Masih Perang! Iran Kembali Bombardir Pangkalan Militer AS?


Senin, 13 Januari 2020 - 20:30:32 WIB
Masih Perang! Iran Kembali Bombardir Pangkalan Militer AS? Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menolak membalas serangan Iran, ternyata belum mampu meredakan ketegangan. Minggu (12/1/2020), sebuah roket kembali ditembakkan ke markas pasukan koalisi yang dipimpin AS di Irak Utara.

Roket jenis Katyusha tersebut mendarat di pangkalan udara Al-Balad. Pangkalan udara ini merupakan rumah bagi pesawat F-16.

Baca Juga : Dianggap Buang-buang Makanan, China Protes Video Mukbang

Peristiwa ini melukai 4 orang, di antaranya dua perwira Irak dan dua penerbang. Akibat serangan ini sejumlah tentara dan pekerja AS dievakuasi.

"Sekitar 90% penasehat AS dan karyawan Sallypot dan Lockheed Martin (kontraktor) ... telah mengungsi ke Taji dan Erbil setelah ancaman ini," kata salah satu sumber sebagaimana dikutip dari AFP.

Baca Juga : Alhamdulillah, Singapura Bakal Izinkan Perawat Muslim Pakai Hijab

Pada saat kejadian, setidaknya terdapat 15 tentara AS dan satu pesawat di Al-Balad. Sebelumnya di akhir pekan lalu, roket juga menghantam Zona Hijau di ibu kota Irak Baghdad.

Zona hijau merupakan zona internasional. Bukan hanya militer AS, di wilayah tersebut terdapat pula kedutaan besar banyak negara.

Baca Juga : Balas Serangan China, AS-Filipina Bakal Latihan Militer Gabungan

Iran ngamuk ke AS setelah salah seorang pimpinan militerrnya, Jenderal Qasem Soleimani, tewas dalam serangan AS di Bandara Internasional Baghdad 3 Januari lalu. Iran mengaku akan membalas dendam ke negara adi kuasa itu.

Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari Iran apakah roket ini ditembakkan pasukan resmi mereka atau kelompok paramiliter yang mendukung Iran.

Baca Juga : Ingin Capai Usia 99 Tahun Seperti Pangeran Philip? Intip Pola Makannya

Diserang AS

Sementara itu, Jumat (10/1/2020), sebuah serangan terjadi di Suria bagian Timur yang menewaskan tentara paramiliter Irak Hashed al-Shaabi.

"Sebuah rudal tak teridentifikasi menargetkan kendaraan dan tentara di wilayah Abu Kamal," kata Pengamat Hak Asasi Manusia (HAM) Suriah, Rami Abdel Rahman, dikutip dari AFP.

"(Ini) menyebabkan ledakan yang sangat besar. Setidaknya delapan orang tentara Hashed terbunuh."

Kelompok paramiliter Hashed merupakan kekuatan semi militer dikenal dekat dengan Iran. Hashed diakui sebagai bagian resmi dari militer Irak karena berpengaruh dalam membasmi ISIS di Irak dan Suriah.

Bahkan dalam serangan AS yang menewaskan Jenderal Iran Soleimani, wakil kelompok ini juga ikut menjadi korban. Deputi Hashed, Abu Hahdi al-Muhandis tewas dalam serangan yang dilancarkan AS di Bandara Internanational Baghdad itu.

Tensi AS dan Iran, termasuk Irak, sempat naik karena meninggalnya Soleimani. Bagi Iran dan Irak, Soleimani dianggap sebagai tokoh penting.

Di Irak, kematian Soleimani mengundang ribuan warga berkumpul untuk mengantar jenazahnya ke Iran. Di negaranya, kematian Soleimani dihadiri ribuan orang dari seluruh Iran.

Iran pun sempat membalas serangan AS dengan melemparkan puluhan rudal ke dua markas militer AS di Irak. Ini dibalas Presiden AS Donald Trump dengan memberi sanksi ekonomi baru, yang lebih berat. (h/cnbc)

Editor : Heldi | Sumber : CNBC
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]