Makin Panas..! Begini Ancaman Iran kepada Tentara Uni Eropa dan AS


Ahad, 19 Januari 2020 - 13:44:21 WIB
Makin Panas..! Begini Ancaman Iran kepada Tentara Uni Eropa dan AS Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Iran kembali memberi peringatan keras terhadap Eropa dan Amerika Serikat (AS) terkait kehadiran keduanya di Timur Tengah. Bahkan dalam pidatonya di televisi pemerintah, Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa tentara keduanya tidak akan aman, bila tidak angkat kaki segera dari kawasan itu.

"Tentara AS tidak aman di kawasan ini hari ini dan pasukan Uni Eropa mungkin berada dalam bahaya besok," kata Rouhani sebagaimana dikutip CNBC International dari Reuters (16/1/2020).

Menurut Rouhani, AS dan Eropa telah melakukan banyak kesalahan pada negara tersebut, sehingga harus meminta maaf atas "kejahatan-kejahatan" yang dilakukan ke Teheran.

Kejahatan yang dimaksud termasuk melakukan pembunuhan terhadap Jenderal Iran Qasem Soleimani pada 3 Januari lalu, yang menyebabkan serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS dan sekutu 8 Januari.

Belum lagi, Iran sangat kecewa dengan Eropa, yang dituding gagal menepati janji kesepakatan nuklir yang dibuat bersama 2015 lalu.

Sebelumnya, Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dilakukan Iran dengan China, Prancis, Rusia, Inggris, AS, termasuk Jerman dan negara Uni Eropa untuk membatasi pengembangan uranium negara tersebut.

Namun karena di 2018, AS menarik diri, perjanjian tersebut menjadi terombang-ambing dan Iran kembali dijatuhi sanksi yang membuat ekonominya terpuruk. Alhasil negara tersebut membuka kembali proyek nuklirnya.

Ia menuturkan Eropa telah gagal bertindak sebagai blok yang independen. "Uni Eropa harus memenuhi komitmennya di bawah perjanjian nuklir," tegas Rouhani.

Tentara AS dan koalisi secara signifikan berada di kawasan Timur Tengah setahun belakangan ini. Dalilnya adalah ancaman pada fasilitas minyak, yang dituduhkan kepada Iran.

Di Irak misalnya, AS memiliki 400 pasukan. Mereka tersebar di Irbil, Baghdad dan Taji.

Sementara Uni Eropa memiliki jumlah pasukan lebih sedikit dari AS, yang tersebar di negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC). Dengan Inggris dan Prancis ditempatkan di Suriah.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 31 Juli 2020 - 08:17:37 WIB

    Anak Muda Jangan Bandel, WHO Sebut Corona Makin Menggila

    Anak Muda Jangan Bandel, WHO Sebut Corona Makin Menggila HARIANHALUAN.COM - Anak muda diingatkan agar tak bandel selama masa pandemi covid-19 ini. Petinggi World Health Organization (WHO) menyebut, salah satu penyebab meningkatnya kasus positif virus corona (COVID-19) di sejumlah .
  • Rabu, 22 Juli 2020 - 11:05:30 WIB

    Jeff Bezos Makin Tajir, Dalam Sehari Bisa Dapat Rp191 Triliun

    Jeff Bezos Makin Tajir, Dalam Sehari Bisa Dapat Rp191 Triliun HARIANHALUAN.COM - CEO Amazon Jeff Bezos membuat rekor penambahan kekayaan miliaran dolar dalam waktu satu hari meskipun dunia sedang dilanda virus corona. Menyadur New York Post, bos Amazon tersebut mencatatkan pundi-pundi k.
  • Jumat, 17 Juli 2020 - 11:04:41 WIB

    Bos FB Kecewa dengan Kinerja Donald Trump Gegara Corona Makin Ganas di AS

    Bos FB Kecewa dengan Kinerja Donald Trump Gegara Corona Makin Ganas di AS HARIANHALUAN.COM - CEO Facebook (FB), Mark Zuckerberg, mengungkapkan kekecewaannya terhadap penanganan wabah COVID-19 oleh Presiden Donald Trump. Hal ini ia akui saat melakukan percakapan video dengan ahli penyakit infeksi da.
  • Sabtu, 04 Juli 2020 - 07:24:35 WIB

    Ancaman Perang Antar Negara Semakin Meluas, Tiga Negara Berpolemik karena Ini

    Ancaman Perang Antar Negara Semakin Meluas, Tiga Negara Berpolemik karena Ini HARIANHALUAN.COM - Ancaman perang antar negara semakin banyak. Selain polemik China dengan banyak negara karena Laut China Selatan serta konflik dua Korea, kali ini ancaman perang terjadi di Afrika..
  • Kamis, 18 Juni 2020 - 07:33:50 WIB

    Militer China Makin Ganas, 3 Jet Tempur Serang Taiwan

    Militer China Makin Ganas, 3 Jet Tempur Serang Taiwan HARIANHALUAN.COM – Tentara Pemebebasan Rakyat China (PLA) tak henti-hentinya menunjukkan kekuatan tempurnya kepada Taiwan. Lagi-lagi jet tempur Chengdu J-10 milik China terbang dengan ilegal di wilayah udara Taiwan..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]