Dugaan Korupsi Asabri Rp16Triliun, KPK dan BPK Lakukan Penyelidikan Bersama


Jumat, 17 Januari 2020 - 07:54:20 WIB
Dugaan Korupsi Asabri Rp16Triliun, KPK dan BPK Lakukan Penyelidikan Bersama Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Foto: iNews.id/Rizki Maulana)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  merespon  cepat dalam menyerap informasi yang berkembang. Tidak hanya Polisi, KPK  juga menyelidiki kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). 

Langkah pertama yang dilakukan KPK adalah melakukan kerja sama berupa penyelidikan bersama dengan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Pelaksana Tugas mengatakan, kerja sama tersebut merupakan respons cepat pimpinan KPK dalam menyerap informasi yang berkembang.

"KPK ketika mendapatkan info terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi di Asabri, pimpinan langsung merespons dengan cepat informasi tersebut dengan berkoordinasi dengan pihak pimpinan BPK dan kemudian disepakati bahwa kita akan melakukan "joint investigation", jadi penyelidikan bersama," kata (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri di gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Ali memaparkan, dalam penyelidikan bersama itu BPK akan melakukan audit kerugian keuangan negara dalam kasus PT Asabri. "Pihak BPK akan melakukan audit dan kemudian kita juga melakukan penyelidikan. Jadi, di sana nanti apakah ditemukan adanya peristiwa pidana atau tidak karena ini adalah proses penyelidikan," ujarnya.

Seperti diketahui, saham-saham yang menjadi portofolio Asabri berguguran sepanjang 2019 dan penurunan harga saham dapat mencapai lebih dari 90 persen sepanjang tahun.

Dikutip dari situs resmi Asabri, perusahaan pelat merah itu berbentuk perseroan terbatas yang seluruh sahamnya dimiliki negara yang diwakili Menteri BUMN selaku pemegang saham atau RUPS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2003.

Asabri merupakan perusahaan asuransi jiwa bersifat sosial yang diselenggarakan secara wajib berdasarkan undang-undang dan memberikan manfaat perlindungan finansial untuk kepentingan prajurit TNI, anggota Polri dan PNS Kemenhan/Polri.

BPK menafsir kerugian negara akibat dugaan penyelewengan dana Asabri berkisar Rp10 triliun hingga Rp16 triliun. (ins)

 Sumber : iNews.id /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM