kata Hendro kepada Walikota Deri Asta.
Ditambahkan Hendro, untuk garis kemiskinan di Kota Sawahlunto sekarang ini berada pada level Rp 374.615 ribu per kapita tiap bulannya. Garis kemiskinan ini meningkat dari tahun 2018 yang berada pada level Rp 354.665 ribu per kapita tiap bulan.

Menanggapi keberhasilan turunnya angka kemiskinan di Kota Sawahlunto, Walikota Deri Asta mengatakan bersyukur bahwa itu menunjukkan berbagai program pengentasan kemiskinan yang dijalankan Pemko Sawahlunto membuahkan hasil yang nyata berkurangnya penduduk miskin di ‘Kota Arang’ tersebut. Sekaligus, Walikota Deri Asta mengingatkan bahwa tugas dan kinerja Pemko dalam mengurangi angka kemiskinan masih ada dan harus ditingkatkan lebih baik lagi.

“Penurunan angka kemiskinan ini merukan salah satu fokus kami sehingga masuk dalam prioritas yang sudah diterjemahkan dalam RPJMD. Dalam target RPJMD kita itu 2,27 persen, Alhamdulillah ternyata setelah disurvei BPS, penurunan angka kemiskinannya ternyata melebihi target kita karena sudah mencapai 2,17 persen,. Bonusnya ternyata dengan pencapaian itu, kita juga menjadi Kota dengan angka kemiskinan paling rendah di Sumatera Barat,” ujar Walikota Deri Asta.
Pencapaian ini, kata Deri tidak boleh membuat jajarannya di Pemko berpuas diri, malah harus lebih terpacu lagi untuk menuntaskan misi penanggulangan kemiskinan.

“Berbagai program pengentasan kemiskinan terus kita lanjutkan, kemudian di 2020 ini kita menekankan kepada jajaran Kepala Desa agar mengalokasikan Anggaran Dana Desa (ADD) untuk penanggulangan kemiskinan ini. Tiap desa mengalokasikan minimal untuk 10 KK miskin, dialokasikan bantuan program pemberdayaan ekonomi. Nanti jenis bantuan produktifnya boleh disesuaikan dengan kemampuan penerima bantuan, misalnya bantuan ternak, atau bisa juga pengembangan usaha,” kata Deri.

Program tersebut, nantinya bakal dikontrol langsung oleh Tim Penanggulangan Kemiskinan Kota yang berisi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sawahlunto. Terkhusus pada OPD – OPD ini, Walikota Deri Asta juga meminta agar pelaksanaan kegiatan/program dapat memberikan perhatian khusus bagi keluarga miskin.
Pemko Sawahlunto sekarang ini memang telah menjalankan berbagai program untuk mengurangi angka kemiskinan ini. Program ini menyentuh dari sejumlah bidang, tidak hanya ekonomi namun juga pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Sawahlunto, Mukhsis bahwa program Pemko dalam menyentuh keluarga miskin ini antara lain ; pemberian bantuan ekonomi produktif, menggratiskan biaya pengobatan melalui BPJS, beasiswa, bantuan seragam sekolah dan bantuan rehab rumah tidak layak huni.

“Dari segi ekonomi produktif pertanian, ada bantuan ternak ayam, kambing dan itik. Untuk bibit tanaman juga ada sukun, manggis dan pinang. Sementara, bidang industri juga ada bantuan alat tenun, alat pemecah kemiri dan lainnya. Untuk keluarga miskin yang butuh mengembangkan usaha juga difasilitasi dengan bantuan Wirausaha Pemula, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan nanti juga ada Dana Bergulir,” kata Mukhsis. (h/dil)

Reporter : fadil /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM