Pupuk Langka di Pasbar, Petani Berpotensi Gagal Panen


Selasa, 14 Januari 2020 - 20:04:22 WIB
Pupuk Langka di Pasbar, Petani Berpotensi Gagal Panen Terlihat petani jagung terpaksa menanam cabe karena takut kekurangan pupuk subsidi. OSNIWATI

PASBAR, HARIANHALUAN.COM  - Gonjang ganjing tentang kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah Pasbar membuat para petani menjadi gerah. Pasalnya petani harus membeli pupuk non subsidi dengan harga yang mahal.

LSM Topan RI Mirhan mengatakan kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Pasaman Barat sudah mulai dikeluhkan oleh petani, salah satunya di Nagari Kajai.

"Laporan kebutuhan sudah dipersiapkan melalui Dinas Pertanian terkait. Namun sampai saat ini masih belum terealisasi,"jelas Mirhan.

Pasalnya lanjut Mirhan pupuk merupakan kebutuhan pokok bagi petani terutama petani padi yang semestinya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat.

"Jika tidak cepat ditanggapi jelas petani akan gagal panen. Otomatis akan mengurangi produksi beras kita ke depan,"papar Mirhan.

Sementara itu, Sukarli Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pasaman Barat menyampaikan pupuk bersubsidi hanya 18% dari total kebutuhan pupuk yang diajukan oleh Petani berdasarkan RDKK.

"Kalau langka di lapangan memang alokasi pupuk 2019 sudah habis terdistribusi sampai Desember 2019. Sementara untuk 2020 kita baru dapat alokasi dari provinsi dan sedang diproses SK bupatinya. Saat ini hampir semua kecamatan mulai tanam padi, namun pupuk bersubsidi belum bisa di tebus oleh Kios ke distributor karena Kita sedang membagi alokasi per kecamatan,"ungkap Sukarli .

Sementara Wali Nagari Talu Sudro Hakimi menuturkan masalah pupuk subsidi langka memang betul langka di Talu. Dikios pupuk juga kuota untuk Talamau sudah habis sebelum Desember kemaren.

"Pupuk subsidi diperkirakan adanya di bulan Februari mendatang. Kalau tidak juga ada ya kasihan petani bisa berpotensi gagal panen.

kebutuhan petani akan pupuk untuk Talu Sinuruik diperkirakan sekitar 500 ton,"jelas Sudro. (h/ows)


Reporter : osniwati /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 03 Desember 2019 - 10:42:43 WIB

    Jual Pupuk Diatas HET, Wabup Pasaman: Kios Nakal Harus Ditindak Tegas

    Jual Pupuk Diatas HET, Wabup Pasaman: Kios Nakal Harus  Ditindak Tegas PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama dibuat kesal oleh ulah sejumlah pedagang pupuk bersubsidi di daerah itu. Pasalnya, pupuk yang dijual ke petani melebihi harga eceran tertinggi (HET)..
  • Kamis, 27 Desember 2018 - 10:59:50 WIB

    Bencana Datang Tanpa Permisi, Terus Pupuk Kesiapsiagaan

    Bencana Datang Tanpa Permisi, Terus Pupuk Kesiapsiagaan Ada dua tipe tsunami. Tsunami yang didahului air laut surut pascagempa dan tsunami tanpa surutnya air laut. Untuk air laut yang tidak surut, itu didahului gempa berkekuatan besar dengan intensitas cukup lama, sehingga untuk b.
  • Rabu, 30 November 2016 - 00:59:11 WIB
    MAJUKAN PERTANIAN

    Wali Nagari Limau Gadang Bagikan Pupuk dan Bibit

    Wali Nagari Limau Gadang Bagikan Pupuk dan Bibit PAINAN,HALUAN — Dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kenagarian Limau Gadang, kecamatan IV Jurai, pemerintahan nagari memberikan bantuan pupuk tanaman untuk 350 Kepala Keluarga ( KK). Sebelumnya juga te.
  • Kamis, 10 November 2016 - 00:34:17 WIB
    DISTAN, PSDA DAN PU AKAN BERKOORDINASI

    Petani Saibi Ketiadaan Pupuk dan Irigasi

    Petani Saibi Ketiadaan Pupuk dan Irigasi PADANG, HALUAN — Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatra Barat, Ir Candra mengatakan akan melakukan koordinasi dengan dengan PSDA dan Dinas PU, untuk mengatasi persoalan pertanian yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai..
  • Jumat, 12 Agustus 2016 - 17:23:25 WIB

    20 Ton Pupuk Ilegal Diamankan Polres Pasbar

    20 Ton Pupuk Ilegal Diamankan Polres Pasbar PASBAR, HALUAN- Jajaran Polsek Pasaman bekerjasama dengan Satreskrim Polres Pasaman Barat berhasil menggagalkan 400 karung pupuk ilegal seberat 20 ton. Pupuk tersebut dipasok dari kawasan gresik Jawa Timur..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM