Kasus Kekerasan Anak Makin Brutal, Presiden Minta Pedofilia Diberi Efek Jera


Kamis, 09 Januari 2020 - 21:42:24 WIB
Kasus Kekerasan Anak Makin Brutal, Presiden Minta Pedofilia Diberi Efek Jera Presiden Joko Widodo

Kasus Kekerasan Anak Makin Brutal, Presiden Minta Pedofilia Diberi Efek Jera

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Presiden Joko Widodo mencatat adanya tren peningkatan kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan. Data yang diperoleh dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak misalnya, mencatat kenaikan yang signifikan pada tahun 2016 lalu bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Kasus kekerasan pada anak yang dilaporkan pada tahun 2015 tercatat 1.975 dan meningkat menjadi 6.820 di 2016," kata Presiden, dikutip dari laman resmi Kemensetneg, Kamis (9/1/2020).

Beranjak dari salah satu data tersebut, Kepala Negara meyakini bahwa kasus kekerasan terhadap anak ibarat fenomena gunung es di mana selama ini kasus-kasus tersebut tidak dilaporkan atau bahkan tidak sampai kepada pihak berwenang. Oleh karenanya, di hadapan jajaran terkait, Presiden meminta hal tersebut untuk dijadikan perhatian bersama.

Terkait hal tersebut, Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan instruksi mengenai penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Yang pertama, ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukan pemerintah hendaknya memprioritaskan pada aksi pencegahan kekerasan.

"Prioritaskan pada aksi pencegahan kekerasan pada anak yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat," kata Presiden.

Pencegahan tersebut tentunya harus dikemas dengan berbagai model kampanye dan edukasi yang tidak hanya menarik, namun juga menggugah kepedulian sosial agar masyarakat turut bergerak melakukan pencegahan.

"Dari beberapa jenis kekerasan yang dilaporkan, ternyata kekerasan seksual menempati posisi teratas diikuti kekerasan psikis maupun kekerasan fisik," kata Presiden.

Selanjutnya, Kepala Negara menginstruksikan untuk melakukan optimalisasi terhadap sistem pelaporan dan pengaduan apabila terjadi kasus kekerasan terhadap anak. Sistem tersebut dimintanya untuk lebih mudah diakses dan diketahui kalangan banyak sehingga masyarakat dapat segera melaporkan kasus yang ada sesegera mungkin di mana pemerintah dapat bergerak cepat untuk menindaklanjutinya.

"Korban, keluarga, atau masyarakat harus tahu ke mana harus melapor. Nomor layanannya berapa yang jelas dan mudah diketahui. Tentu saja dengan akses pelaporan yang mudah serta yang paling penting adalah mendapatkan respons yang secepat-cepatnya," kata Presiden.

Tak hanya itu, Presiden menyerukan dilakukannya reformasi besar-besaran pada manajemen penanganan kasus kekerasan yang ada. Ia memberikan gambaran bahwa manajemen penanganan tersebut hendaknya terintegrasi satu sama lain dalam lingkup satu atap bahkan termasuk pelayanan rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi korban kekerasan.

"Bila perlu one stop services mulai dari layanan pengaduan, pendampingan, dan mendapatkan layanan kesehatan," kata Presiden.

Proses penegakan hukum juga disinggung oleh Presiden dalam kesempatan tersebut. Kepala Negara menginginkan agar penegakan hukum yang dilakukan benar-benar memberikan efek jera bagi para pelakunya.

"Proses penegakan hukum yang memberikan efek jera terutama terkait dengan kasus pedofilia dan kekerasan seksual pada anak dan juga layanan pendampingan hukum sangat penting sekali diberikan," kata Presiden. (h/*)

 Sumber : Kemensetneg /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 28 Maret 2020 - 16:32:54 WIB

    Update Corona 28 Maret: 1.155 Kasus, 102 Meninggal, 59 Sembuh

    Update Corona 28 Maret: 1.155 Kasus, 102 Meninggal, 59 Sembuh JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona kembali mengalami peningkatan per Sabtu (28/3). Jumlah kasus positif corona di Indonesia hari ini mencapai 1.155 orang kasus. Sementara itu korban meni.
  • Sabtu, 28 Maret 2020 - 15:29:41 WIB

    5 Provinsi di Indonesia Bebas Kasus Virus Corona

    5 Provinsi di Indonesia Bebas Kasus Virus Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) melaporkan data terbaru jumlah pasien positif corona hingga 27 Maret 2020..
  • Sabtu, 28 Maret 2020 - 10:57:01 WIB

    Mabes Polri Sudah Ungkap 51 Kasus Hoaks Sepanjang Pandemi Corona

    Mabes Polri Sudah Ungkap 51 Kasus Hoaks Sepanjang Pandemi Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Direktorat Siber Bareskrim Polri telah mengungkap sebanyak 51 kasus informasi bohong alias hoaks terkait kasus pandemi virus corona atau covid-19 di Indonesia. Sejumlah pelaku juga sudah ditangkap.
  • Jumat, 27 Maret 2020 - 11:43:13 WIB

    Peneliti Inggris: Ratusan Ribu Kasus Corona RI Tak Terdeteksi

    Peneliti Inggris: Ratusan Ribu Kasus Corona RI Tak Terdeteksi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Peneliti Inggris menyatakan jumlah kasus Covid-19 yang tidak terdeteksi di Indonesia sebenarnya bisa mencapai puluhan ribu hingga ratusan ribu kasus. Namun, kasus-kasus infeksi virus corona SARS-CO.
  • Rabu, 25 Maret 2020 - 19:09:25 WIB

    Ini Sebaran 105 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia

    Ini Sebaran 105 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Hingga Rabu (25/3/2020), tercatat 105 kasus positif virus corona COVID-19. Dari angka tersebut, tercatat 31 sembuh dan 58 meninggal dunia..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM