Ultimatum Iran: Pasukan AS-Eropa dalam Bahaya!


Ahad, 19 Januari 2020 - 13:57:48 WIB
Ultimatum Iran: Pasukan AS-Eropa dalam Bahaya! Aksi demo di Iran

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Iran kembali memberi peringatan keras terhadap Eropa dan Amerika Serikat (AS) terkait kehadiran keduanya di Timur Tengah. Bahkan dalam pidatonya di televisi pemerintah, Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan bahwa tentara keduanya tidak akan aman, bila tidak angkat kaki segera dari kawasan itu.

"Tentara AS tidak aman di kawasan ini hari ini dan pasukan Uni Eropa mungkin berada dalam bahaya besok," kata Rouhani sebagaimana dikutip CNBC International dari Reuters (16/1/2020).

Menurut Rouhani, AS dan Eropa telah melakukan banyak kesalahan pada negara tersebut, sehingga harus meminta maaf atas "kejahatan-kejahatan" yang dilakukan ke Teheran.

Kejahatan yang dimaksud termasuk melakukan pembunuhan terhadap Jenderal Iran Qasem Soleimani pada 3 Januari lalu, yang menyebabkan serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS dan sekutu 8 Januari.

Belum lagi, Iran sangat kecewa dengan Eropa, yang dituding gagal menepati janji kesepakatan nuklir yang dibuat bersama 2015 lalu.

Sebelumnya, Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dilakukan Iran dengan China, Prancis, Rusia, Inggris, AS, termasuk Jerman dan negara Uni Eropa untuk membatasi pengembangan uranium negara tersebut.


Namun karena di 2018, AS menarik diri, perjanjian tersebut menjadi terombang-ambing dan Iran kembali dijatuhi sanksi yang membuat ekonominya terpuruk. Alhasil negara tersebut membuka kembali proyek nuklirnya.

Ia menuturkan Eropa telah gagal bertindak sebagai blok yang independen. "Uni Eropa harus memenuhi komitmennya di bawah perjanjian nuklir," tegas Rouhani.

Tentara AS dan koalisi secara signifikan berada di kawasan Timur Tengah setahun belakangan ini. Dalilnya adalah ancaman pada fasilitas minyak, yang dituduhkan kepada Iran.

Di Irak misalnya, AS memiliki 400 pasukan. Mereka tersebar di Irbil, Baghdad dan Taji.

Sementara Uni Eropa memiliki jumlah pasukan lebih sedikit dari AS, yang tersebar di negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC). Dengan Inggris dan Prancis ditempatkan di Suriah. (h/cnbc)

 Sumber : CNBC /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM