Soal Virus Corona, Kota Solok Tingkatkan Kesiagaan


Selasa, 28 Januari 2020 - 18:59:02 WIB
Soal Virus Corona, Kota Solok Tingkatkan Kesiagaan Virus Corona kini menyerang Wuhan China dan bisa menyebar ke Indonesia. Waspada!

SOLOK, HARIANHALUAN.COM — Munculnya virus corona di Wuhan, Cina menjadi sorotan dunia, tak terkecuali di Indonesia. Virus yang menyebabkan kematian ini membuat sejumlah daerah di tanah air meningkatkan kesiagaannya.

Salah satu daerah yang ikut siaga adalah Kota Solok. Kota berjulukan Serambi Madinah ini sudah menurunkan tim surveillance dan menyiagakan Puskesmas yang ada.
 
“Antisipasinya tim surveillance sudah disiapkan, dan antisipasi melalui Puskesmas juga disiapkan. Kalau ada gejala yang mengarah segara ditangani sesuai SOP yang ditetapkan,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Ambun Kadri, kepada Haluan, Senin (27/1).

Soialisasi tentang bahaya dan pencegahan virus corona disampaikan melalui Puskesmas di Kota Solok.

“Untuk imbauannya kami melalui Puskesmas,” ucap Ambun.

Salah seorang warga Kota Solok, Unang (27), merasa khawatir melihat perkembangan virus corona, terutama melihat berita di media masa. “Khawatir juga, apalagi infonya di beberapa daerah diinfokan sudah ada yang suspect meski belum ada yang positif, tapi jangan sampai lah masuk ke Sumbar khususnya di Solok ini,” katanya.

Tak hanya Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Natsir Kota Solok, ikut siaga menghadapi peredaran virus mematikan tersebut.
Meski tidak menjadi rumah sakit rujukan virus corona, tetapi RSUD M Natsir tetap melayani jika ada pasien yang memeriksakan kesehatan yang dicurigai terserang virus corona.

“Kami siap melayani pasien apapun dan memeriksanya. Kalau ada gejala serupa seperti sesak nafas, batuk, demam tinggi tentu kami periksa. Namun, untuk dugaan terinfeksi corona tentu kita lihat riwayatnya dulu, apakah ada kontak dengan orang terinfesksi, atau baru pulang dari luar negeri,” ujar Direktur RSUD M Natsir, Solok, Basyir Busnia kepada Haluan.

Ia menjelaskan, sampai saat ini RSUD M Natsir masih siaga, bahkan pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada karyawan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Pada apel pagi kami sudah sampaikan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Lakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), tapi jangan sampai panik,” ucapnya.

Dalam penanganannya, kata Basyir, jika ada ditemukan gejala dan riwayat virus itu menyerang pasien. Pihaknya langsung membawanya ke rumah sakit rujukan. 

RSUD M Natsir dikatakannya, punya ruang isolasi untuk untuk penyakit tertentu. Namun, punya keterbatasan alat sehingga jika ada pasien terindikasi virus seperti flu burung, corona dan sejenisnya akan dibawa ke dua rumah sakit rujukan. 

“Di Sumbar ini hanya ada dua rumah sakit yang menjadi rujukan pertama di Padang, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil. Lalu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Ahmad Mochtar, Bukittinggi. Dua rumah sakit ini menjadi rujukan sesuai SK dari Kementerian Kesehatan,” tuturnya. 

Dikatakannya, saat ini sudah ada surat edaran dari Kemenkes dalam menghadapi penyebaran virus corona tersebut.Bahkan Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mengeluarkan imbauan.

IDI dalam keterangannya mengimbau warga untuk selalu menjaga keehatan khusunya kebersihan tangan, terutama saat memegang hidung, mulut dan mata. Cuci tangan dengan sabun di air mengalir selama 20 detik. Cuci tangan juga bisa memakai sanitizer alckohol 70-80 persen.

Menutup mulut dan hidung ketika bersin, menggunakan masker dan berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gejala gangguan pernafasan. Hindari kontak dengan orang yang sakit infeksi saluran pernafasan, hindari menyentuh unggas atau hewan liar.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar, dr. Pom Harry Satria menyampaikan, virus corona dapat menginfeksi hewan dan manusia.

"Pneumonia Coronavirus di Cina itu adalah pneumonia berat. Corona bisa menginfeksi hewan dan manusia. Jika terjadi pada manusia, coronavirus mengakibatkan sakit ringan hingga sakit berat (seperti MERS dan SARS)," ucapnya.

Mengantisipasi masuknya corona ke Indonesia, Kementerian Kesehatan pada Kamis (23/1) juga sudah menyiapkan 135 thermo scanner  di 135 pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara. Selain itu memberikan health alert card, memberikan KIE kepada penumpang, dan menyiapkan 100 rumah sakit  rujukan infeksi emerging. Selain itu berkolaborasi lintas sektor serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak kesehatan akibat virus tersebut.(h/rvo)

Reporter : Rivo Septi Andries /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]