ACT Gelar Aksi Bela Indonesia, Bersama Jaga Natuna


Selasa, 14 Januari 2020 - 15:26:11 WIB
 ACT Gelar Aksi Bela Indonesia, Bersama Jaga Natuna Bela Natuna, ACT akan mengirimkan bantuan sebesar 1.000 ton logistik kepada semua masyarakat dan pihak TNI beserta aparat yang bertugas di Natuna. YESI

PADANG,HARIANHALUAN.COM-Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan sikap dalam sebuah “Aksi Bela Indonesia, Bersama Jaga Natuna” sebagai bentuk konkret patriotisme dan nasionalisme. Aksi tersebut didasari oleh tindakan kapal Cina yang menangkap ikan secara ilegal di perairan kawasan Natuna, Senin (13/1).

Dalam aksi ini, ACT akan mengirimkan bantuan sebesar 1.000 ton logistik kepada semua masyarakat dan pihak TNI beserta aparat yang bertugas di Natuna.

Zeng Wellf selaku Branch Manager ACT Padang mengatakan selama satu pekan terakhir tim ACT sudah berada di Natuna.

“Selama seminggu ini tim kami sudah berada di Natuna. Ini merupakan agenda tindak lanjut. Sebelum ada masalah ini, kami sudah membersamai masyarakat nelayan dan aparat-aparat yang menjadi penjaga utama di daerah sana. Pada kesempatan ini, hampir satu bulan lebih nelayan sedang tidak melakukan pekerjaannya karena cuaca ekstrem yang ada. Kami ingin masyarakat, saat ini terbantu melalui program ini. Mudah-mudahan atas bantuan logistik ini bisa didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia dan dapat menjadi program yang dapat berkelanjutan,” tutupnya.

Sementara itu, Y.Librafortuna selaku Kakan Kesbangpol Kota Padang sebagai perwakilan Walikota Padang menyatakan apresiasinya kepada pihak ACT yang telah berinisiasi dalam gerakan Aksi Bela Indonesia ini.

“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi dengan kehadiran tim ACT dan bantuannya di Natuna. Saya selaku perwakilan dari Walikota Padang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, dan aksi ini luar biasa. Kami juga akan menyampaikan ke semua masyarakat sipil dan stakeholder terkait untuk selalu bersinergi dan berkolaborasi untuk menghadapi kondisi yang ada saat ini. Harapan dari kita, bantuan-bantuan yang hadir di sini bisa untuk kolaborasi jangka panjang ke depannya,” ungkapnya.

Terpisah, Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACT menyatakan, sebagai anak bangsa yang mencintai negara ini, sudah sepatutnya masyarakat Indonesia menunjukkan sikapnya. 

“Kita harus tunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada satu pun warga Indonesia ini yang tidak bersiap untuk menjadi tentara.  Kita harus siap membela negara dari gangguan negara lain, seperti Cina. Kita harus selalu berada di belakang mendukung pertahanan negara, TNI, dan aparat-aparat negara lain," ucapnya.

Kondisi ini, kata Ahyudin merupakan momentum terbaik untuk memupuk persatuan di antara bangsa kita. 

"Tidak boleh lagi negeri ini terjajah oleh negara lain lagi. ACT adalah anak bangsa, maka kami berperan dan harus membantu melalui program-program kami untuk membawa semangat patriotisme ke semua elemen bangsa. Keluarga besar ACT dan keluarga Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), mengajak semua elemen bangsa untuk membuktikan rasa patriotisme dan  melakukan yang terbaik di garda depan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Natuna menyandang predikat yang sangat berat, yaitu sebagai pulau terdepan Indonesia. Penghasilan yang minim dan tak menentu, sebagian penduduk di Natuna hidup di garis kemiskinan. 

Padahal pulau ini memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah dari laut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan dilansir dari katadata.co.id, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Natuna, mengalami fluktuasi namun cenderung mengalami peningkatan. 

Angka tertinggi terjadi pada 2018 dengan jumlah penduduk miskin sebesar 3,6 ribu dari sekitar 77 ribu jiwa. Jumlahnya mengalami peningkatan sejak 2015. Pada tahun tersebut, jumlah penduduk miskin sebesar 3,2 ribu orang. Kemudian, bertambah menjadi 3,3 ribu jiwa pada 2016 dan 3,5 ribu jiwa pada 2017.

Ahyudin menambahkan, program bantuan yang dikirimkan ke masyarakat Natuna dan aparat yang membutuhkan menjadi semangat besar untuk mengurangi segala perselisihan yang ada. 

“Spirit kami ini pula akan menjadikan seluruh relawan yang terlibat untuk siap menjadi pasukan bela negara jika diperlukan. Saat ini, kami memiliki lebih dari 400 ribu relawan yang tersebar di berbagai daerah. Tentu saja, kami akan bergerak sesuai dengan koridor yang telah ditentukan negara. Kami bersedia untuk berkoordinasi dengan negara dan TNI untuk turun ke jalan jika diperlukan," ungkap Ahyudin.

Ia mengimbau seluruh elemen Indonesia untuk menunjukkan rasa kecintaannya kepada Indonesia. 

"Mari tunjukkan rasa cinta kepada negara, harga diri bangsa ini ada di sikap kita semua sebagai anak bangsa, jangan takut untuk bela negara dari negara asing,” tutur tutupnya. (h/mg-yes)

Reporter : YESI /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM