Status Wuhan Sudah Level II, Puluhan Mahasiswa Indonesia Belum Juga Dipulangkan


Selasa, 28 Januari 2020 - 09:30:26 WIB
Status Wuhan Sudah Level II, Puluhan Mahasiswa Indonesia Belum Juga Dipulangkan Korban wabah virus corona terus berjatuhan.Foto/Central Hospital of Wuhan/Weibo/via REUTERS

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Puluhan  mahasiswa Indonesia  kini terperangkap di Wuhan, pusat terjadinya wabah virus corona. Padahal kondisi kota Wuhan sudah dalam Status Level II.

“Kami merasa tidak aman lagi. Status level virus sudah tingkat dua. Semua ingin dievakuasi, kembali ke Indonesia,” tutur pedih Teuku Agusti Ramadhan, salah satu dari 80 lebih mahasiswa Indonesia yang kini terperangkap di Wuhan. 

Apa yang disampaikan ketua himpunan mahasiswa Aceh tersebut bukan hanya mewakili 12 mahasiswa Aceh saja atau hanya mahasiswa Indonesia lainnya, tapi juga mencerminkan harapan dari total 243 WNI yang ada di Provinsi Hubei, China.

Wajar saja mereka meminta segera dievakuasi. Mereka bukan hanya didera ketakutan terpapar virus yang sudah mengakibatkan 80 orang meninggal dunia ini. 

Pasca isolasi Wuhan, kondisi mereka sangat memprihatinkan. Selain tidak bisa kemana-mana karena seluruh sarana transportasi publik berhenti total, mereka juga kesulitan mendapat bahan makanan, karena banyak toko sembako tutup. Kalaupun ada yang menyediakan, harganya melambung.

Pemerintah Indonesia bukannya tidak memperhatikan kondisi mereka. Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sudah berupaya mencari cara untuk bisa mengevakuasi mereka secepatnya. ”Kami membahas rencana dan langkah koordinasi dengan Pemerintah China mengenai pilihan evakuasi WNI,” ujar Juru Bicara (Jubir) Kemlu, Teuku Faizasyah, di Jakarta kemarin.

Selain Indonesia, persiapan evakuasi juga dilakukan sejumlah negara lain seperti Jepang, Amerika Serikat, Prancis, Rusia, Thailand, India, Australia. Namun sejauh ini belum ada evakuasi yang dilakukan.

Kemlu sendiri sudah menyiapkan skenario evakuasi WNI dari Wuhan. Namun, bagaimana teknisnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui tidak mudah mengevakuasi WNI yang saat ini berada Wuhan. Bahkan Indonesia juga mengalami kesulitan mengirim logistik karena Pemerintah China membuat aturan khusus yang memperketat pihak lain masuk Wuhan. Kendati demikian dia menegaskan pemerintah melalui KBRI di Beijing terus berupaya mencari jalan untuk bisa mengevakuasi dan memenuhi kebutuhan logistik untuk WNI di sana.

“Sementara (ada WNI) yang masih di sana. KBRI sudah membicarakan secara detail dan mengikuti,” ucap Jokowi. usai kunjungan ke PT PAL Indonesia(Persero) di Surabaya, Jawa Timur, Minggu kemarin.

Beda dengan  Prancis dan Spanyol yang  telah bekerjasama dengan Pemerintah China untuk memulangkan warga mereka yang kini berada di Wuhan. 

Menurut Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn, warga Prancis akan keluar dari Wuhan pada pertengahan pekan depan.

“Warga kami di Wuhan sekitar 800 orang. Semuanya sudah mengontak kantor perwakilan kami di China,” kata Buzyn seperti dilansir CNN . 

“Perdana Menteri Prancis memutuskan untuk memenuhi permintaan mereka untuk keluar dari Wuhan. Saat ini kami mempersiapkan penerbangan langsung dari Wuhan,” tambahnya.

Sementara itu, seperti dilansir Xinhua, penyebaran virus korona meluas. Sampai Minggu(26/1) malam, Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Chiname nyatakan jumlah pasien pengidap pneumonia mencapai 2.744 orang, 769 di antaranya terjangkit dalam 24 jam. Sebanyak 80 orang tewas dan 461 orang dalam kondisi kritis.

Sedikitnya 57 pasien juga terjangkit di luar China, mulai dari Thailand (8), Hong Kong(8), AS (5), Australia (5), Makau (5), Singapura (4), Taiwan (4), Malaysia (4), Korea Selatan (4), Prancis (3), Jepang (3), Vietnam (2), Nepal (1) hingga Kanada (1). Hampir seluruh pasien disebut baru saja bepergian dari Wuhan.*

 Sumber : Sindo /  Editor : Dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 09 Maret 2020 - 22:43:20 WIB

    Satu WNI di Australia Positif Corona, Menlu : Statusnya Permanent Resident

    Satu WNI di Australia Positif Corona, Menlu : Statusnya Permanent Resident JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Satu warga negara Indonesia (WNI) di Melbourne, Australia positif terkena virus Corona(COVID-19). Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan orang tersebut merupakan WNI namun memegang .
  • Sabtu, 01 Februari 2020 - 13:02:49 WIB
    Dikunjungi Kemendes DTT dan Projo Mentawai

    Mentawai Siap Lepas Status Daerah Tertinggal

    Mentawai Siap Lepas Status Daerah Tertinggal PADANG, HALUAN -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) mengadakan kunjungan yang didampingi oleh DPC Pro Jokowi (Projo) Kepulauan Mentawai..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]