SIM Keliling Satlantas Pasaman Sasar 5 Kecamatan


Rabu, 15 Januari 2020 - 11:48:24 WIB
SIM Keliling Satlantas Pasaman Sasar 5 Kecamatan Kasatlantas Polres Pasaman, AKP Bezaliel Mendrofa, SH mengamankan ranmor tanpa dilengkapi kelengkapan berkendara.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Pasaman, menggelar pelayanan SIM Keliling di lima kecamatan. Program jemput bola ke nagari-nagari ini terobosan Satlantas setempat untuk mempermudah warga mendapatkan SIM baru maupun perpanjangan.

 

Kasatlantas Polres Pasaman, AKP Bezaliel Mendrofa, SH mengatakan, pelayanan SIM keliling itu digelar untuk memfasilitasi kemudahan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) kepada masyarakat di lima kecamatan.

 

"Untuk sementara baru di lima lokasi, karna keterbatasan personil. Lewat program jemput bola ini, kita melayani penerbitan SIM, baik baru maupun perpanjangan di nagari nagari," ujar dia kepada Haluan, Rabu (15/1).

 

Program SIM keliling itu, kata AKP Bezaliel akan semakin mendekatkan masyarakat mendapatkan SIM sebagai salah satu syarat wajib dalam berkendara. Khususnya bagi masyarakat di lima kecamatan, yakni Mapattunggul, Rao, Panti, Tigonagari dan Bonjol.

 

"Masyarakat selama ini mengeluh dan merasa enggan mengurus SIM di Satlantas Polres Pasaman di Lubuk Sikaping dengan alasan jauh, menguras waktu dan biaya perjalanan yang lumayan besar," katanya.

 

Untuk menjawab keluhan masyarakat tersebut, kata dia, pihaknya melakukan jemput bola, meluangkan waktu untuk memberikan pelayanan ke daerah yang jauh dari jangkauan Satpas Satlantas Polres Pasaman.

 

"Jadwal pelayanan penerbitan SIM dilaksanakan pukul 08.00-12.00 Wib. Setiap Senin di Bukit Tujuh, Mapattunggul, Selasa di Polsek Tigonagari, Rabu di Polsek Bonjol, Kamis di Kantor Walinagari Panti dan Sabtu di Polsek Rao," katanya.

 

Dalam kegiatan itu, kata Kasatlantas, pihaknya didampingi oleh tim kesehatan jasmani dan kesehatan psikologi untuk melakukan pengecekan kesehatan dari setiap pemohon SIM. Pihaknya juga mengajak serta petugas Bank (BRI) untuk melakukan pungutan PNBP di lokasi pelayanan SIM keliling.

 

"Kami tidak memungut biaya tambahan sepeser pun dalam pelayanan jemput bola ke nagari-nagari tersebut. Si pemohon SIM langsung membayar ke BRI untuk PNBP, tim psikologi untuk cek psikologi dan tim kesehatan untuk cek kesehatan jasmani," ulas AKP Bezaliel.

 

Dia berharap, para pengendara dapat memanfaatkan momentum dari program 'jemput bola' pelayanan SIM ke nagari nagari tersebut sebaik mungkin, agar terhindar dari penindakan oleh petugas kepolisian saat razia.

 

"Pengendara roda dua maupun roda empat diharapkan dapat memiliki SIM, sehingga saat kami (Satlantas) melaksanakan penindakan, mereka dapat menunjukkan SIM yang mereka miliki kepada petugas di lapangan," ungkapnya.

 

Sebab, sesuai Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dijelaskan bahwa fungsi SIM tersebut bisa sebagai identitas diri juga sebagai bukti dan legalitas bahwa si pengendara sudah memiliki kemampuan dalam mengendarai kendaraan bermotor. (h/yud)

 

 

 

 

loading...
Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]