So Sweet..! Menteri di Jepang Lakukan Ini Saat Istri Lahiran


Jumat, 17 Januari 2020 - 14:18:03 WIB
So Sweet..! Menteri di Jepang Lakukan Ini Saat Istri Lahiran Ilustrasi

TOKYO, HARIANHALUAN.COM - Menteri Lingkungan Jepang, Shinjiro Koizumi berencana mengajukan cuti dua minggu untuk menemani sang istri lahiran. Koizumi menjadi orang pertama di kabinet Jepang yang secara terbuka menyatakan komitmen untuk kehidupan berkeluarga.

Menteri berusia 38 tahun itu mengungkapkan rencana cuti dilakukan untuk menyeimbangkan perannya sebagai pelayanan masyarakat dan tugas sebagai ayah bagi bayi yang baru lahir.

"Saya ingin mengambil cuti selama dua minggu secara fleksibel, tapi ada pengecualian untuk tugas-tugas penting," ucapnya.

Dilaporkan AFP, Koizumi berharap keputusannya itu bisa membantu mengubah persepsi dan mendorong ayah lain di Jepang mengikuti langkahnya ikut turun tangan membantu istri melahirkan.

Kendati demikian, ia berharap selama periode cuti tetap bisa bekerja jarak jauh atau memangkas waktu kerja pada tiga bulan pertama kelahiran anaknya.

Kepala Sekretaris Kabiner, Yoshihide Suga menyambut positif langkah Koizumi. Menurutnya hal itu penting untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif dan memberi dukungan bagi pria mengajukan cuti dalam masa transisi sebagai orang tua.


Suga mengatakan keputusan Koizumi diharapkan bisa berdampak positif bagi sikap dan cara pikir orang tua laki-laki.

Koizumi, anak dari mantan Perdana Menteri diangkat sebagai menteri lingkungan dalam perombakan kabinet pada September lalu. Ia menjadi menteri termuda ketiga di Jepang sejak era akhir Perang Dunia II.

Cuti menikah dan hamil merupakan salah satu hal 'mahal' bagi pekerja di Jepang. Pekerja harus mengikuti peraturan ketat terkait jadwal menikah dan hamil yang telah dibuat perusahaan.

Pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe menginisiasi 'Ikumen Project' yang menginginkan laki-laki turut berperan membesarkan anak-anaknya.

Kantor kabinet mencatat 1,9 persen pria Jepang mengikuti program tersebut pada 2012. Pemerintah menargetkan 13 persen laki-laki di Jepang bisa ikut serta dalam program yang melibatkan partisipasi ayah yang cuti saat istrinya melahirkan.

Di dalam hukum Jepang, karyawan laki-laki yang memiliki anak berhak untuk mengambil cuti merawat anak selama 1 tahun bagi yang telah bekerja lebih dari 12 bulan di perusahaan yang sama. Selama cuti, karyawan dapat memenuhi syarat untuk menerima tunjangan pengangguran dari pemerintah, dan perusahaan tidak diwajibkan untuk membayar gaji karyawan yang cuti.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 09 April 2020 - 07:06:33 WIB

    Status Lockdown Dicabut, Warga Wuhan China Mulai Eksodus

    Status Lockdown Dicabut, Warga Wuhan China Mulai Eksodus INTERNASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Kota Wuhan, China, perlahan sudah pulih dari virus Corona. Namun, kepulihan ini tidak membuat seluruh warganya menetap disana. Mereka justru berbondong-bondong meninggalkan Wuhan setelah pih.
  • Rabu, 01 April 2020 - 16:57:26 WIB

    Keren! Pengawas 'Social Distancing' Digaji Rp 28 Juta

    Keren! Pengawas 'Social Distancing' Digaji Rp 28 Juta JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Singapura serius menghadapi pandemi COVID-19. Mereka mempekerjakan pengawas untuk memastikan social distancing diterapkan di hawker centre..
  • Senin, 30 Maret 2020 - 14:13:58 WIB

    Sewa 1 Hotel Mewah, Raja Thailand Isolasi Diri dengan 20 Pelayan Wanita

    Sewa 1 Hotel Mewah, Raja Thailand Isolasi Diri dengan 20 Pelayan Wanita JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Salah satu raja paling kontroversial di dunia telah menunjukkan bagaimana ia mengambil sikap di tengah situasi runyam karena pandemi..
  • Ahad, 29 Maret 2020 - 23:43:29 WIB

    Dua Solusi Bill Gates untuk Jinakkan Corona

    Dua Solusi Bill Gates untuk Jinakkan Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Nama Bill Gates dan corona seperti tidak bisa dilepaskan belakangan ini. Ya mantan pendiri Microsoft itu begitu jitu meramal kedatangan wabah yang telah menginfeksi ratusan ribu orang di dunia..
  • Sabtu, 28 Maret 2020 - 20:53:41 WIB

    Lukis Peta Karantina, Seniman Ini Ceritakan Pengalamannya saat Isolasi

    Lukis Peta Karantina, Seniman Ini Ceritakan Pengalamannya saat Isolasi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pandemi virus corona yang menjangkiti dunia membuat sebagian besar orang harus mengarantina diri demi memutus rantai penyebaran, termasuk seorang seniman Inggris Gareth Fuller. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM