Ada Temuan 13 Kasus Lumba-lumba Terdampar Sejak 2013 hingga 2019 


Ahad, 12 Januari 2020 - 20:38:47 WIB
Ada Temuan 13 Kasus Lumba-lumba Terdampar Sejak 2013 hingga 2019  Evakuasi lumba-lumba di Pasir Jambak pada tahun 2017 lalu. (dok: BPSPL)

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- BPSPL Padang yang memiliki ruang lingkup kerja hingga 7 Provinsi se-Sumatera yaitu Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riau, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan yang mencakup 58 Kabupaten/Kota Pesisir se-Sumatera sudah menemukan 13 kasus terdamparnya lumba-lumba.

Dari data yang berhasil dirangkum oleh tim BPSPL Padang, lumba-lumba terdampar pertama ditemukan Mei 2013 silam di Sungai Wampu, Desa Hinai Kiri, Langkat, Aceh. Ada tiga ekor lumba-lumba jenis mulut botol yang ditemukan di sungai dalam kondisi hidup dan berhasil diarahkan kembali ke habitatnya.

Kemudian, 3 Januari  2016, juga ada dua ekor lumba-lumba tutup botol yang diketahui terdampar di Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Pada 27 Februari  2016, juga ada satu ekor lumba-lumba tutup botol di Desa Jambo Masjid, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe dan dilepaskan hidup.
 
Lalu, 1 Maret 2016, juga ditemukan seekor lumba-lumba tutup botol di pantai Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Pada 14 Juli 2016, seekor lumba-lumba tutup botol dengan kondisi mati di Pantai Walo Desa Afulu. Di 21 Desember 2016, juga ditemukan lagi seekor lumba-lumba di Pantai Tanaya'o, Nias Utara dan dilepaskan.

Pada 26 Desember 2016 juga ditemukan seekor lumba-lumba tutup botol mati di kawasan Tanjung Teritip, Tanjunguma, Batam dan dikuburkan. Pada 12 Februari 2017, lumba-lumba jenis Spinner ditemukan di Pidie, Aceh dan berhasil direlease. Pada 14 Februari 2017 ditemukan lumba-lumba jenis Spinner di Pasir Jambak, Kota Padang dalam kondisi mati.

Lumba-lumba jenis Tursiops truncatus juga ditemukan di kawasan Mandeh, Pesisir Selatan pada 15 Mei 2017, lalu seekor Risso's Dolphin pada 2 Agustus 2017 di Pantai Ganting, Simeulue, Kabupaten Kepulauan Mentawai dan 15 Juli 2018 ditemukan seekor Spinner di kawasan Ujung Sikandang, Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil. Terakhir, 11 Januari 2019 di Pantai Muaro Lasak, Padang dan belum ditemukan tubuhnya. (*)

 Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM