Pasaman Usulkan Pengembangan Destinasi Geopark pada 2020


Senin, 27 Januari 2020 - 14:43:05 WIB
Pasaman Usulkan Pengembangan Destinasi Geopark pada 2020 Rahmat Gusveri

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kabupaten Pasaman berencana kembangkan destinasi Geopark untuk menunjang pertumbuhan dunia pariwisata di daerah itu, pada 2020.

"Berdasarkan pemetaan lapangan, kawasan destinasi yang diusulkan itu meliputi kawasan hamparan perbukitan di Kecamatan Rao Selatan, Rao Utara dan Mapat Tunggul, yakni bentangan kawasan hutan dan perbukitan Abam hingga Sibintaian," kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) setempat, Rahmat Gusveri, di Lubuksikaping, Senin (27/1).

Menurutnya, kawasan yang sudah diusulkan tersebut akan diteliti oleh pihak Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dalam waktu dekat ini, dengan indikator penelitian meliputi susunan batuan geologis, bentang alam dan faktor pendukung lainnya.

Ia menjelaskan, disamping memiliki bentang alam yang indah, dalam kawasan tersebut juga terdapat cagar budaya dan potensi alam yang bisa dikembangkan sebagai destinasi penunjang pengembangan kepariwisataan, seperti adanya perkampungan yang diduga adalah salah satu kampung tertua di Pasaman, Mata Air, hamparan sungai dan gua-gua stalaktit dan stalagmit yang terbentuk secara alamiah.

"Jika kawasan ini berhasil dikembangkan, tentu akan memberi pengaruh positif terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar," ujarnya.

Disamping itu, lanjutnya, juga akan membuka peluang percepatan pembangunan infrastruktur pada kawasan - kawasan permukiman disekitar lokasi, dengan memanfaatkan dana- dana APBD Provinsi dan Kementerian terkait.

"Hingga saat ini, pihak pemerintah sudah membangun jalan - jalan penghubung dan sebagian sudah bisa dituntaskan dan dilewati kendaraan roda empat, diharapkan untuk kedepannya seluruh akses penghubung bisa ditingkatkan agar kawasan yang akan dikembangkan tersebut mampu berfungsi maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat banyak," sebutnya.

Sekretaris Agung pada Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARS) Indonesia, Hari Ichlas Majo Lelo Sati SE, menilai upaya pelestarian cagar budaya di Pasaman sangat minim dan nyaris terabaikan.

"Padahal jika dikelola serius tentu akan memberi dampak positif terhadap pengembangan sistem pembangunan karakter bagi generasi penerus bangsa," kata dia saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (22/01/2020) lalu.

Salah satunya, lanjut dia, dengan melakukan penelusuran dan pengarsipan segala bentuk peninggalan budaya, situs dan bangunan-bangunan tua yang diperkirakan memiliki nilai sejarah. (h/rly)

 

 

Reporter : Ruli /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]