PT Inkud Agritama Kinali Bangkrut, Hutang Gaji ke Karyawan Capai Rp10 Miliar


Rabu, 15 Januari 2020 - 19:44:43 WIB
PT Inkud Agritama Kinali Bangkrut, Hutang Gaji ke Karyawan Capai Rp10 Miliar Terlihat Bupati Pasbar Yulianto memimpin rapat persoalan PT Inkud Agritama Kinali. Osniwati
PASBAR, HARIANHALUAN.COM - Persoalan PT Inkud Agritama Kinali Kabupaten Pasaman Barat yang menunggak gaji karyawan mencapai Rp10 miliar belum juga terealisasi. Pasalnya, perusahaan tersebut terancam ditutup karena sudah dua tahun jalan di tempat dan bakal dijual. 
 
Pengerucutan rapat di auditorium kantor bupati Rabu (15/1) sore tersebut akan mengundang pemegang saham. Karena direksi yang hadir tidak bisa memutuskan apakah sanggup membayar hutang atau tidak. 
 
"Silahkan saudara punya utang sama siapapun, tapi tidak sama rakyat saya,"jelas Bupati Pasbar Yulianto. 
 
Rapat tersebut mengerucut pada satu titik yakni perusahaan di jual. Uang hasil penjualan perusahaan tersebut akan dibayarkan kepada gaji perusahaan yang sudah menunggak selama berbulan bulan. 
 
"Jika tidak ada juga penyelesaian secara konkrit, kami akan panggil pemilik perusahaan yang bisa memutuskan,"kata Yulianto.
 
Pada Jumat mendatang diharapkan pemilik saham perusahaan harus datang, seperti Gunawan, Nanang Suganda. 
 
"Kesimpulannya, Jumat 17 Januari harus hadir,"papar Yulianto. 
 
Sementara itu, Direktur Utama Sutrisno menyampaikan bahwa persoalan tersebut sudah terjadi selama 2 tahun. Perusahaan jalan ditempat dan tidak ada masukan bagi perusahaan.
 
"Perusahaan kami jalan di tempat dan nyaris bangkrut, utang gaji serta BPJS ke karyawan mencapai Rp4,5 miliar lebih. Itu yang penting, sedangkan utang keseluruhan mencapai Rp10 miliar,"tandas Sutrisno.
 
Ia mengaku, perusahaan tersebut memang akan dijual. Namun, sampai saat ini baru dua penawar yang datang, tetapi belum ada akad jual beli. 
 
"PT Inkud Agritama Kinali ini tidak ada perkembangan sebagai perusahaan. Perusahaan tersebut 20 persen kebun inti dan selebihnya plasma,"papar Sutrisno.
 
Pembayaran perusahaan yang paling genting adalah membayar gaji perusahaan, tunggakan BPJS serta rapelan gaji dengan total Rp4,5 miliar. Ini harus dibayarkan dalam waktu dekat. 
 
Sementara itu, salah seorang karyawan Antoni mengakui jika PT Inkud Agritama Kinali tidak ada ketegasan dalam menunaikan kewajibannya sebagai perusahaan. 
 
"Kami dijanjikan terus, menjual kebunlah, mencari pinjamananlah. Kami mohon kepada semua pihak agar tegas tegas dalam hal ini,"tandas Antoni. 
 
Wakil Ketua DPRD Pasbar Daliyus K menegaskan jika saat ini PT Inkud Agritama tidak punya keinginan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 
 
"Nampaknya PT ini tidak tegas dalam penyelesaian masalah. Sudah sering terjadi, dulu juga seperti ini.
Namun, dulu punya ketegasan, sekarang tidak,"kata Daliyus K. (h/ows)
 
 
 
 

Reporter : osniwati /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM