Menko Polhukam Tegaskan Radikalisme Tidak Terkait dengan Agama


Sabtu, 18 Januari 2020 - 04:55:54 WIB
Menko Polhukam Tegaskan Radikalisme Tidak Terkait dengan Agama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Moh. Mahfud MD. Ist

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Moh. Mahfud MD mengungkapkan bahwa Indonesia adalah laboratorium pluralisme karena kemajemukan yang dipersatukan mencakup ribuan pulau-pulau dengan berbagai kekayaan alam (geografi) serta manusia dengan berbagai ikatan primodial dan budayanya (demografi).

Dirinya juga mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara yang disatukan dengan ideologi. Namun menurutnya, masih ada yang mempersoalkan eksistensi ideologi karena dianggap ingkar janji.

"Tetapi kita mempunyai ideologi Pancasila yang berfungsi sebagai pemersatu dalam keberbedaan untuk mencapai tujuan bersama," kata Menko Polhukam Moh. Mahfud MD, dikutip dari laman resmi Kemenko Polhukam, Sabtu (18/1/2020).

Menko Polhukam menjelaskan kalau fakta bersatu dalam keberbedaan itu sering disebut Pluralisme dan Pluralisme sering disalahpahami dengan mengartikannya bahwa semua agama benar.

"Pluralisme adalah kesadaran akan keberagaman sebagai fithrah yang kemudian melahirkan sikap toleran," ungkapnya.

Menko Polhukam mengatakan Indonesia merdeka sebagai negara dan bangsa yang diikat oleh ideologi seperti yang tertuang dalam 4 tujuan nasional negara dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

"Tujuan negara kita ada 4, yang diawali dengan ‘melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia’ yang bisa diartikan menjaga keutuhan ideologi dan teritori," kata Menko Mahfud.

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan bahwa ada beberapa yang menyoal istilah radikal karena artinya yang ambigu. Tetapi istilah tersebut ada di dalam hukum yakni Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 dan hukum selalu memberikan arti stipulatif terhadap istilah yang dipakainya.

"Ada istilah teror radikalisme, kontra radikalisasi, terpapar, deradikalisasi, dan lain-lain. Setiap kebijakan terkait dengan radikalisme harus dikaitkan dengan arti stipulatifnya. Radikalisme tidak terkait dengan agama tertentu," jelas Menko Polhukam.

Bernegara, lanjutnya, adalah fitrah dan sunatullah. Menurutnya, inti khilafah dalam arti berpemerintahan ada dalam Islam, tetapi tidak ada sistem khilafah tertentu yang harus diikuti, yang penting adalah prinsip dan tujuan syar’i-nya.

"Karena sistem khilafah tertentu itu tidak ada di dalam Qur’an dan Sunnah maka sistem khilafah sebagai fakta merupakan produk ijtihad atau hasil pemikiran manusia yang muncul ke dalam banyak sistem yang semuanya sama sahnya secara syar’i," kata Mantan Ketua MK tersebut.

Sementara sistem pemerintahan berdasarkan Pancasila, Menko Polhukam menjelaskan, sama seperti sistem-sistem lain di dunia muslim sejak zaman Khulafaur Rasyidin sampai sekarang adalah syah secara syar’i sebagai produk ijtihad yang berbeda-beda.

"Istilah yang dipakai bisa ‘Darul Ahdi, Darul Mietsaq, Darus Syahadah’ yang harus ditaati sebagai kesepakatan," ungkapnya. (*)

 Sumber : Kemenko Polhukam /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 10 Maret 2020 - 10:33:59 WIB

    Tekan Angka Perceraian, Kemenko PMK Siapkan Website Bimwin untuk Catin

    Tekan Angka Perceraian, Kemenko PMK Siapkan Website Bimwin untuk Catin JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Keseriusan pemerintah dalam upaya merevitalisasi atau menyempurnakan program bimbingan perkawinan (bimwin) dibuktikan antara lain melalui pembangunan situs web bimwim guna memperluas informasi sep.
  • Selasa, 03 Maret 2020 - 06:59:03 WIB

    Menkominfo 'Langkahi' WHO Gara-gara Sebut Hal Ini?

    Menkominfo 'Langkahi' WHO Gara-gara Sebut Hal Ini? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Komunikasi & Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengklaim saat ini virus corona (Covid-19) telah berada status pandemi, bukan lagi endemi. Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bel.
  • Sabtu, 29 Februari 2020 - 18:12:48 WIB

    Menko PMK : WNI dari 2 Kapal Pesiar Diobservasi Terpisah

    Menko PMK : WNI dari 2 Kapal Pesiar Diobservasi Terpisah JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, WNI dari dua kapal pesiar tersebut akan diobservasi secara terpisah. Secara teknis akan ada d.
  • Jumat, 28 Februari 2020 - 21:57:56 WIB

    Menkopolhukam Mahfud MD Akui Juga Ikut Batal Umrah ke Arab Saudi

    Menkopolhukam Mahfud MD Akui Juga Ikut Batal Umrah ke Arab Saudi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menkopolhukam Mahfud MD mengakui, dirinya juga menjadi bagian dari calon jemaah umrah yang tak bisa berangkat ke tanah suci Mekah karena adanya moratorium dari Kerajaan Arab Saudi terkait pencegaha.
  • Jumat, 28 Februari 2020 - 09:19:39 WIB

    Pasca Konflik Papua, Ini 4 Cacatan Kemenko PMK

    Pasca Konflik Papua, Ini 4 Cacatan Kemenko PMK JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Konflik sosial yang terjadi di Papua dan Papua Barat sejak tahun 2018 lalu telah mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. Berbagai dampak dirasakan masyarakat dari berbagai bidang, kesehatan, .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM