Pasca Didemo Massa GNPF di Bukittinggi, Kunjungan Wisatawan Cina ke Tanah Datar Dibatalkan


Senin, 27 Januari 2020 - 12:12:20 WIB
Pasca Didemo Massa GNPF di Bukittinggi, Kunjungan Wisatawan Cina ke Tanah Datar Dibatalkan Aksi Massa GNPF Bukittinggi-Agam di depan Novohotel Bukittinggi Minggu malam. Menolak tegas kedatangan wisatawan dari China. Foto Gatot-Haianhaluan.

PADANG,HARIANHALUAN.COM- Aksi ratusan warga dari  Gabungan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bukittinggi-Agam, berdampak positif. Lanjutan agenda  kunjungan wisatawan dari China ke Tanah Datar  dibatalkan.


Pemda Tanah Datar  telah membatalkan  rencana kedatangan  150 wisatawan asal China setelah maraknya aksi penolakan seperti yang terjadi di kota Bukittiggi. “Saya dapat informasi dari Dinas Pariwisata karena banyaknya penolakan di masyarakat Tanah Datar, jadi kedatangan wisatawan Cina dibatalkan,” kata Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Tanah Datar  Yusrizal, Senin (27/1/2020) seperti dilansir Republika.co.id.

Informasi yang diterima, sebelum dibatalkan, rencananya rombongan wisatawan asal China ini bertolak dari Kota Bukittinggi menuju Tanah Datar pada siang ini. 

Di Tanah Datar, wisatawan punya agenda berkunjung ke Istana Pagaruyung, ke Rumah Dinas Bupati Tanah Datar di Gedung Indo Jolito dengan jamuan makan siang oleh bupati, menyaksikan olahraga tradisional Pacu Jawi, dan ke Danau Singkarak.

Tapi  seluruhnya telah  resmi dibatalkan Pemda  Tanah Datar.

Sebelumnya,  150 orang wisatawan asal Kunming, China mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM)  pada Minggu pagi. 

Kedatangan mereka disambut meriah dengan Tari Pasambahan. Gubernur Irwan Prayitno juga langsung  hadir menyambutnya.

Rencananya mereka akan melakukan perjalanan wisata ke Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang.

Namun saat berkunjung ke kota Bukittinggi, kedatangan wisatawan cina tersebut didemo ratusan massa.  Sesuai kesepakatan  tadi malam, kunjungan mereka ke Taman Jam Gadang dan destinasi wisata lainnya dibatalkan.

Mereka  hanya berdiam di dalam Novohotel, karena di depan hotel massa penolak  terus bertahan hingga pagi.   

Warga Bukittingi  menolak karena  kedatangan wisatawan itu terjadi saat makin mengganasnya wabah virus Korona  di China. 

Data  terbaru, korban tewas diserang virus mematikan itu di China sudah lebih 82 orang, dan negara terkontaminasi sudah mencapai 16 Negara. *

 Sumber : Republika /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]