Wawancara Eksklusif dengan Rizo, Mahasiswa asal Riau di Wuhan: Saya Ingin Segera Dievakuasi!'


Selasa, 28 Januari 2020 - 22:00:34 WIB
Wawancara Eksklusif dengan Rizo, Mahasiswa asal Riau di Wuhan: Saya Ingin Segera Dievakuasi!' Rizo, salah satu mahasiswa asal Riau yang masih terjebak di Wuhan, China. Foto/WhastApp Rizo.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Rizo, satu dari enam mahasiswa Indonesia asal Riau masih terjebak di 'Kota Zombie' Wuhan, China. Kini Negeri Tirai Bambu itu bak kota mati tak berpenghuni sejak mengganasnya virus Corona atau wabah pneumonia, baru-baru ini.

Kondisi tersebut memaksa Rizo mengurung diri di kamar asrama, dia tak berani keluar ruangan.

Bagi Rizo, berada di tengah kota yang muncul pertama kali virus mematikan bukanlah perkara mudah. Pagi petang perasaanya bergejolak, tak banyak yang bisa dia unggapkan, hanya ingin segera dievakuasi.

Betapa tidak, asrama yang dia tempati berada di jantung kota Wuhan, yang merupakan sarang 'Zombie' virus corona.

"Alhamdulillah keadaan saya saat ini sehat, terimakasih ya atas perhatiannya. Saya masih terus berharap segera dievakuasi," begitu jawaban hangat mahasiswa yang tengah memasuki semester 4 itu saat dihubungi HarianHaluan.com, Selasa malam (28/1/2020).

Kali ini mimpi mahasiswa S2 jurusan Curriculum and Teaching Methodology di Central China Normal University tak muluk-muluk. Lagi-lagi Rizo hanya berharap situasi ini cepat selesai dan berharap dievakuasi dari Kota Wuhan, China oleh Pemerintah Indonesia.

"Saya masih terus berharap agar situasi ini cepat selesai, dengan dievakuasi kan nya seluruh WNI disini ataupun dengan ditemukannya obat dari virus ini," curahan hati Rizo.

Rizo tak sendiri, masih ada kawan-kawan mahasiswa asal Riau yang menempuh pendidikan di Wuhan. Mereka tersebar di Central China Normal University, China University of Geoscience, Hubei University dan Wuhan University of Technology.

"Saya masuk semester empat sekarang, di China daerah hongshan district-wuhan city tepatnya itu alamat kampus saya sih, karena tinggal di dormitory (asrama) yang disediakan kampus," sebut Rizo.

Terkait kondisi Kota Wuhan secara umum, Rizo mengatakan situasi kota sedang dalam isolasi. Seluruh transportasi, baik pesawat terbang, kapal laut, kereta api, bus, maupun perkuliahan dihentikan. Sementara mengenai persediaan makanan dan minuman, dia menyebut kebutuhan logistik bagi warga terpenuhi, hanya saja harganya meningkat dari harga biasa

"Lebih fokus ke mengerjakan penelitian untuk menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa," ujar Rizo.

Tak hanya itu, Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Wuhan dan KBRI Beijing juga berupaya untuk memenuhi persediaan logistik bagi WNI yang berada di Wuhan dan sekitarnya. Karena, mahasiswa asal Riau jauh-jauh hari telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan KBRI di Wuhan. (*)

Reporter : Milna /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]