Dua Pulau di Sumatera Tenggelam, Empat Lainnya Terancam Menyusul


Selasa, 21 Januari 2020 - 14:35:34 WIB
Dua Pulau di Sumatera Tenggelam, Empat Lainnya Terancam Menyusul ilustrasi pulau

NASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengklaim dua pulau di Sumatera Selatan (Sumsel) telah tenggelam diikuti empat lainnya yang terancam menyusul. Hal ini dipicu oleh pemanasan global hingga mengakibatkan perubahan iklim ekstrem. Dua pulau yang sudah lenyap tersebut yakni Pulau Betet dan Pulau Gundul yang secara administratif terletak di Kabupaten Banyuasin.

Masing-masing diperkirakan tenggelam satu meter dan tiga meter di bawah permukaan laut. "Pulau-pulau ini tidak berpenghuni. Salah satunya Pulau Betet yang menjadi bagian dari Taman Nasional Berbak-Sembilang," ucap Direktur Eksekutif Walhi Sumsel Hairul Sobri, Selasa (21/1).

"Empat pulau lainnya dengan ketinggian empat meter di atas permukaan laut terancam menyusul lenyap jika tidak dilakukan upaya signifikan dari pemerintah untuk mengatasi persoalan pemanasan global," lanjutnya.

Keempatnya yakni Pulau Burung yang kekinian ketinggiannya hampir sama dengan permukaan laut, Pulau Kalong dan Pulau Salah Namo yang memiliki ketinggian dua meter dan Pulau Kramat yang berada tiga meter di atas permukaan laut. Menurut data Walhi, kekinian ada 23 pulau kecil yang terletak di lepas pantai timur Banyuasin, Sumsel. Pulau Salah Namo menjadi satu diantaranya memiliki penghuni. 

Perubahan iklim yang menjadi ekstrem akibat pemanasan global, nyatanya mengancam negara-negara kepulauan seperti Indonesia, di mana jutaan penduduknya tinggal di area pantai tersebar di sekitar 17.000 pulau. Terutama di Sumatera Selatan, tempat eksploitasi pertambangan batu bara, minyak dan gas alam dalam entitas besar, sehingga berperan pada peningkatan emisi gas rumah kaca.

"Faktor lain yang menyebabkan tenggelamnya pulau termasuk ketergantungan pada pupuk kimia di sektor pertanian. Akibatnya, terjadi penurunan tanah dan kerusakan cekungan drainase serta ekstraksi air tanah yang berlebihan untuk industri," jelas Hairul.

Meski Sumsel memiliki 1,2 juta hektar lahan gambut yang berfungsi menyerap karbon alami dan karbondioksida dari atmosfer, kegiatan pembangunan, konversi lahan dan kebakaran hutan telah menyebabkan lahan gambut rusak.

Terbukti berdasarkan catatan Badan Mitigasi Bencana(BPBD) Sumsel, ada sekira 361.889 hektare area yang rusak akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2019. Sedangkan 60 persen dari jumlah tersebut merupakan ekosistem gambut. (*)

 Sumber : Suara.com /  Editor : Agoes Embun


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 21 Januari 2020 - 23:56:20 WIB

    Cegah Terulangnya Galodo Malalo, Pemkab Tanah Datar Turunkan Dua Tim Survei

    Cegah Terulangnya Galodo Malalo, Pemkab Tanah Datar Turunkan Dua Tim Survei TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM -Pasca terjadinya bencana galodo Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, pemerintah daerah dibawah koordinasi BPBD Tanah Datar dibantu TNI, Polri, masyarakat dan relawan membentuk .
  • Ahad, 15 Desember 2019 - 17:21:14 WIB

    Hii..! Usai 'Teror' Kobra, Kini Muncul Ular Kepala Dua

    Hii..! Usai 'Teror' Kobra, Kini Muncul Ular Kepala Dua JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor kembali mengevakuasi satu ular di perumahan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Kali ini petugas damkar mengevakuasi seekor ular pipa..
  • Sabtu, 19 Oktober 2019 - 11:39:05 WIB

    Anak “Gila” Karena Kecanduan Ponsel, Ini Pesan Dokter Jiwa

    Anak “Gila” Karena Kecanduan Ponsel, Ini Pesan Dokter Jiwa KESEHATAN, HARIANHALUAN.COM - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Provinsi Jawa Barat dilaporkan dalam sebulan bisa menangani hingga 12 pasien anak-anak yang kecanduan ponsel. Sementara itu di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Suraka.
  • Senin, 14 Oktober 2019 - 20:21:12 WIB

    Anda Kecanduan Internet? Coba Cek Tanda-tandanya

    Anda Kecanduan Internet? Coba Cek Tanda-tandanya Saat ini, adanya smartphone memang memudahkan aktivitas sehari-hari. Namun, bukan berarti kita tak bisa lepas dari karena perlu adanya batasan agar tak berdampak buruk bagi kesehatan..
  • Senin, 04 Maret 2019 - 20:23:54 WIB

    Diduga Dua Kali Disuntik Rubella, Bocah SD di Sijunjung Ini Tumbang

    Diduga Dua Kali Disuntik Rubella, Bocah SD di Sijunjung Ini Tumbang SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM—Diduga mendapatkan suntikan Imunisasi Measles Rubella (MR) dua kali di sekolahnya, murid kelas 2, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Sumpur Kudus bernama Yudhatul Hikmah (8) terpaksa dirawat dan menda.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM