Penjualan Ratusan Merkuri Ilegal Digagalkan, Omsetnya hingga Ratusan Juta


Kamis, 16 Januari 2020 - 15:59:28 WIB
Penjualan Ratusan Merkuri Ilegal Digagalkan, Omsetnya hingga Ratusan Juta Press release penangkapan air raksi di Mapolda Sumbar.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Jajaran Direktorat Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar berhasil mengamankan dua orang yang terlibat dalam aksi penjualan merkuri untuk pertambangan di dua lokasi berbeda. Dari para tersangka, petugas berhasil mengamankan 157 botol merkuri siap edar yang dikemas rapi dalam botol plastik. 

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Septianto mengatakan, penangkapan terhadap kedua tersangka ini dilakukan di waktu dan lokasi yang berbeda. Keduanya terbukti memperdagangkan bahan berbahaya tanpa memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Bahan Berbahaya (SIUP-B2). 

Menurut Kabid Humas, penangkapan pertama dilakukan pada 9 Januari 2020 lalu di Jorong Tanjung Salilok, Kenagarian Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Petugas berhasil mengamankan tersangka berinisial ZR (49) dengan barang bukti berupa 75 botol berisi B2 jenis air raksa dengan merk HG Special for Gold 99,999 % dengan berat satu kilogram tiap botolnya dan satu unit iPhone 4. 

Disebut Satake, penangkapan terhadap ZR bermula dari informasi masyarakat tentang aktivitas jual beli barang berbahaya ini untuk para penambang emas di kawasan Dharmasraya. Pada 8 Januari 2020, petugas pun melakukan penyelidikan ke lokasi guna menindaklanjuti laporan tersebut. 

"Setelah memastikan aktivitas tersangka, tim kita pun langsung mengamankannya berikut dengan barang bukti merkuri yang tengah ada di tangannya," jelas Satake.

Kemudian, penangkapan kedua dilakukan pada 15 Januari 2020 kemarin di Jalan Raya Adinegoro, Simpang Kalumpang, Kecamatan Koto Tangah, Padang. Petugas mengamankan RM (45) saat mengendarai mobil di lokasi tersebut setelah petugas mengintai aktivitasnya sejak dilaporkan masyarakat. 

"Kita melakukan pemeriksaan terhadap mobil korban dan menemukan barang bukti 82 botol merkuri yang terbungkus kardus dan dilapisi lakban. Tersangka dan barang bukti pun langsung kita bawa ke Polda Sumbar untuk pemeriksaan lebih lanjut," paparnya. 

Dari hasil dua penangkapan tersebut, petugas mendapatkan 157 botol merkuri siap jual dengan harga per botolnya itu mencapai Rp1,5 juta. "Total omset yang dimiliki oleh keduanya mencapai Rp235,5 juta," kata Satake. (*)

 Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 26 Juli 2018 - 09:45:12 WIB

    Demo Aliansi BEM  Sumbar, Tolak Penjualan Aset Pertamina

    Demo Aliansi BEM  Sumbar, Tolak Penjualan Aset Pertamina PADANG, HARIANHALUAN.COM —Aliansi Badan Ekselutif Mahasiswa (BEM)   Sumatra Barat  unjuk rasa memprotes  diterbitkannya Peraturan Menteri ESDM nomor 23 tahun 2018  yang menjadi landasan    penjualan aset  Pertamin.
  • Jumat, 23 Maret 2018 - 19:47:03 WIB

    Sudah Dibatasi Perda, Penjualan Miras di Padang Masih Bebas

    Sudah Dibatasi Perda, Penjualan Miras di Padang Masih Bebas PADANG, HARIANHALUAN.COM----Komisi A DPRD Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur mengunjungi DPRD Kota Padang, belajar tentang Peraturan Daerah (Perda) Minuman Beralkohol..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM