Usai Terbang ke Wuhan, Pramugari Lion Air Diduga Terjangkit Virus Corona?


Selasa, 28 Januari 2020 - 23:41:26 WIB
Usai Terbang ke Wuhan, Pramugari Lion Air Diduga Terjangkit Virus Corona? Ilustrasi

DENPASAR, HARIANHALUAN.COM - Seorang pramugari diduga terjangkit virus Corona usai melakukan perjalanan dari Wuhan, China. Diketahui, pramugari maskapai Lion Air itu melakukan perjalanan dua kali ke Wuhan sejak virus Corona merebak. Pertama, ia terbang pada tanggal 6 Januari dan kembali ke Indonesia pada tanggal 8 Januari.

Selanjutnya, ia kembali melakukan perjalanan menuju Wuhan dari Bali untuk mengantar penumpang pada tanggal 24 Januari 2020. Ia kembali ke Indonesia pada 26 Januari 2020.

Setibanya di Indonesia, pramugari tersebut mendadak mengalami demam tinggi. "Jadi, setibanya pramugari itu di Indonesia dia mengeluh demam tinggi lalu memeriksakan diri ke rumah sakit swasta," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr Nyoman Suratmika dilansir dari liputan6.com, Selasa (28/1/2020).

Pramugari yang tak disebutkan namanya itu lantas dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar. Ia kemudian dirujuk kembali ke BRSU Tabanan. Seperti diketahui, berdasarkan Kementerian Kesehatan ada tiga rumah sakit di Bali yang ditunjuk untuk menangani pasien dengan diagnosis terjangkit virus Corona yakni RSUP Sanglah Denpasar, BRSU Tabanan dan satu rumah sakit pemerintah di Kabupaten Gianyar.

"Kemarin malam pasien itu dirujuk ke BRSU Tabanan dari Sanglah. Mungkin ingin melihat kesiapan kami di Tabanan dalam hal penanganan pasien," tutur dia. Dari hasil pemeriksaan intensif dan uji laboratorium, pramugari tersebut dinyatakan negatif terjangkit virus Corona. "Hasil diagnosanya adalah bronkitis. Jadi negatif terjangkit virus tersebut," katanya.

Kendati begitu, pramugari itu belum diperkenankan meninggalkan rumah sakit. "Kita masih observasi. Sekarang tahapan observasi namanya. Kita rawat di sini sampai betul-betul sembuh dan diperkenankan pulang," tuturnya.

Kami sedang berupaya mendapatkan konfirmasi pihak Lion Air terkait kabar pramugari yang diduga terinfeksi virus corona.

Sebelumnya, Coorporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro membenarkan jika maskpainya terbang ke Wuhan untuk mengantarkan penumpang. Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group memberikan keterangan resmi sehubungan layanan penerbangan internasional dari Denpasar melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali (DPS) tujuan Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan di Distrik Huangpi, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok (WUH), sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan dijalankan menurut aturan yang berlaku.

Danang menjelaskan, operasional penerbangan Lion Air rute Denpasar ke Wuhan bertujuan untuk pemulangan tamu atau penumpang. Penerbangan ini membawa tujuh kru dan 81 penumpang. Penerbangan Wuhan-Denpasar dioperasikan sebagai ferry flight yakni hanya membawa kru dan tidak menerbangkan tamu atau penumpang.

"Sesuai dengan pemberitahuan resmi otoritas setempat (notam) di Wuhan, bahwa status bandar udara saat ini hanya diperbolehkan melayani kedatangan (arrival), untuk keberangkatan (departure) tidak membawa penumpang serta sebagai alternatif pendaratan kondisi darurat (emergency landing)," kata dia, Minggu 26 Januari 2020.

Untuk layanan berikutnya, Danang melanjutkan, Lion Air akan melakukan penghentian/ pembatalan sementara (suspend) penerbangan internasional pergi pulang (PP) rute Denpasar–Wuhan–Denpasar hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Sebagai informasi, Lion Air mengoperasikan tiga kali layanan dalam seminggu, setiap Rabu, Jumat dan Minggu. Penerbangan JT-2619 berangkat pukul 10.10 Waktu Indonesia Tengah (WITA, GMT+ 08) dari Denpasar ke Wuhan. Rute kembali, bernomor JT-2618 dijadwalkan lepas landas pukul 22.55 waktu setempat (Time in Wuhan, Hubei, GMT+ 08) dari Wuhan ke Denpasar.

"Lion Air sudah menginformasikan kepada seluruh tamu atas perubahan dan pembatalan penerbangan sementara pada rute dimaksud. Lion Air senantiasa berkomitmen dalam memastikan keselamatan, keamanan serta kenyamanan (ensure the safety, security and comfort) penerbangan terhadap kru pesawat dan tamu," kata dia.

"Lion Air senantiasa memantau situasi di Wuhan, berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait serta memberikan perkembangan terkini kepada penumpang. Keputusan penghentian sementara merupakan bagian dari langkah antisipasi berdasarkan pemberitahuan larangan perjalanan dari otoritas Wuhan mengenai dampak wabah virus Corona," tambah Danang. (h/lip6)

 

 Sumber : Liputan6 /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 21:46:39 WIB

    Usai Terkikis Gelombang Besar, Akses Jalan di Sungai Pisang Belum Dibersihkan

    Usai Terkikis Gelombang Besar, Akses Jalan di Sungai Pisang Belum Dibersihkan HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan hasil laporan di lapangan kondisi pantai Teluk Kabung Selatan, Sungai Pisang masih tergenang air laut dan sampah pasca terjadinya pasang naik dan gelombang besar dibeberapa titik lokasi..
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 21:37:26 WIB

    Usai Lebaran, 6.721 Warga Jakarta Positif Corona, 508 Orang Meninggal

    Usai Lebaran, 6.721 Warga Jakarta Positif Corona, 508 Orang Meninggal HARIANHALUAN.COM - Jumlah orang yang terjangkit virus corona covid-19 di Jakarta terus bertambah. Hingga Selasa (26/5/2020), totalnya sudah menyentuh 6.721 orang yang dinyatakan positif terjangkit virus dari China ini..
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 11:53:53 WIB

    Tragis! Sekeluarga Positif Corona Usai Salat Id di Masjid

    Tragis! Sekeluarga Positif Corona Usai Salat Id di Masjid HARIANHALUAN.COM - Satu keluarga di Kota Bekasi, Jawa Barat, terpapar virus Corona (COVID-19). Satu keluarga itu sempat melaksanakan salat Id berjemaah di Masjid Al Muhajirin, Perumnas 1, Bekasi Barat..
  • Senin, 25 Mei 2020 - 12:33:43 WIB

    Kasus Covid-19 Diprediksi akan 'Meledak' Usai Lebaran

    Kasus Covid-19 Diprediksi akan 'Meledak' Usai Lebaran HARIANHALUAN.COM - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra memprediksi kasus positif Covid-19 di Indonesia akan membludak setelah Lebaran Idulfitri 2020. Hal ini lantaran masyarakat ma.
  • Sabtu, 23 Mei 2020 - 07:01:43 WIB

    Usai Salat Subuh, Gempa 5,3 SR Guncang Mentawai

    Usai Salat Subuh, Gempa 5,3 SR Guncang Mentawai HARIANHALUAN.COM -- Kepulauan Mentawai pagi ini, Sabtu (23/5/2020) kembali diguncang gempa. Warga Dusun Jati, Desa Tuapejat yang merasakan kuatnya getaran sempat berhamburan ke luar rumah..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]