Lumba-lumba Terdampar dan Mati di Pantai Padang, Ini Penyebabnya


Ahad, 12 Januari 2020 - 20:26:25 WIB
Lumba-lumba Terdampar dan Mati di Pantai Padang, Ini Penyebabnya Tim dari BPSPL Padang saat melakukan pengecekan di lokasi terdamparnya lumba-lumba

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Seekor lumba-lumba ditemukan terdampar dan mati di Pantai Muaro Lasak, Padang, Sabtu (11/1). Namun, sebelum sempat diotopsi, tubuh lumba-lumba itu sudah dikubur oleh masyarakat di sekitar pantai pada Minggu (12/1) karena sudah mengeluarkan bau menyengat.

Sejumlah warga sempat melihat kondisi hewan mamalia tersebut ketika terdampar Sabtu pagi. Di tubuhnya, didapati luka di bagian sirip dan luka bekas tertusuk di bagian perut. Di sekitar tempat temuan tubuh tersebut pun terlihat sampah-sampah berserakan. 

Kepala Balai Pengelolaan Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Mudatsir mengatakan, terdamparnya lumba-lumba tersebut kemungkinan besar lebih disebabkan oleh faktor cuaca yang tak menentu. Sangat kecil kemungkinannya jika lumba-lumba itu mati karena memakan sampah.

"Cuaca yang kadang-kadang panas, kadang-kadang dingin serta hujan membuat lumba-lumba itu berlindung ke pinggiran laut. Nah, kondisi laut di Padang parahnya di bagian pinggir, karena di bagian tengahnya cukup bersih. Kita menduga, lumba-lumba ini mati karena berlindung di pinggir laut," katanya. 

Untuk kemungkinan memakan plastik, tetap ada tapi belum pada tingkat parah. "Laut kota Padang ini cukup bersih di bagian tengahnya, jadi kemungkinan memakan plastik itu sangat kecil," tuturnya. 

Ditambahkan Mudatsir, lumba-lumba yang ditemukan pada Sabtu kemarin memang belum sempat diotopsi karena tubuhnya sudah hanyut dibawa ombak. Namun, dari penelusuran tim BPSPL yang turun ke lokasi, ada dugaan tubuh lumba-lumba tersebut memakan sampah plastik. 

"Kalau yang dimakan oleh lumba-lumba ini biasanya berasal dari sampah plastik di luar perairan Kota Padang," jelasnya. 

Sedangkan, untuk habitat sendiri, lumba-lumba ini kebanyakan berada di pantai barat Sumatera dan menjadi target konservasi BPSPL. Rata-rata, lumba-lumba yang ditemukan tersebut adalah jenis lumba-lumba Pesisir seperti Spinner Dolphin, Pesut (Orcaella brevirostris) dan Lumba-lumba Tutup Botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus).

Ketiga jenis lumba-lumba ini lazim ditemukan di perairan Sumatera, mulai dari Aceh hingga Sumatera Selatan. Untuk di Sumatera Barat, sebarannya adalah di perairan Mentawai, Padang dan Pesisir Selatan. Sementara, untuk kasus temuan lumba-lumba mati ini tercatat dalam setahun itu bisa mencapai 5 sampai 6 kali. (*)

 Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 12 Januari 2020 - 21:04:59 WIB

    Ini Ternyata Penyebab Lumba-lumba Terdampar dan Mati

    Ini Ternyata Penyebab Lumba-lumba Terdampar dan Mati PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Analis Pesisir dan Pulau-pulau Kecil BPSPL Kota Padang, Monica Ryan menyebut, untuk kasus lumba-lumba terdampar dan mati banyak faktor yang menyebabkannya. Setidaknya, tercatat ada lima faktor yang.
  • Ahad, 12 Januari 2020 - 20:38:47 WIB

    Ada Temuan 13 Kasus Lumba-lumba Terdampar Sejak 2013 hingga 2019 

    Ada Temuan 13 Kasus Lumba-lumba Terdampar Sejak 2013 hingga 2019  PADANG, HARIANHALUAN.COM -- BPSPL Padang yang memiliki ruang lingkup kerja hingga 7 Provinsi se-Sumatera yaitu Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riau, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM