Lontong Dibungkus Plastik Bahaya Gak Sih? Begini Penjelasan Ahli...


Kamis, 16 Januari 2020 - 10:50:28 WIB
Lontong Dibungkus Plastik Bahaya Gak Sih? Begini Penjelasan Ahli... Ilustrasi

KESEHATAN, HARIANHALUAN.COM - Para ahli menegaskan, racun dari plastik dan pewarna bisa membahayakan kesehatan. Hayo ngaku, siapa yang kerap menggunakan plastik sebagai pembungkus saat bikin lontong?

Ahli kimia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Andreas, mengatakan penggunaan plastik sebagai pembungkus lontong berisiko melepas racun berbahaya.

Baca Juga : Ini Syarat dan Cara Mendaftarkan BPJS Kesehatan Bagi Bayi Baru Lahir

"Prinsipnya ya sama kaya (kasus) mi. Bedanya mi instan itu ditambah pakai pewarna, kalau lontong cuma toksik dari plastiknya saja," kata Andreas kepada detikcom, Rabu (15/1/2020).

Andreas menjelaskan, setiap produk makanan yang dimasak menggunakan plastik pasti berisiko larutnya ester ftalat atau zat fleksibilitas plastik.

Baca Juga : Viral! Pesta Pelajar di Kantor Bupati Langgar Prokes

"Berbahaya sepanjang plastik itu masih menggunakan ester ftalat, ester yang memiliki kecendrungan memicu kanker," ucap Andreas.

Namun tidak semua ester ftalat pada plastik memiliki tingkat toksisitas yang tinggi.

Baca Juga : Dokter Reisa: Vaksinasi pada Bulan Ramadan tidak Membatalkan Puasa, Justru Diwajibkan

"Tapi kalau di luar itu banyak juga senyawa ester ftalat yang toksisitasnya rendah. Jadi tidak semua ester ftalat itu menyebabkan kanker, karena akan berbeda juga pada tingkat toksisitasnya," jelasnya.

Sayangnya, kandungan bahan kimia berbahaya pada plastik ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Baca Juga : Pria Lajang Lebih Berisiko Terkena Penyakit Mematikan Ini

"Kalau secara awam sih kayanya belum bisa ya. Jadi paling itulah fungsi dari perlindungan dari regulasi yang mengatur suatu produk dalam peredarannya," ucap Andreas.

Khawatir masyarakat mengalami masalah kesehatan karena kurangnya edukasi. Andreas mengimbau agar penggunaan plastik sebagai pembungkus lontong sebaiknya dihindari.

"Lebih baik balik lagi ke alam ya, dalam hal ini penggunaan daun pisang atau kelapa relatif lebih aman," tuturnya.(*)

Editor : NOVA | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]