Diduga Pembunuhan Berencana, Fakta Lain Terungkap Soal Kematian Lina, 10 Jari Kanan Kirinya Membiru


Rabu, 22 Januari 2020 - 16:26:24 WIB
Diduga Pembunuhan Berencana, Fakta Lain Terungkap Soal Kematian Lina, 10 Jari Kanan Kirinya Membiru Teddy jelaskan kondisi Lina sebelum meninggal

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kabar meninggalnya Lina Jubaedah awal tahun ini sempat menggegerkan publik.

Terlebih kematian mantan istri Sule ini dianggap tak wajar atau ada kejanggalan.

Meski sudah hampir satu bulan, kepergian Lina Jubaedah, mantan istri Sule, masih menyisakan prahara.

Hal tersebut bermula dari kejanggalan yang dirasakan sang anak sulung, Rizky Febian, usai menemukan adanya luka lebam pada jenazah mendiang Lina.

Demi mengetahui kebenarannya, pelantun lagu ‘Kesempurnaan Cinta’ ini lantas melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan dari Rizky Febian, pihak kepolisian pun mulai melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.

Sesuai dengan panggilan penyidik, para pihak yang dipanggil polisi diminta untuk memberikan keterangan sebagai saksi atas dugaan tindak pidana pembunuhan berencana.

Dari pemeriksaan saksi tersebut, satu per satu fakta pun mulai terungkap.

Salah satu fakta dibongkar oleh Winarno Djati, SH, seorang pengurus RW yang merangkap sebagai pengacara para saksi yang memandikan jenazah Lina Jubaedah.

Mengutip dari tayangan Silet yang diunggah di kanal YouTube ‘RCTI – INFOTAINMENT’ pada Senin (20/1/2020), Winarno menceritakan kronologi para saksi saat memandikan mendiang Lina.

Ia mengatakan bahwa kala itu para saksi terlebih dahulu memotong kuku almarhumah.

"Yang terjadi dan yang dilakukan sudah disampaikan ke penyidik. Keempat ibu-ibu dan satu pembantu itu memang pertama-tama melakukan pemotongan kuku.

Kuku almarhumah itu dipotong, yang dikoordinir oleh ibu hajah Heti," ujar Winarno.

Selanjutnya, tangan mendiang Lina diangkat ke atas dan diketahui 10 jari tangannya membiru.

Winarno menyatakan hal tersebut juga diketahui langsung oleh Teddy.

"Setelah dipotong kuku, nah saat itu, karena waktu itu tidak boleh berbicara sesama ini (yang memandikan).

Hanya kemudian tangan almarhumah agak sedikit diangkat ke atas, nah dilihatkan semua yang ada ibu-ibu itu, ditambah Pak Teddy melihat bahwa memang di sepuluh driji (jari) kanan kiri itu membiru," jelasnya.

Meski begitu, Winarno tak mengetahui pasti penyebab Lina meninggal dunia.

"Saya hanya mendengar di media, bahwa ibu Lina itu setelah sholat subuh kemudian melepas mukena terus jatuh tengkurap.

Kemudian informasi yang saya terima, pasca kejadian itu pingsan, kemudian dilakukan proses selanjutnya yaitu dibawa ke rumah sakit," pungkas Winarno. (h/grid)

 Sumber : grid.id /  Editor : Heldi


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM