Gawat..!! Nagari Terdampak Stunting di Pasaman Bertambah Dua Kali Lipat


Selasa, 28 Januari 2020 - 18:16:45 WIB
Gawat..!! Nagari Terdampak Stunting di Pasaman Bertambah Dua Kali Lipat SEKDA Maraondak Harahap saat memimpin diskusi aktual tentang strategi percepatan penurunan stunting dari perspektif sosial budaya dan ekonomi masyarakat. YUDI LUBIS

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kabupaten Pasaman, sepertinya harus kerja lebih ekstra untuk menurunkan angka stunting di daerahnya. Pasalnya, prevensi stunting yang sebelumnya hanya tersebar di 10 nagari, kini malah menjadi 27 nagari dari total 37 nagari di daerah itu.

Artinya, terjadi penambahan nagari terdampak stunting di wilayah kepemimpinan Yusuf Lubis-Atos Pratama sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pasaman, menjadi sebanyak 17 nagari.

Data tersebut berdasarkan hasil survei pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat. Sementara angka balita terdampak stunting berdasarkan hasil riset kesehatan dasar pada 2013 lalu di daerah itu mencapai 15.025 orang balita, dengan tingkat pravalensi 55,2 persen.

Hal ini terungkap dalam gelaran diskusi aktual tentang strategi percepatan penurunan stunting dari perspektif sosial budaya dan ekonomi masyarakat, bertempat di lantai III kantor Bupati Pasaman, Selasa (28/1).

"Untuk Kabupaten Pasaman ada sepuluh nagari yang selanjutnya di jadikan sebagai daerah intervensi penurunan angka stunting. Itu, karena sepuluh nagari itu anak penderita stunting sangat tinggi sekali," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, Maraondak saat membuka diskusi mewakili Bupati Pasaman.

Penetapan kesepuluh nagari itu sebagai daerah intervensi penurunan angka stunting di Pasaman, berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 440/1959/SJ, tentang intervensi penurunan stunting terintegrasi tahun 2018.

"Namun setelah dilakukannya intervensi penurunan angka stunting di sepuluh nagari itu pada 2019 lalu, malahan bertambah menjadi 27 nagari yang angka stuntingnya juga lumayan tinggi juga," katanya.

Menurut Maraondak, hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat beberapa nagari ternyata juga memiliki prevensi stunting yang tinggi sama halnya dengan sepuluh nagari yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Meski demikian, Pemkab Pasaman sangat, amat serius untuk mengurangi angka stunting di daerah ini. Dilaksanakannya acara diskusi aktual ini salah satu tujuannya untuk itu," ujar pria bermarga Harahap ini.

Kepala Bappeda Pasaman, Choiruddin Batu bara menyampaikan, bahwa dilaksanakanya kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang penanganan stunting secara tepat dan cepat.

"Permasalahan gizi dan tumbuh kembang anak harus jadi perhatian serius. Selain itu, komitmen semua pihak dalam penanganan stunting ini perlu dibangun," ucapnya.

Berikut data ke-17 nagari pengembangan lokus stunting terbaru 2019, yakni Nagari Simpang, Alahan Mati, Ganggo Mudiak, Tanjung Beringin, Aia Manggih, Sundata, Panti Timur, Padanggelugur, Bahagia Padanggelugur, Sitombol Padanggelugur. Nagari Sontang Cubadak, Tarung-Tarung, Padangmentinggi, Pintu Padang, Muaro Tais, Lubuk Gadang, Silayang.

Sementara sepuluh nagari lokus stunting sebelumnya meliputi, Nagari Binjai, Ladang Panjang, Malampah, Ganggo Hilia, Koto Kaciak, Nagari Panti, Koto Rajo, Muaro Sungai Lolo, Nagari Cubadak dan Simpang Tonang. (h/yud)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]