Pangeran Harry dan istrinya Mundur dari Kerajaan Inggris, Inilah Penyebabnya


Jumat, 10 Januari 2020 - 12:40:27 WIB
Pangeran Harry dan istrinya Mundur dari Kerajaan Inggris, Inilah Penyebabnya Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle. (foto instagram)

LONDON,HARIANHALUAN.COM--Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, mengundurkan diri sebagai keluarga Kerajaan Inggris. Keduanya   mengaku keputusan tersebut diambil setelah berbulan-bulan mempertimbangkan dan berdiskusi secara internal.


."Kami berniat mengundurkan diri sebagai anggota 'senior' Keluarga Kerajaan dan bekerja untuk menjadi mandiri secara keuangan, seraya terus mendukung penuh Yang Mulia Ratu," seperti dilaporkan BBC, Jumat (10/1/2020).

Selain mengundurkan diri sebagai anggota senior keluarga kerajaan, Pangeran Harry dan Meghan juga mengumumkan mereka tidak lagi menerima pendanaan dari Sovereign Grant.

Sovereign Grant merupakan uang publik yang dialokasikan untuk mendanai tugas-tugas resmi anggota keluarga kerajaan. Jumlahnya pada 2018-2019 saja mencapai 82 juta poundsterling atau setara dengan Rp1,4 triliun.

Pangeran Harry dan Meghan mengaku Sovereign Grant mendanai 5 persen dari tugas resmi mereka pada 2019, sedangkan sisanya didanai Pangeran Charles melalui penghasilan dari Duchy of Cornwall.

Pemakaian uang rakyat Inggris untuk tugas kerajaan, misalnya, terwujud dalam pengamanan.

Pasangan itu digolongkan sebagai "orang yang dilindungi secara internasional", yang berarti mereka harus mendapat pengamanan bersenjata dari Kepolisian Metropolitan.

Lebih lanjut, Pangeran Harry dan Meghan selama ini menempati rumah di Windsor yang baru direnovasi dengan uang rakyat sebanyak 2,4 juta poundsterling atau Rp43,7 miliar.

Reaksi masyarakat setelah Pangeran Harry dan Meghan mengumumkan keputusan mereka amat beragam. Banyak pertanyaan diajukan mengenai tugas mereka di Kerajaan Inggris dalam masa mendatang.

Bryony Gordon, wartawan Daily Telegraph yang mengenal dan sudah mewawancarai pasangan tersebut, menilai keputusan mereka dapat dikaitkan dengan kondisi kesehatan jiwa setelah menjadi "karung samsak" bagi bangsa yang misoginis dan rasialis.

Kemudian, Graham Smith selaku juru bicara gerakan Republik yang menyuarakan kepala negara dipilih oleh rakyat, mengatakan keputusan Pangeran Harry dan Meghan mencuatkan beragam pertanyaan tentang masa depan monarki.

Beragam pertanyaan, menurut Smith, juga bisa muncul dari para pembayar pajak mengenai pendanaan pengamanan dan kehidupan mereka di luar negeri.

"Mereka mengatakan akan keluar dari tugas-tugas kerajaan, tapi tidak berhenti mengambil dana publik sampai mereka menemukan sumber penghasilan lain."

Sementara itu, Menteri Kehakiman Inggris, Robert Buckland, mengatakan, "Kita harus tetap merayakan dan mendukung kontribusi keluarga kerajaan kepada Inggris lantaran punya peran penting dalam layanan publik."

Pada Oktober lalu, Pangeran Harry dan Meghan mengungkapkan keluhan mereka selama mendapat sorotan media.

Pangeran Harry bahkan mengatakan tidak ingin apa yang menimpa ibunya terjadi pada keluarganya. Putri Diana, Princess of Wales, meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris pada 1997 setelah sempat dikejar kerumunan paparazzi.

"Saya akan selalu melindungi keluarga saya, dan saya sekarang memiliki keluarga yang (harus) dilindungi. Jadi semua yang dia (Diana) alami, dan apa yang terjadi padanya, membuat apa yang terjadi setiap hari menjadi sangatlah penting, dan ini bukan berarti saya paranoid, ini karena saya tidak ingin mengulang apa yang terjadi di masa lalu."

Pangeran Harry lantas melayangkan tuntutan hukum terhadap pemilik tabloid the Sun, the News of the World yang kini sudah tutup, dan the Daily Mirror terkait dugaan peretasan telepon. (*)

 Sumber : iNews.id /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM