Teror Ular di Padang, Phyton dan Kobra Ditangkap dari Rumah Warga


Senin, 13 Januari 2020 - 15:43:44 WIB
Teror Ular di Padang, Phyton dan Kobra Ditangkap dari Rumah Warga Petugas Damkar Padang berhasil menangkap seekor ular phyton

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Teror ular kembali menghantui masyarakat Kota Padang. Pada Senin (13/1) saja, tim dari Pemadam Kebakaran Kota Padang menangkap dua jenis ular dari rumah warga. Evakuasi ular jenis phyton dan kobra tersebut berlangsung alot dan membuat deg-degan.

Kejadian pertama, ular kobra yang ditemukan dalam kloset kamar mandi salah satu rumah yang berada di kawasan Komplek Kuala Nyiur 2 Blok D, Kelurahan Pasir Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Rumah tersebut diketahui dihuni warga atas nama Rika. 

Peristiwa penemuan ular kobra yang memiliki panjang satu meter ini terjadi pada Senin (13/1) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, pemilik rumah hendak ke kamar mandi dan melihat ular itu melingkar di dalam kloset duduknya. Kemudian, pemilik rumah memberitahukan kepada Dinas Pemadam Kebakaran. 

Tak butuh waktu lama, petugas mendatangi lokasi penemuan ular. Evakuasi kemudian dilakukan dengan menggunakan alat sederhana. Hanya butuh beberapa menit, ular mematikan tersebut dapat dievakuasi. "Sebelum dievakuasi, pemilik rumah menutup lubang kloset dengan ember diisi batu. Ular terperangkap dan tidak bisa keluar," ujar Kabid Opsnal Damkar Padang, Basril, Senin (13/1).

Langkah tersebut dinilai sangat tepat. "Kalau tidak diawasi akan masuk ke lubang kloset, pemilik rumah mengantisipasi dengan menutup lubang kloset. Ular kobra ini memang sangat agresif, tapi dapat kami evakuasi kurang lebih 15 menit," katanya. 

Setelah itu, kejadian kedua yakni, temuan ular jenis phyton itu ditemukan berada di atas plafon kost-an yang dihuni mahasiswa di kawasan Jalan Dr. M. Hatta, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Karena takut, mahasiswa yang menghuni kost-an tersebut lantas melapor ke Damkar Kota Padang. 

"Tadi malam ada informasi adanya ular phyton masuk ke kost-an mahasiswa. Namun, karena berada di atas plafon dan baru saja memangsa hewan lain, kami biarkan hingga pagi dulu," ujar Basri.

Belum diketahui hewan apa yang dimangsa ular piton tersebut. Namun, saat petugas pemadam mengevakuasi tampak badan ular ini tampak gemuk di bagian tengah seukuran kucing atau musang. Menurut Basril, pihaknya mengevakuasi ular dengan cukup mudah karena gerak satwa ini terbilang lambat karena habis memangsa hewan lain. 

Apalagi, ekor ular tampak keluar dari atas plafon. "Saat kami evakuasi ekor ular keluar dari atas plafon, terus kami tarik dan dapat menangkap satwa ini. Memang badannya ular gemuk karena habis makan hewan lain," katanya. 

Basril menyebut, cukup banyak menanggani kasus satwa berbahaya berada di pemungkiman masyarakat. Setidaknya awal Januari 2020 ini ada 20 kasus penangganan animal yang terdiri dari tawon, ular, buaya hingga biawak. Khusus ular, katanya, terdapat 10 kasus. Hewan reptil ini paling banyak masuk pemungkiman masyarakat berjenis piton hingga kobra. 

"Kami hanya menanggani hewan yang berada di kediaman masyarakat, tapi kalau di semak engga karena habitatnya. Khusus ular memang paling banyak piton ada juga kobra," ujarnya. 

Usai dievakuasi, ular-ular yang ditemukan kemudian akan dikirim ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar atau komunitas pencinta reptil. (*)

loading...
 Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]