Korsel dan Jepang 'Tolak' Turis China, Bisnis Pariwisata Terpukul


Ahad, 26 Januari 2020 - 22:10:15 WIB
Korsel dan Jepang 'Tolak' Turis China, Bisnis Pariwisata Terpukul Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Virus Corona yang mewabah di China dan hinggap di beberapa negara di dunia tidak hanya membahayakan kesehatan manusia. Wabah virus corona yang lahir di Wuhan, Hubei, China, juga memukul bisnis pariwisata Korea Selatan dan Jepang.

Mengutip Forbes, Minggu (26/1), Korea Selatan, juga Korea Utara, menetapkan status siaga menghadapi serangan virus corona. Di tengah status siaga tersebut, industri pariwisata kedua negara terkena dampaknya.

Interpark Corp, perusahaan e-commerce Korsel, melaporkan pesanan perjalanan dari luar negeri turun tajam, terutama dari China.

Sekitar 130 ribu wisatawan China tadinya akan menyambangi Korsel untuk merayakan libur Tahun Baru Imlek. Tetapi, bandara-bandara di Korsel meningkatkan pengawasan.

Pulau Jeju, salah satu destinasi populer di Korsel bagi turis China juga diprediksi ramai, namun justru sepi.

Sementara, Sungai Yalu yang terletak di perbatasan Korea utara dan China juga ditutup sementara waktu.

Pemerintah Korea Utara menganggap virus corona bisa menyebar dengan cepat meskipun belum ada kasus virus corona di Korea Utara.

Diketahui, China menetapkan status darurat terhadap serangan virus corona. China juga menutup akses keluar dan masuk beberapa kota, termasuk Wuhan. WHO sendiri belum menetapkan status serupa, namun negara-negara di dunia sudah terjangkit, seperti AS, Prancis, Australia, Kanada, Thailand, dan Malaysia.

Korban meninggal dunia akibat wabah virus corona meningkat menjadi 56 orang. Sementara, jumlah kasus yang terinfeksi mendekati 2.000 orang. Korea Selatan dan Jepang sendiri masing-masing telah melaporkan satu kasus terkait.

Virus corona juga dikabarkan telah mengguncang pasar China dan mengacaukan rencana libur Tahun Baru Imlek. Tahun Baru Imlek menjadi musim migrasi manusia tahunan terbesar, di mana ratusan juta pelancong China menjejal diri masuk pesawat, kereta, hingga bus.

Namun, tidak dengan tahun ini, di mana virus corona telah mengakibatkan pemerintah setempat menutup sebagian besar akses keluar dan masuk ke Wuhan, Hubei, China.

Virus corona disebut sama persis seperti SARS yang menyerang China pada 2003 lalu. Kerugian ekonomi akibat SARS mencapai US$40 miliar dan China bersama Hong Kong menanggung beban ekonomi terbesar pada saat itu.

Tak ubahnya SARS, Pemerintah China juga mulai mewanti-wanti kerugian ekonomi dari virus corona.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 05 Desember 2019 - 07:38:25 WIB

    470 Orang Korsel Jadi Korban Jiwasraya, Bos Samsung Juga

    470 Orang Korsel Jadi Korban Jiwasraya, Bos Samsung Juga JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ratusan orang Korea Selatan disebut jadi korban Asuransi Jiwasraya. Setidaknya tercatat 470 orang warga Korea di Indonesia yang menjadi korban asuransi pelat merah ini..
  • Kamis, 20 Agustus 2015 - 18:05:57 WIB

    Korsel dan Korut Saling Tembak di Perbatasan

    PANMUNJOM, HALUAN — Korea Selatan dan Korea Utara, Kamis (20/8), saling tembak di perbatasan. Ke­menterian Pertahanan Kor­sel mengatakan Korut me­nembakan rudal pada pukul 03:52. “Kami mendeteksi li.

  • Senin, 10 Agustus 2015 - 19:06:39 WIB

    Korsel Ancam Balas Serangan Pyongyang

    SEOUL, HALUAN — Korea Selatan menuduh Korea Utara menanam ranjau darat di zona demiliterisasi yang melukai dua tentara, dan berjanji balas dendam. “Itu tindakan pengecut. Kami mengutuk tindakan pengecu.

  • Selasa, 04 Agustus 2015 - 19:22:08 WIB

    Menteri Kesehatan Korsel Dicopot

    BANYAK DIKRITIK SOAL MERS

    SEOUL, HALUAN — Pre­siden Korea Selatan meng­ganti Menteri Kesehatan usai menuai kritikan atas wa­bah Middle East Res.

  • Senin, 15 Juni 2015 - 19:20:54 WIB

    Ribuan Sekolah Korsel Dibuka Kembali

    SEMPAT DITUTUP KARENA MERS

    SEOUL, HALUAN — Ri­buan sekolah di Korea Sela­tan (Korsel) yang sempat ditutup guna menghindari penyebaran wabah MERS, hari ini dibu.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]