Soal Kenaikan Iuran BPJS, Wagub Sumbar Usulkan Hapus Tunggakan Peserta Kelas III Mandiri


Selasa, 21 Januari 2020 - 20:25:28 WIB
Soal Kenaikan Iuran BPJS, Wagub Sumbar Usulkan Hapus Tunggakan Peserta Kelas III Mandiri Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menyebutkan persoalan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan perlu segera diantisipasi dengan komitmen ketersediaan anggaran pada APBD provinsi dan kabupaten kota. Apabila tidak terpenuhi, akan terjadi pengurangan setengah dari peserta PBI APBD saat ini.

"Untuk kepesertaan mandiri kelas II dan III, mengantisipasi terjadinya tunggakan dan ketidakmampuan bayar iuran, data dilakukan dengan dengan turun kelas," ujar Nasrul Abit, kemarin.

Untuk sharing PBI APBD Provinsi  Sumbar dan APBD Kabupaten Kota dalam program Jaminan Kesehatsn Tuah Sakato tahun 2020, dibutuhkan anggaran sebesar Rp308.215.698.600, untuk 645.358 jiwa. Dengan rincian Rp71.126.697.600 dari provinsi dan Rp237.088.992.000 dari kabupaten kota.

"Kita mengusulkan penghapusan tunggakan peserta kelas III mandiri, dengan jumlah peserta menunggak di Sumbar sebanyak 406.305 jiwa. Masyarakat miskin tidak mampu bayar sebaiknya tidak ditambah bebannya," jelas Ketua Dewan Penasehat Gerindra Sumbar itu.

Untuk verifikasi kemampuan masyarakat, Nasrul Abit memperbaiki data kepesertaan BPJS melalui verifikasi dan validasi dan meminta BPJS agar segera membayar tunggakan klaim tertunda  kepada rumah sakit pemerintah dan swasta.

Untuk mengantisipasi kecurangan (froud) yang bisa dilakukan oleh peserta, BPJS Kesehatan, dokter dan rumah sakit, perlu mengoptimalisasi fungsi dari tim anti froud yang dibentuk. Selain itu, juga perlu dilakukan perbaikan sistem rujukan, dengan mengatur jenjang rujukan sesuai dengan ketersediaan fasilitas rumah sakit, tenaga pelayanan serta severity level penyakit. 

"Upaya mengurangi rujukan serta penanganan 155 diagnosa penyakit di FKTP juga perlu didukung dengan peningkatan sarana, fasilitas pemenuhan tenaga serta memperkuat system rujukan horizontal antar faskes," terang Nasrul Abit.

Nasrul Abit juga merekomendasikan penerapan KBK (kapitasi berbasis komitmen) berdampak kepada pembenahan kualitas FKTP pada dimensi input, bukan pada dimensi proses dan out put. Pelaksanaan KBK ini diharapkan dapat meredam angka rujukan.

Sejumlah rekomendasi yang disampaikan Nasrul Abit tersebut, berdasarkan permasalahan JKN Sumbar yang terjadi pada tahun 2019 lalu. Hingga 22 November 2019, jumlah penduduk di Sumbar yang terdaftar JKN mencapai 4.457.138 jiwa (80,67 persen). Sedangkan yang belum terjamin, sebanyak 1.062.096 jiwa (19,33 persen).

Alokasi dana kepesertaan Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato (JKSS) tahun 2019, untuk masyarakat miskin dan tidak mampu yang didaftarkan oleh kabupaten kota, mencapai 641.730 jiwa. Untuk masyarakat penghuni panti dengan jumlah 505 jiwa.

Sedangkan pendanaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu (16 kabupaten kota), sharing provinsi sebesar 20 persen, yakni Rp29.015.162.400, kabupaten kota sebesar 80 persen, yakni Rp116.060.649.600. Penghuni panti Rp139.380.000, kabupaten terpencil (tiga kabupaten), sharing provinsi, Rp9.612.500.400 (30 persen) dan kabupaten kota Rp32. 041.668.000. Total APBD sharing Provinsi tambah kabupaten kota sebesar Rp186.869.360.400. (*)

 Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 05 Juli 2020 - 13:34:18 WIB

    Soal Kalung 'Antivirus' Corona, Peneliti Kementan Berikan Klarifikasi

    Soal Kalung 'Antivirus' Corona, Peneliti Kementan Berikan Klarifikasi HARIANHALUAN.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) buka suara soal kalung 'antivirus' Corona yang kini jadi sorotan publik. Kalung tersebut diklaim bukan obat..
  • Sabtu, 04 Juli 2020 - 12:22:42 WIB

    Kabar Gembira Soal Vaksin Corona, Akhir Tahun Sudah Bisa Tersedia

    Kabar Gembira Soal Vaksin Corona, Akhir Tahun Sudah Bisa Tersedia HARIANHALUAN.COM - Ilmuwan di seluruh dunia kini tengah berpacu membuat vaksin Covid-19 dan hampir setiap hari ada kabar menggembirakan. Pekan ini ada banyak data menyatakan uji awal vaksin cukup positif dan pejabat kesehatan.
  • Senin, 01 Juni 2020 - 23:00:32 WIB

    Sering Terlupakan, Cuci Tangan Bukan Cuma Soal 20 Detik

    Sering Terlupakan, Cuci Tangan Bukan Cuma Soal 20 Detik HARIANHALUAN.COM - Meskipun jumlah pasien corona Covid-19 belum mengalami penurunan, tapi pemerintah berencana untuk membuka beberapa tempat seperti, mal, dan tempat pariwisata. Pemerintah pun menyebut hidup berdampingan deng.
  • Ahad, 10 Mei 2020 - 07:14:37 WIB

    Benar dan Salah Soal Informasi Virus Corona

    Benar dan Salah Soal Informasi Virus Corona Para ahli menyoroti pentingnya memperoleh informasi tentang virus dari sumber yang tepat. Berikut ini adalah daftar kesalahpahaman paling umum:.
  • Ahad, 05 April 2020 - 21:55:27 WIB

    Salah Kaprah soal Cairan Pemutih untuk Disinfektan

    Salah Kaprah soal Cairan Pemutih untuk Disinfektan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dalam upaya mensterilisasi ruang publik atau benda-benda di rumah, sebagian orang menggunakan cairan pemutih untuk membersihkannya dari paparan virus corona. Padahal, cairan pemutih tak benar-benar.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]