Wah..! KPK 'Ditantang' Lakukan OTT Sehebat-hebatnya


Jumat, 10 Januari 2020 - 08:37:29 WIB
Wah..! KPK 'Ditantang' Lakukan OTT Sehebat-hebatnya Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan mempersilakan KPK melakukan proses penegakan hukum terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan beberapa orang lainnya. PDIP menghormati proses hukum yang berjalan meski diduga ada kadernya yang turut diciduk.

"Intinya kami hormati proses penegakan hukum yang sedang dijalankan dan berlangsung. Silakan saja, lakukan dengan sehormat-hormatnya dan sehebat-hebatnya, sekalipun itu OTT," kata Arteria lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (9/1).

Meski menghormati langkah KPK, Arteria Dahlan berharap OTT yang baru saja dilakukan sebagai sebuah terapi kejut. Dia yakin KPK bersama pimpinan dan undang-undang yang baru bisa menghadirkan terobosan baru ketimbang melakukan OTT.

Termasuk juga soal peningkatan kualitas penyelidikan, penyidikan, serta teknik pencegahan korupsi yang efektif.

"Mudah-mudahan ini hanya sekadar terapi kejut, karena sejatinya dengan komposisi pimpinan yang baru ini yang menurut saya jauh lebih baik, saya berharap KPK dapat menghadirkan tetapi terobosan-terobosan baru dalam rangka pemberantasan korupsi, termasuk juga dengan peningkatan kualitas lidik, sidik dan teknik pencegahan yang efektif," ucapnya.

Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief sempat menyebut ada beberapa kader PDIP yang diduga turut diciduk lewat OTT KPK. Mengenai hal itu, Arteria tidak bisa menanggapi lebih jauh.

Arteria mengaku tidak tahu apakah ada kader PDIP yang ikut ditangkap dalam OTT Wahyu. Ia mengaku sedang sibuk dengan persiapan Rakernas I PDIP yang akan berlangsung pada 10 hingga 13 Januari.

"Belum tahu, kan baru katanya. Saya pribadi sudah dua minggu ini disibukkan dengan acara persiapan Rakernas," tutur Arteria.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap komisioner KPU Wahyu Setiawan lewat operasi tangkap tangan di Jakarta, Rabu (8/1). Selain itu, KPK juga turut menangkap 4 orang lainnya.

KPK hingga saat ini belum menggelar konferensi pers untuk menjelaskan kronologi penangkapan dan dugaan kasus yang melibatkan Wahyu.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 23 Februari 2020 - 13:55:44 WIB

    Wah..! Soeharto Jadi Presiden Paling Disukai Rakyat

    Wah..! Soeharto Jadi Presiden Paling Disukai Rakyat JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Lembaga survei Indo Barometer menggelar diskusi 'Mencari Pemimpin Road to Capres dan Parpol 2024'. Sebelum menjelaskan mengenai Capres 2024, Indo Barometer terlebih dahulu menyampaikan kepuasan mas.
  • Selasa, 18 Februari 2020 - 13:58:26 WIB

    Wah..! PNS Dapat Rp1 Miliar Saat Pensiun?

    Wah..! PNS Dapat Rp1 Miliar Saat Pensiun? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo mengklarifikasi pernyataannya soal usulan dana pensiun bagi pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur si.
  • Sabtu, 15 Februari 2020 - 03:02:39 WIB

    Wah..! WHO Bela China dari Kritik AS soal Corona

    Wah..! WHO Bela China dari Kritik AS soal Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membela China yang mendapat respons kekecewaan Amerika Serikat dalam menangani wabah virus corona..
  • Rabu, 12 Februari 2020 - 15:17:51 WIB

    Wah..! Buruh Perusahaan Besar Bakal Dapat Bonus Lima Kali Gaji

    Wah..! Buruh Perusahaan Besar Bakal Dapat Bonus Lima Kali Gaji JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan pemanis (sweetener) sebesar lima kali gaji hanya akan diberikan pada buruh yang bekerja pada perusahaan besar. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauzia.
  • Jumat, 07 Februari 2020 - 10:26:49 WIB

    Wah..! Masjid Istiqlal-Gereja Katedral akan Tersambung Terowongan

    Wah..! Masjid Istiqlal-Gereja Katedral akan Tersambung Terowongan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat usulan pembuatan terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral. Jokowi menyetujui usulan tersebut..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM