Khawatir Terseret Banjir, Warga Ikat Rumah ke Pohon


Senin, 13 Januari 2020 - 12:45:35 WIB
Khawatir Terseret Banjir, Warga Ikat Rumah ke Pohon Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Demi mengantisipasi agar tak terseret banjir yang airnya semakin meninggi, Warga Desa Bondra, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat mengikat rumahnya di pohon.

Berdasarkan pantauan, permukiman warga di desa tersebut terendam banjir hingga setinggi 50-60 cm atau sekitar tinggi lutut orang dewasa.

"Warga mengikat rumahnya di pohon agar tidak terseret air banjir ketika Sungai Mapilli tidak semakin meluap dan arusnya semakin kencang," kata Alif, salah seorang warga setempat seperti dilansir Antara kemarin.

Dia mengatakan akses jalan di desanya sudah tidak tampak karena terendam banjir, luapan air sungai tersebut.

Seorang warga setempat lainnya, Yusrang, mengatakan, selain Desa Bondra, Desa Segerang di sekitar Sungai Mapilli juga terendam air.

Sejumlah warga setempat lainnya, juga tampak panik karena banjir dari hulu sungai itu terus terjadi. Selama dua hari terakhir, hujan turun di wilayah Polewali Mandar itu.

Dia mengatakan masyarakat juga telah memantau kondisi Bendungan Sekka Sekka yang berada di hulu Sungai Mapilli, karena air di bendungan itu terus naik.

"Beberapa masyarakat yang telah merasa risau dengan adanya cuaca ekstrem sejak kemarin (11/1) hingga sore tadi memantau Bendungan Sekka Sekka yang dalam status siaga dua," katanya.

Ia mengatakan ketinggian air di Bendungan Sekka Sekka 180-185 mercu itu masih dalam kondisi siaga dua.

"Warga tetap waspada karena jika air telah berada pada ketinggian 200 mercu maka kondisi siaga satu, semoga hujan di hulu dapat berhenti," katanya.

Selain itu, sekitar 50 kilometer dari Polewali Mandar, banjir yang terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Pemantauan di Majene, Minggu, banjir merendam sejumlah fasilitas pemerintah serta fasilitas umum, maupun sekolah dan kampus di kota Majene.

Selain itu, banjir juga menggenangi pemukiman warga setempat hingga air setinggi lutut orang dewasa.

Banjir juga sempat merendam jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Provinsi Sulsel dan Sulbar yang melintas di Kota Majene.

Hujan deras yang melanda Majene selama dua hari terakhir tersebut, membuat roboh talud dan pagar Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Majene ke ke jalan.

Selain itu, angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras juga membuat pepohonan di jalur Trans Sulawesi Kabupaten Majene tumbang ke jalan.

Bupati Majene Fahmi Massiara menyampaikan fenomena angin Monsun Australia yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi penyebab bencana itu terjadi di Majene.

Salah seorang warga Majene, Syam, mengatakan bukan hanya masyarakat di wilayah perkotaan yang diterjang banjir disertai angin kencang.

Namun, lanjutnya, sejumlah rumah warga yang ada di pesisir pantai di wilayah Kabupaten Majene juga terkena dampak gelombang pasang sehingga membutuhkan bantuan pemerintah.

"Sudah 10 unit rumah masyarakat nelayan di wilayah Dusun Sumakuyu, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana yang dirusak gelombang pasang," katanya.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 29 Maret 2020 - 23:00:52 WIB

    Seorang Menteri Bunuh Diri Gara-gara Khawatir Dampak Virus Corona

    Seorang Menteri Bunuh Diri Gara-gara Khawatir Dampak Virus Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Negara bagian Hesse, Jerman, Thomas Schaefer melakukan bunuh diri karena kekhawatiran yang tinggi atas dampak penyebaran wabah corona terhadap perekonomian negara tersebut..
  • Jumat, 14 Februari 2020 - 19:37:53 WIB

    Hujan Deras, Warga Padang Khawatir Banjir Semakin Tinggi

    Hujan Deras, Warga Padang Khawatir Banjir Semakin Tinggi PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Padang, Provinsi Sumbar sejak Jumat siang (14/2/2020) berdampak pada genagan air ataupun banjir di sejumlah titik perumahan di kota itu. Akibatnya warga khaw.
  • Senin, 10 Februari 2020 - 11:14:51 WIB

    WHO Khawatir Indonesia Tak Bisa Deteksi Virus Corona

    WHO Khawatir Indonesia Tak Bisa Deteksi Virus Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menuturkan Indonesia harus melakukan persiapan lebih matang lagi demi menghadapi risiko penyebaran virus corona. Mereka khawatir Indonesia tidak bisa mendeteksi vir.
  • Rabu, 16 Oktober 2019 - 14:06:40 WIB

    Buat Mata Perih, Kabut Asap di Kabupaten Solok Mengkhawatirkan

    Buat Mata Perih, Kabut Asap di Kabupaten Solok Mengkhawatirkan AROSUKA, HARIANHALUAN.COM - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di negeri tetangga, kembali menyelimuti kawasan Kabupaten Solok dan sekitarnya. Bahkan kondisinya kian pekat dan masuk kepada level tidak sehat. .
  • Rabu, 16 Oktober 2019 - 13:16:19 WIB

    Khawatir Dibongkar Anaknya Lagi, Warga Bergantian Jaga Makam Ibu

    Khawatir Dibongkar Anaknya Lagi, Warga Bergantian Jaga Makam Ibu PROBOLINGGO, HARIANHALUAN.COM - Makam Sumarto (70) yang sempat dibongkar anaknya, Nasir, akan dicor atau dibeton. Namun sebelum pengecoran dilakukan, warga menjaga makam di lereng bukit tersebut secara bergantian..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM