Bantah Dakwaan JPU, Kivlan Zen: Saya Telah Dikriminalisasi!


Selasa, 14 Januari 2020 - 15:08:19 WIB
Bantah Dakwaan JPU,  Kivlan Zen: Saya Telah Dikriminalisasi! Kivlan Zen  membacakan langsung eksepsinya. foto Pradita Umtama-Detik.com

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Kivlan Zen  membacakan langsung eksepsi atau nota keberatan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

 Dalam kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal, Kivlan Zen merasa dirinya telah dikriminalisasi. 

"Terdakwa yang sekarang hanya sebagai warga negara biasa telah merasa dikriminalisasi di tingkat penyidikan dan penuntutan sehingga di pengadilan sepatutnya kriminalisasi tersebut menjadi sirna sebagaimana yang mulia adalah wakil Tuhan dalam memberikan keadilan kepada rakyat," kata Kivlan. 

Kivlan juga mengatakan JPU tidak lengkap menyebutkan pasal 1 ayat A UU darurat nomor 12 tahun 1951. Undang-undang tersebut dikatakan Kivlan tidak pernah disahkan oleh DPR dan dibatalkan oleh Presiden Soekarno.

"Berdasarkan keadaan di atas maka terdakwa menjadi tidak jelas mengenai dakwaan tersebut, apakah penuntut umum membuat pasal pidana yang baru sebagaimana diketahui juga oleh terdakwa mengenai UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tidak pernah disahkan DPR dan diduga telah dibatalkan Presiden Sukarno setelah Indonesia lepas dari keadaan darurat pada waktu itu," jelas dia.

JPU, menurut Kivlan juga hanya berasal dari keterangan terdakwa Helmi Kurniawan alias Iwan dan mengabaikan keterangan saksi lainnya. 

Keterangan Iwan disebutnya selalu berubah saat dikonfrontasi dengan Habil Marati ketika menjalani penyidikan.

"Mengenai tempus delicti yang didakwakan pada pokoknya berasal dari BAP Helmi Kurniawan sebagai saksi mahkota dan mengabaikan BAP saksi mahkota lainnya atau BAP terdakwa, dengan demikian penuntut umum tidak cermat mengingat Helmi Kurniawan telah beberapa kali memberikan keterangan mengenai tempus delicty yang berubah-ubah dikatakan oleh penyidik saat pemeriksaan saksi konfrontasi terhadap Marati tanggal 17 Juli 2019, demikian juga kejadian-kejadian tertentu," tuturnya.

Dalam perkara ini, Kivlan Zen didakwa atas kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Senpi dan peluru dibeli dari sejumlah orang tanpa dilengkapi surat.

Kivlan Zen didakwa dengan Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo Pasal 56 ayat (1) KUHP. (dtc)

 Sumber : detik /  Editor : dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]