Duit Daerah Nganggur Rp 184 T, Ini Sanksi yang akan Diterima Pemda


Rabu, 15 Januari 2020 - 15:50:47 WIB
Duit Daerah Nganggur Rp 184 T, Ini Sanksi yang akan Diterima Pemda Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memberikan sanksi untuk Pemda yang mengendapkan dana daerah di rekening kas umum daerah (RKUD). Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti menuturkan, Kemenkeu akan memotong alokasi dana daerah bagi Pemda yang menunda penyaluran dana tersebut.

Namun, pemotongan alokasi tersebut akan ditujukan pada Pemda yang tak melaksanakan pengeluaran wajib atau mandatory spending dari dana yang ditransfer pemerintah pusat. Misalnya, daerah yang menunda mandatory spending dari program DAU, maka DAU untuk tahun anggaran selanjutnya akan dipotong.

"Sanksi tentu ada karena ini pasti ada pengaruhnya ke mandatory spending. Kalau daerah tidak comply dengan mandatory spending, maka dipotong DAU-nya atau dalam artian penundaan," jelas Prima di kantornya, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Tahapnya, pemerintah pusat akan menunda pencairan DAU pada daerah yang menunda mandatory spending. Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur. Jika daerah tersebut pada akhirnya tak menyelesaikan pembangunan infrastruktur tersebut, maka setelah penundaan, di tahun anggaran berikutnya DAU daerah tersebut akan dipotong.

Namun, jika setelah penundaan daerah tersebut mampu menyelesaikan pembangunan infrastruktur, maka dana yang ditunda akan dicairkan kembali, dan di tahun anggaran berikutnya DAU tak akan dipotong.

"Potong dulu baru disalurkan setelah penuhi kewajibannya. Kita dorong supaya daerah tidak mengendapkan dana," tutur Prima.

Sebagai informasi, dana daerah sendiri terdiri atas beberapa alokasi. Dana daerah terdiri dari terdiri dari dana perimbangan yaitu dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK), kemudian dana insentif daerah, serta dana otonomi khusus dan keistimewaan.

Per November 2019, Kemenkeu mencatatkan ada Rp 186 triliun dana daerah yang mengendap di RKUD. Padahal, jika dana tersebut digunakan tentunya akan memberikan manfaat bagi daerah.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 23 Januari 2020 - 22:30:22 WIB

    Belum Menghasilkan, Fajar: Startup Harus 'Bakar' Duit Dulu 

    Belum Menghasilkan, Fajar: Startup Harus 'Bakar' Duit Dulu  JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Dibanding bakar duit, perusahaan rintisan (startup) akan mulai mencari keuntungan pada 2020.Namun, yang belum menghasilkan harus 'bakar' duit dulu..
  • Rabu, 01 Januari 2020 - 17:35:49 WIB

    Mantap..! Olah Biji Kopi Reject Bisa Hasilkan Duit Rp 500 Juta

    Mantap..! Olah Biji Kopi Reject Bisa Hasilkan Duit Rp 500 Juta JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Zaman sekarang rasanya tidak lengkap kalau belum menyeruput secangkir kopi, entah di pagi hari, siang maupun malam hari. Mudah menemukan gerai-gerai kopi saat ini, mulai dari mal hingga pinggir jal.
  • Jumat, 17 April 2015 - 18:45:43 WIB

    China Bantu Indonesia Buru Duit Bank Century

    BEIJING, HALUAN — Pemerintah China akan membuka pintu kerja sama dengan Indonesia untuk menyita duit haram dari Bank Century sebesar US$ 500 juta yang ditransfer ke China oleh bankir korup.

    “De.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM