Tebing Longsor di Sungai Batang Lampasi, Pohon Beringin Ikut Tumbang


Selasa, 14 Januari 2020 - 20:00:19 WIB
Tebing Longsor di Sungai Batang Lampasi, Pohon Beringin Ikut Tumbang Tebing sungai Batang Lampasi di perbatasan Koto Panjang Lampasi-Koto Baru Simalanggang terban merusak saluran irigasi.

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM -- Hujan yang masih terjadi di Limapuluh Kota menyebabkan tebing Sungai Batang Lampasi di wilayah Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota mengalami longsor akibat batang beringin dan batang bambu tumbang masuk ke aliran sungai. 

Dampak lain, saluran irigasi terputus dan sawah petani setempat terancam roboh masuk sungai. Untuk menanggulangi persoalan tersebut, Polri,TNI, BPBD, Camat dan masyarakat Nagari Kotobaru Simalanggang gotong royong membersihkan Sungai Batang Lampasi sejak Minggu (12/1).  

Gotong royong tersebut untuk membantu warga membersihan material kayu dan pohon bambu yang terban ke dalam sungai Batang Lampasi. Gotong royong massal dibawah komando Kasat Sabhara Polres Payakumbuh AKP Agno Pilindo, Camat Payakumbuh Syaiful, Kanit Sabhara Polres Payakumbuh Iptu Syafrizal, Kanit Binmas Polsek Payakumbuh Ipda Kurnia Adifa, Kanit Intelkam Polsek Payakumbuh Ipda Omdatra.

Kemudian, 1 SST gabungan anggota Sabhara Polres Payakumbuh dan Polsek Payakumbuh, 1 regu personil BPBD Pemkab Limapuluh Kota, Sekretaris Nagari dan Perangkat Nagari Koto Baru Simalanggang, Ketua BAMUS Nagari Koto Baru Simalanggang, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Nagari Koto Baru Simalanggang serta Babinsa Kelurahan Koto Panjang Lampasi.

Meskipun sudah bekerja keras membersihkan pohon beringin dan pohon kayu serta pohon bambu yang terban ke dalam sungai, karena kurangnya peralatan, maka tenaga goro ini belum mampu membersihkan material yang menghalangi aliran sungai Batang Lampasi tersebut.

Pantauan harianhaluan.com, Selasa(14/1) di lokasi, akibat luapan banjir yang terjadi di sungai Batang Lampasi, badan sungai semakin melebar dan menggerus tebing kiri-kanan DAS yang berakibat runtuhnya tanah tebing DAS yang juga dilintasi saluran irigasi dengan lebar 1,5 meter sepanjang 12 meter runtuh ke dasar sungai dengan kedalaman 5 sampai 7 meter.

Akibatnya, suplai air ke Sawah Kosiak seluas kurang lebih 150 hektare tak lagi berfungsi dan mengancam terjadinya gagal panen karena aliran air irigasi jatuh terbuang percuma kembali masuk ke dalam Sungai Batang Lampasi. Informasi yang diperoleh dari Sekretaris Nagari Kotobaru Simalanggang, Bustanul Arifin, kendala yang ditemukan di lokasi goro adalah minim dan sangat terbatasnya peralatan yang tersedia.

“Untuk membersihkan material pohon kayu dan pohon bambu yang terban ke dalam badan sungai diperkirakan hampir berjumlah 1000 kubik, dibutuhkan alat berat dan mesin pemotong kayu,” ujar Bustanul Arifin.

Diakui Bustanul Arifin, berdasarkan hasil musyawarah dipimpin Kasat Sabhara Polres Payakumbuh, AKP Agno Pilindo,SH, yang mewakili Kapolres Payakumbuh beserta Camat Payakumbuh dengan Perangkat Nagari, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuda serta Gapoktan setempat, disepakati akan kembali dilaksanakan goro bersama nantinya dilokasi tersebut, pada hari Sabtu tanggal 18 Januari. 

Kabid PSDA Dinas PU/ PR Limapuluh Kota, Jamalis didampingi Hendrik, telah meninjau lokasi tebing sungai terban ke lokasi tadi siang, Dinas PU/PR berupaya akan membantu menaggulangi persoalan tersebut. (*)

Reporter : Zulkifli /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]