Siapa 'Pembisik' Mahfud Md soal Dugaan Korupsi Rp 10 T di Asabri?


Sabtu, 18 Januari 2020 - 13:02:45 WIB
Siapa 'Pembisik' Mahfud Md soal Dugaan Korupsi Rp 10 T di Asabri? Menko Polhukam Mahfud Md

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Setelah kasus PT Asuransi Jiwasraya meledak, kini giliran PT Asabri yang menimbulkan polemik. Kasus ini berawal dari pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md yang menduga adanya korupsi di Asabri hingga Rp 10 triliun.

Pernyataan itu mendapatkan tanggapan dari manajemen PT Asabri. Mereka membantah atas apa yang lontarkan oleh Mahfud dan menudingnya menyampaikan hal yang tidak benar.

Lalu dari mana Mahfud mendapatkan informasi hingga menduga adanya korupsi di Asabri?

Mahfud Md kemarin lusa dikunjungi Menteri BUMN Erick Thohir. Mereka melakukan pertemuan terkait permasalahan PT Asabri (Persero).

Mahfud menekankan, kedatangan Erick ke kantornya untuk menyampaikan laporan kepadanya. Namun Mahfud tidak menjelaskan lebih jauh apa yang disampaikan Erick.

"Oh dia yang menyampaikan, bukan saya yang menyampaikan," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

Mahfud juga mengatakan bahwa pihaknya tidak berusaha mencari bukti-bukti dari dugaan yang dilontarkannya beberapa waktu lalu. Namun dia mengaku mendapatkan bisikan dari sumber-sumber yang dianggapnya kompeten.

"Polhukam tidak berusaha mencari itu, tapi mendapat laporan dan informasi dari sumber-sumber yang kompeten," tuturnya.

Namun informasi yang dimaksud didapatkannya sebelum dia melontarkan pernyataan adanya dugaan korupsi sebesar Rp 10 triliun di Asabri.

Mahfud juga mendapatkan informasi bahwa ada penurunan modal PT Asabri (Persero) hingga lebih dari Rp 17 triliun. Meski begitu, menurutnya Asabri masih bisa membayarkan uang pensiunan para nasabahnya.

"Saya nggak bilang nggak ada, saya bilang, modalnya Asabri itu dalam 1 tahun turun Rp 17,6 atau Rp 17,4 triliun. Nah prajurit, tentara, TNI dan Polisi jangan khawatir, karena uangnya enggak habis. Ini likuiditasnya masih menjamin mereka dibayar sesuai dengan waktu," tuturnya.

Mahfud mengatakan, penurunan modal itu sedang diselidiki oleh pihak berwenang dalam hal ini adalah Kepolisian. Dia menyerahkan sepenuhnya dari proses yang tengah berjalan.

"Tapi yang turun ini sekarang sedang diselidiki oleh polisi. Saya tidak bilang tidak ada korupsi, itu sudah bukan urusan Menkopolhulam, karena Menkopolhukam itu bukan penegak hukum. Tapi percayalah bahwa itu sedang didalami kemungkinan itu," tutupnya. (h/dtk)

loading...
 Sumber : detikNews /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]