Ini Alasan Pemerintah Cabut Subsidi Gas 3 Kg


Kamis, 16 Januari 2020 - 10:58:55 WIB
Ini Alasan Pemerintah Cabut Subsidi Gas 3 Kg Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah berencana menerapkan subsidi LPG tiga kilogram secara tertutup pada pertengahan tahun 2020. Subsidi tabung LPG tiga kilogram dicabut dan akan diberikan dengan mekanisme berbeda.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengungkapkan ada alasan tersendiri mengapa hal tersebut dilakukan. "Ya, kita sedang membangun sistem. Apakah mereka (Dirjen Migas Kementerian ESDM) mau melakukan bertahap," kata Ego di Gedung SKK Migas, Rabu (15/1).

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan penerapan subsidi LPG tiga kilogram secara tertutup menjadi salah satu tanyangan pada 2020. Secara prinsip, kata Djoko, sektor terkait saat ini sudah setuju penerapan subsidi LPG tiga kilogram dilakukan secara tertutup.

"LPG 3 kg secara tertutup hanya untuk masyarakat yang berhak, persiapan subsidi langsung pada masyarakat," ujar Djoko.

Untuk itu, Djoko memastikan subsidi akan diberikan dengan sistem yang berbeda. Dengan begitu, harga gas LPG tiga kilogram dijual dengan harga pasaran sama seperti perkilogram ukuran gas lain.

"Itu (harga jual sama dengan harga pasar) termasuk salah satunya. Sama dengan yang 12 kilogram (perkilonya)," kata Djoko.

Djoko menegaskan nantinya masyarakat yang golongan mampu dapat memilih sendiri kebutuhan gasnya karena harganya akan sama. Terlebih di pasaran, ukuran gas bermacam-macam mulai dari tiga kilogram, lima kilogram, delapan kilogram, dan 12 kilogram.

"Ngapain bolah-balik, mending 12 kilogram. Kalau sekarang rumah tangga yang pakai 12 kilogram (orang mampu) beli juga tiga kilogram (padahal untuk orang miskin)," ungkap Djoko.

Pemerintah juga saat ini masih membahas kritera masyarakat yang bisa menerima subsidi LPG tiga kilogram. Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Mohammad Hidayat mengatakan mekanisme juga akan ditentukan agar LPG tiga kilogram tepat sasaran.

"Misal dia datang ke toko LPG 3 kilogram. Jadi kalau saya berhak menerima LPG itu, yang punya toko bs langsung foto, cocok, dan bisa berhak menerima, bisa beli." jelas Hidayat. 

Hidayat memastikan yang akan menerima besaran subsidi pemerintah perbulan sedang dihitung. Sebab, kata Hidayat, nantinya harga yang didapatkan masyarakat akan sesuai denga keekonomian sehingga akan semakin tepat.

"Yang ingin kita pastikan masyarakat benar-benar terpenuhi kebutuhannya dalam sebulan. Apakah cukup sembilan kilogram, artinya cukup tiga tabung atau empat tabung itu juga kita hitung," ungkap Hidayat.(*)
 

 Sumber : Republika /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 10 April 2020 - 12:00:48 WIB

    Begini Risiko Karantina Wilayah Menurut Pakar: Corona Gelombang Kedua Muncul!

    Begini Risiko Karantina Wilayah Menurut Pakar: Corona Gelombang Kedua Muncul! JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Bila karantina wilayah diterapkan, angka kematian kasus positif COVID-19 diprediksi bakal rendah. Ternyata strategi untuk menanggulangi virus Corona ini punya risiko. Angka kematian memang bisa dit.
  • Jumat, 10 April 2020 - 11:15:33 WIB

    Hitungan Ilmuan, Ini 3 Level Prediksi Angka Kematian Imbas Corona di RI

    Hitungan Ilmuan, Ini 3 Level Prediksi Angka Kematian Imbas Corona di RI JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan hitung-hitungan ilmuwan, wabah virus Corona akan mengakibatkan 2,6 juta orang di Indonesia meninggal dunia. Itu bila COVID-19 dibiarkan tanpa intervensi. .
  • Jumat, 10 April 2020 - 08:39:48 WIB

    Begini Suasana Jalanan Jakarta Hari 1 PSBB

    Begini Suasana Jalanan Jakarta Hari 1 PSBB JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah ruas jalanan di Jakarta tampak lengang pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Jumat (10/4) pagi. Suasana itu terlihat di kawasan Percetakan Negara, Jakarta Pu.
  • Kamis, 09 April 2020 - 21:02:41 WIB

    Dampak Corona, Kemenag Tunda Seleksi Administrasi Calon Pejabat Eselon II

    Dampak Corona, Kemenag Tunda Seleksi Administrasi Calon Pejabat Eselon II JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Agama (Kemenag) resmi menunda pelaksanaan tahapan seleksi administrasi pejabat eselon II. Penundaan ini disebabkan penyebaran virus Corona (COVID-19) yang semakin meningkat..
  • Kamis, 09 April 2020 - 13:23:55 WIB

    Pakar Sebut Corona Bisa Selesai Sebulan, Ini Caranya

    Pakar Sebut Corona Bisa Selesai Sebulan, Ini Caranya JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan wabah virus Corona di Indonesia bisa diakhiri dalam sebulan tanpa lockdown. Syaratnya, semua masyarakat harus.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM