Masih Panas, Ini Peringatan Terbaru Iran ke AS & Trump


Jumat, 10 Januari 2020 - 19:37:43 WIB
Masih Panas, Ini Peringatan Terbaru Iran ke AS & Trump Danish Siddiqui

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tensi militer Amerika Serikat (AS) dan Iran mungkin saja mereda untuk sementara. Namun, komentar keras masih tetap dilayangkan Iran kepada AS, negara yang dipimpin Donald Trump itu.

Bahkan dalam pembicaraan telepon dengan Wakil Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan AS akan menerima respons yang berbahaya dan besar.
"Saya harap AS tidak membuat kesalahan lagi," kata Rouhani seperti dilansir dari CNN International, mengutip Kementerian Luar Negeri Iran, Jumat (9/1/2020).

Rouhani juga mengatakan pembunuhan atas Jenderal Qasem Soleimani adalah kejahatan yang tidak bisa dimaafkan. "Untuk kebaikan Iran dan membawa lagi kedamaian di Timur Tengah, sangat penting untuk menghentikan orang asing (AS) mengintervensi politik kita," katanya lagi.

Qatar berkomentar menolak adanya aksi lagi yang ditujukan ke Iran. "Kami menentang tensi lain ke Iran," kutip media itu lagi.

Sementara itu, ketegangan antara AS dan Iran sedikit mereda saat Presiden AS Donald Trump berujar tidak akan melakukan aksi militer apapun untuk membalas serangan Iran. Mantan pengusaha itu menegaskan hanya akan menambah sanksi ekonomi ke Iran.
Pada 8 Januari lalu, Iran meluncurkan serangan roket ke dua basis militer AS di Irak, Irbis dan Ayn Al-Asad. Rudar ditembakkan sebagai usaha balas dendam atas kematian Soleimani.

Iran mengklaim 80 tentara AS tewas dan peralatan militer AS rusak berat. Namun hal ini juga dibantah Trump dengan mengatakan tak ada korban jiwa.

Sebelumnya Soleimani tewas dalam sebuah serangan rudal oleh AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak. Soleimani dianggap berbahaya oleh AS. (h/cnbc)
 

 Sumber : CNBC /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 05 April 2020 - 08:19:37 WIB

    Ini Dia 19 Negara yang Diklaim Masih Bebas dari Virus Corona

    Ini Dia 19 Negara yang Diklaim Masih Bebas dari Virus Corona INTERNASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Pandemi virus corona kini sudah menyebar di seluruh dunia. Saat ini semua mata tertuju pada negara-negara yang paling parah terkena dampaknya, seperti Italia, Spanyol, Iran, Inggris dan Amer.
  • Kamis, 02 April 2020 - 22:32:47 WIB

    16 Negara yang Masih Bebas Corona

    16 Negara yang Masih Bebas Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Di hadapan virus corona, tak ada negara yang kebal. Namun, kabarnya di 16 negara ini belum ada laporan kasus virus Corona..
  • Rabu, 01 April 2020 - 08:26:45 WIB

    Prediksi WHO: Pandemi Corona di Asia masih Belum Berakhir

    Prediksi WHO: Pandemi Corona di Asia masih Belum Berakhir INTERNASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Pandemi virus corona baru atau Covid-19 masih mengkhawatirkan banyak negara. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bahkan memprediksi tidak akan cepat selesai. Menurut prediksi WHO, pandemi vi.
  • Senin, 23 Maret 2020 - 23:35:04 WIB

    Ini Hal yang Masih Bisa Dilakukan Saat Australia Shutdown

    Ini Hal yang Masih Bisa Dilakukan Saat Australia Shutdown CANBERRA, HARIANHALUAN.COM - Australia telah mengambil tindakan yang lebih ketat dengan menutup sejumlah tempat, termasuk pub, klub, tempat olahraga dan keagamaan mulai Senin (23/03), sebagai upaya pencegahan virus corona..
  • Sabtu, 21 Maret 2020 - 01:20:55 WIB

    7 WNA Jamaah Ijtima Dunia Kembali ke Asalnya, 429 Masih Tunggu Jadwal

    7 WNA Jamaah Ijtima Dunia Kembali ke Asalnya, 429 Masih Tunggu Jadwal JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono menyebut setidaknya tujuh orang warga negara asing (WNA) jamaah Ijtima Dunia Zona Asia di Gowa, Sulawesi Sel.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM