Tak Hanya Kapal China, Kapal Vietnam juga 'Gerayangi' Perairan Natuna


Kamis, 09 Januari 2020 - 15:18:25 WIB
Tak Hanya Kapal China, Kapal Vietnam juga 'Gerayangi' Perairan Natuna Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Di tengah konflik antara Indonesia dengan China di perairan Natuna Utara sejak akhir tahun lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) justru menangkap tiga kapal ikan asing berbendera Vietnam di kawasan perairan tersebut. Penangkapan itu dilakukan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) pada Senin, 30 Desember 2019.

Penangkapan terhadap kapal nelayan berbendera Vietnam itu dilakukan Kapal Pengawas milik KKP yang terdiri dari KP Orca 3, KP Hiu Macan 01, dan KP Hiu 011.

Dalam penangkapan ini, Dirjen PSDKP KKP juga melakukan koordinasi dengan pihak TNI Angkatan Laut yang dalam penangkapan itu telah mengerahkan kapal KRI Tjiptadi-381 dan KRI Teuku Umar-385 serta Bakamla yang mengirimkan KN Tanjung Datu ke Laut Natuna Utara.


Adapun Kapal Vietnam yang ditangkap dalam operasi tersebut yakni KG 95118 TS. Kapal ini berukuran 125 GT dengan jumlah awak kapal sebanyak lima orang. Status para awak kapal ini seluruhnya berwarga negara Vietnam.

Kapal kedua yakni, KG 94629 TS. Kapal ini berukuran 98 GT dengan jumlah awak kapal 18 0rang berwarga negara Vietnam. Kapal ketiga yakni KG 93255 TS. Kapl ini berukuran 98 GT dengan jumlah awak kapal 13 orang berwarga negara Vietnam.

Dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyebut saat penangkapan terjadi tiga kapal berbendera Vietnam ini sempat melakukan perlawanan. Kapal pengawas perikanan yang melakukan penangkapan dalam operasi tersebut, yakni Kapal Orca 04 mengalami kerusakan yang cukup parah akibat perlawanan tersebut.

"Kita baru saja melihat keberanian adik-adik kita di tengah laut lakukan penangkapan illegal fishing di hadapan kita ada tiga kapten kapal yang pimpin penangkapan," kata Edhy seperti dikutip dari rilis.

Edhy juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada aparat dari Ditjen PSDKP yang telah dengan sabar, sigap, dan tegas dalam menghadapi provokasi dan perlawanan dari kapal-kapal ikan asing berbendera Vietnam tersebut. Ia mengatakan, keberhasilan ini tak lepas dari dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak.

"Yang paling jelas kami di lapangan bahu membahu dengan TNI AL, TNI AD, TNI AU, Pol Air, Bakamla yang memberikan info sejak tanggal 27 Desember. Memang para pencuri luar biasa. Tapi alhamdulillah anggota kita selamat," kata Edhy.

Lebih lanjut, Edhy juga mengklaim bahwa dirinya tetap melakukan pemberantasan kapal-kapal asing yang mengambil sumber daya perikanan di wilayah perairan Indonesia.

"Ini semoga jadi bukti bahwa pemerintah selalu ada upaya mencegah pencurian apapun. Kami selalu hadir. KKP selalu dibackup Pol Air, TNI AL, Bakamla. Sumber daya alam kita terlalu besar sehingga harus kita pertahankan," kata pria yang juga dikenal sebagai politikus Gerindra tersebut.

Edhy juga memaparkan selama kurang lebih tiga bulan memimpin kementerian tersebut, KKP telah berhasil menangkap tujuh kapal asing ilegal. Kapal-kapal itu yakni terdiri dari satu kapal berbendera Malaysia, tiga kapal berbendera Filipina, dan tiga kapal berbendera Vietnam.

Jumlah ini kata dia mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama yaitu antara Oktober-Desember yang hanya menangkap tiga kapal ikan asing ilegal.

"Sampai saat ini KKP di era saya sudah tanggap tujuh kapal dengan tiga kejadian. Pertama di Bitung, lalu Selat Malaka, dan ketiga hari ini. Ini semua terjadi karena kerja sama di lapangan dengan masyarakat yang spontan memberikan masukan. Lewat mana saja tidak masalah, di medsos dulu lalu diberitakan juga tidak apa-apa," kata Edhy.(*)
 

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 07 April 2020 - 12:27:39 WIB

    Luhut Sebut Corona Tak Suka Cuaca Panas Indonesia, WHO Sebut Gak Ngaruh!

    Luhut Sebut Corona Tak Suka Cuaca Panas Indonesia, WHO Sebut Gak Ngaruh! JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan berjemur sinar matahari dengan termperatur lebih dari 25 derajat Celcius tidak bisa mencegah infeksi virus corona baru atau COVID-19. Berdasarkan informa.
  • Selasa, 07 April 2020 - 10:19:50 WIB

    Ngeri! 1.435 Tentara AS Dinyatakan Positif Corona

    Ngeri! 1.435 Tentara AS Dinyatakan Positif Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Serangan Virus Corona memang tak pandang bulu. Buktinya, negara maju sekelas Amerika Serikat (AS) justru jadi yang terbanyak memiliki kasus Covid-19. Tak terkecuali para personel militer Negeri Pa.
  • Selasa, 07 April 2020 - 08:40:17 WIB

    Karena Hal Ini, THR dan Gaji Ke-13 PNS Terancam Tak Cair

    Karena Hal Ini, THR dan Gaji Ke-13 PNS Terancam Tak Cair JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) terancam tak cair. Pemerintah lebih memprioritaskan anggaran belanja negara untuk menanggulangi pandemi virus corona (COVID-19)..
  • Selasa, 07 April 2020 - 06:28:00 WIB

    Soal Data Corona Tak Sinkron, Ini Penjelasan Jubir Penanganan Covid-19

    Soal Data Corona Tak Sinkron, Ini Penjelasan Jubir Penanganan Covid-19 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo mengungkapkan ketidaksinkronan data terkait virus Corona di Indonesia. Pemerintah menyatakan sumber data yang digunakan pemerintah dan BNPB berbeda..
  • Senin, 06 April 2020 - 23:48:42 WIB

    Tak Hanya Tarawih, Menag Minta Juga Tilawah Digelar di Rumah

    Tak Hanya Tarawih, Menag Minta Juga Tilawah Digelar di Rumah JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pandemi wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini melanda dunia, termasuk Indonesia, diperkirakan menyebabkan umat muslim akan menjalani ibadah puasa Ramadan dalam suasana yang berb.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM