Kadinkes Prov: Sumbar Masih Aman dari Virus Corona


Ahad, 26 Januari 2020 - 23:23:41 WIB
Kadinkes Prov: Sumbar Masih Aman dari Virus Corona Peta seberan virus Corona mengancam Dunia. Jangan anggap enteng! (dok. kaldera)

PADANG,HARIANHALUAN.COM - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Merry Yuliesday memastikan kondisi Sumbar saat ini masih aman dari ancaman virus corona, Minggu (26/1). Merry pun menuturkan turut berada di lokasi dan memastikan pemeriksaan para turis dari Cina hingga selesai.

"Kondisi masih aman, kadang sangat disayangkan adanya berita yang simpang siur, seperti kedatangan ratusan turis dari Cina tadi pagi, hasil pemeriksaan dengan thermo scanner suhu badannya semua aman, normal tidak ada yang bersuhu badan tinggi, juga tidak ada yang demam, tidak ada yang kita tutup-tutupi, karena Dinkes sendiri juga serius menangani ancaman virus ini, kita tunggu sampai semua selesai diperiksa tadi," ucap Merry.

Ia berharap, selama kurang lebih 5 hari turis asal Cina tersebut berwisata di sejumlah destinasi wisata di Sumbar, kondisi tetap aman dan kondusif.

Kendati demikian Merry menegaskan tetap mengawasi dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi, mengingat kasus merebaknya virus corona merupakan masalah global yang juga harus diwaspadai.

"Mudah-mudahan aman, tapi tetap Dinkes akan pantau terus, kalau seandainya terjadi apa-apa Dinkes Kabupaten/Kota yang disinggahi turis tersebut akan bersikap sesuai protap dan SOP yang berlaku. Mulai dari mengirim ke rumah sakit daerah, kalau Rumah sakit daerah tidak mampu di opor ke RSUP M. Djamil," jelas Merry.

Terpisah, Merry juga membantah seorang warga Sumbar yang baru saja pulang umrah dari Mekkah telah dipastikan suspect virus corona.

"Kalau kasus pasien yang di RSUP M.Djamil itu, pas mendarat di BIM suhu badannya normal, sampai di rumah baru dia demam, dibawa ke rumah sakit Yos Sudarso, nah kalau sesuai SOP dan protapnya karena dia baru balik dari luar negeri (umrah) makanya langsung dibawa ke RSUP M.Djamil, tidak bisa dibilang suspect corona, bisa saja Mars atau penyakit lain," jelasnya.

Saat ini, kata Merry pasien tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang akan keluar setelah 10 hari.

"Sekarang dia masih diobservasi, bukan suspect, kalau suspect itu artinya kita langsung menuduh bahwa dia terkena virus corona, padahal hasil laboratorium nya akan keluar setelah 10 hari, kita sudah jalankan pemeriksaan sesuai SOP dan protap yang sudah ada," ungkapnya.

Menyikapi isu virus corona, Merry mengimbau agar warga tidak perlu khawatir namun tetap waspada dengan menjaga kebersihan, berprilaku hidup sehat dan menghindari aktivitas di keramaian yang tidak perlu.

"Sebenarnya apa saja bisa terinfeksi, karena sekarang isu virus corona sedang heboh, orang mengaitkan segalanya kesitu, seperti dulu isu flu burung, katanya jangan makan ayam, lah gimana jadi kurang gizi lah kita. Yang terpenting itu, perilaku hidup bersih dan sehat yang harus terus diupayakan, istirahatyang cukup, kurangi akgivitas di keramaian jika tidak perlu, rajin cuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas sehingga tubuh kita ada benteng, kosumsi sayur dan buah apalagi pola hidup orang minang yang kuat dengan makanan pedas dan bersantan, penyakit apapun bisa dengan mudah menyerang," tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar, dr. Pom Harry Satria mengatakan IDI juga serius menyikapi isu virus corona di Sumbar.

"Pneumonia Coronavirus Wuhan adalah pneumonia yag berat yang awalnya terjadi di wuhan, tiongkok. Coronavirus dapat menginfeksi manusia dan binatang. Pada manusia coronavirus mengakibatkan sakit ringan hingga sakit berat (seperti MERS dan SARS). Sampai saat ini kasusnya terus bertambah dan di deteksi terjadi penularan manusia ke manusia," jelas dr. Pom.

Kronologis dari pneumonia Wuhan ini kasus pertama kali desember 2019 kasus ini dihubungkan dengan “seafood market” di Wuhan. 

Minggu pertama Januari China melaporkan ke WHO ada 59 kasus pneumonia yang belum diketahui penyebabnya. Dan di minggu ke 4 januari ini total 571 pasien terkonfirmasi coronavirus di China, 4 kasus terkonfirmasi di Thailand, 1 kasus terkonfirmasi di Jepang, 1kasus di Korea, 1 kasus di Amerika daan 1 kasus di Taiwan. Total 17 orang meninggal dan 95 orang dengan kasus berat Gejala pneumonia Wuhan ini demam , lemas , batuk kering , sesak atau kesulitan bernafas dan ada riwayat bepergian ke China dalama 2 minggu terakhir.

Saat ini, dr. Pom menyebutkan di Wilayah Sumatera Barat belum ada laporan terkait kejadian pneumonia Wuhan atau virus corona tersebut. 

Menyikapi hal diatas, dalam siaran pers PB IDI maka IDI wilayah sumatera barat mengimbau masyarakat dengan beberapa antisipasi.

Pertama, Masyarakat jangan panik, kedua masyarakat tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke RS/ fasilitas kesehatan terdekat.

Ketiga, melakukan peningkatan gaya hidup sehat yakni: sebelum memegang mulut, hidung dan mata, serta telah memegang instalansi publik. Caranya dengan mencuci tangan dengan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan , dapat menggunakan sanitizer alkohol 70 -80 %, menghindari mengusap mata,hidung dan mulut sebelum mencuci tangan, menutup mulut dan hidung dengan tissue ketuka bersin dan batuk, menggunakan masker dan segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika memilki gejala saluran napas, istrirahat bila sedang sakit, menjaga kesehatan denmgan mengkonsumsi buah dan sayur minimal 3 kali perhari dan makan bergisi.

Selain itu, IDI wilayah Sumbar juga menyarankan agar masyarakat menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit infeksi saluran napas, sering muncuci tangan, khususnya setelah kontak dengan pasien dan lingkungan, hindari menyentuh hewan atau unggas atau hewan liar ( wild animals).

Selain itu juga mematuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan, jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama deman atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan.

Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau lainnya dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk menjegah penularan penyakit.

IDI Wilayah Sumbar terus berkoordinasi dengan dinas terkait guna pencegahan dan penaggulangan outbreak pneumonia Wuhan ini. (h/mg-yes)

Reporter : YESI /  Editor : Dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 23 Mei 2019 - 15:52:45 WIB

    Lida Attica Alfi Jabat Plt Kadinkes Kabupaten Solok

    Lida Attica Alfi Jabat Plt Kadinkes Kabupaten Solok SOLOK, HARIANHALUAN.COM - Jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok yang sebelumnya dipegang dr. Hj. Sri Efianti, M.Kes, diserahterimakan kepada Sekretaris Dinkes untuk menjabat sebagai Plt Kadis Lida Attica Alfi, SKM, d.
  • Rabu, 06 Mei 2015 - 19:05:20 WIB

    Mantan Kadinkes Solsel Divonis Empat Tahun Penjara

    Padang, Haluan — Majelis hakim Pengadilan Tipikor Padang menyatakan mantan Kadis Kesehatan Solsel, Azwar Hijar, terbukti bersalah melakukan pemotongan dana  perjalanan dinas di SKPD tersebut. Atas perbu.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]