China Perketat Impor, Harga Batubara Turun ke USD65,93 per Ton


Rabu, 15 Januari 2020 - 11:13:54 WIB
China Perketat Impor, Harga Batubara Turun ke USD65,93 per Ton Ist

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melalui Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 2 K/30 MEM/2020 menetapkan harga jual pasar untuk komoditas batubara di bulan Januari 2020 sebesar USD65,93 per ton atau turun tipis USD0,37 per ton dari Harga Batubara Acuan (HBA) Desember sebesar USD 66,30 per ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan penurunan HBA bulan Januari 2020 salah satunya dipicu oleh pengetatan impor batubara yang dilakukan China.

"Penyebab penurunan harga batubara pada Januari 2020 adalah pengetatan persyaratan impor batubara ke China serta kinerja impor batubara di negara-negara pengimpor terutama di kawasan Asia seperti China, India, Jepang dan Korea Selatan yang semakin menurun," ujar Agung, dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Rabu (15/1/2020).

HBA bulan Januari akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel).

Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, mayoritas harga acuan untuk 20 mineral logam (Harga Mineral Acuan/HMA) juga mengalami fluktuatif harga di bulan Januari 2020. Misalnya, untuk harga Nikel turun menjadi USD 13.875,68/dry metric ton (dmt) dari bulan sebelumnya, yaitu USD16.107,27/dmt.

Kobalt: USD 34.772,73/dmt, turun dari USD 35.500,00/dmt

Timbal: USD 1.913,64/dmt, turun dari USD 2.145,20dmt

Seng: USD 2.284,09/dmt, turun dari USD 2.515,34/dmt

Aluminium: USD 1.762,32/dmt, naik dari USD1.758,05/dmt

Tembaga: USD 5.959,75/dmt, naik dari USD 5.851,98/dmt

Emas sebagai mineral ikutan: USD1.466,68/ounce, turun dari USD1.484,03/ounce

Perak sebagai mineral ikutan: USD16,94/ounce, turun dari USD17,49/ounce.

Ingot timah Pb 300, Pb 200, Pb 100, Pb 050, 4NINE: sesuai harga ingot timah yang dipublikasikan ICDX pada hari penjualan

Logam emas dan Logam perak sesuai harga logam emas yang dipublikasikan London Bullion Market Association (LBMA) pada hari penjualan

Mangan: USD 3,36/dmt, turun dari USD 3,72/dmt

Bijih Besi Laterit/Hematit/Magnetit: USD1,28/dmt, naik dari USD1,19/dmt

Bijih Krom: USD 2,51/dmt, naik dari USD 2,17/dmt

Konsentrat Ilmenit: USD 4,48/dmt, naik dari USD 4,39/dmt

Konsentrat Titanium: USD10,67/dmt, naik dari USD 10,45/dmt

HMA adalah salah satu variabel dalam menentukan Harga Patokan Mineral (HPM) logam berdasarkan formula yang diatur dalam Kepmen ESDM Nomor 2946 K/30/MEM/2017 tentang Formula Untuk Penetapan Harga Patokan Mineral Logam. Variabel penentuan HPM logam lainnya adalah nilai/kadar mineral logam, konstanta, corrective factor, treatment cost, refining charges, dan payable metal.

Besaran HMA ditetapkan oleh Menteri ESDM setiap bulan dan mengacu pada publikasi harga mineral logam pada index dunia, antara lain oleh London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal dan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). (*)

 Sumber : Kementerian ESDM /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM