Tingkatkan Capaian KB, Bkkbn, IBI dan Dinkes Sumbar  Bersinergi


Rabu, 29 Januari 2020 - 10:29:05 WIB
Tingkatkan Capaian KB, Bkkbn, IBI dan Dinkes Sumbar  Bersinergi Tingkatkan Capaian KB, Bkkbn, IBI dan Dinkes Sumbar  Bersinergi. YESI

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Bkkbn), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar melakukan koordinasi dan sinergi dalam rangka meningkatkan capaian KB di Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (28/1).

Dari data yang dihimpun Bkkbn, selama 2019 lalu peserta KB baru (PB) pencapaiannya di angka 93.12%.

Pencapaian PB tertinggi yaitu menggunakan suntik yaitu 101.08%, kemudian Pil 93.98%, implan 87.42%, kondom 85.63%, MOW 77.98%, IUD 72.12%, MOP 41.13%. Sedangkan pencapaian PB KB pria sebesar 83.49% dan PB KB wanita sebesar 94.15%.

Etna Estelita, Kepala Perwakilan Bkkbn provinsi Sumbar mengatakan capaian KB di Sumbar tahun 2019 lalu masih sangat jauh dari target. Oleh karena itu, Bkkbn, IBI dan Dinkes Sumbar sepakat untuk mengadakan bakti sosial (baksos).

"Pertemuan kesepakatan tentang bhakti sosial KB ini biasanya dilakukan 3 bulan, maret april mei, tapi karena masih jauh dari target makanya dimajukan jadi 6 bulan, agar ada pelayanan serentak lebih intens dan ada pelayanan statis yang didapatkan," ungkap Etna .

Baksos yang dimajukan menjadi 6 bulan merupakan salah satu bentuk terobosan-terobosan baru yang dilakukan bkkbn.

"Untuk menutup capaian yang masih kurang tahun lalu, biasanya 3 bulan sekarang 6 bulan. Yang kita tuju masih jauh dari capaian, rasanya kalau 3 bulan agak susah mengejarnya. Salah satu upaya bkkbn melakukan baksos tapi tetap dalam koridor melakukan pelayanan yang berkualitas. Dengan teorbosan-terobosan ini dapat meningkatkan pencapaian KB," jelas Etna.

Menurut Etna, Bkkbn berkolaborasi dengan Dinkes dan IBI adalah satu-satunya cara menurunkan angka kematian ibu yang melahirkan.

Menurut Etna ada beberapa hasil yang diharapkan melalui pelaksanaan kegiatan bakti sosial ini.

"Hasil yg diharapkan terbentuknya komitmen dan kesepakatan rencana operasional, tersosialisasi program, meningkatnya cakupan peserta kb, meningkatnya kualitas pelayanan kb, meningkatnya kerjasama bidan dan mitra kerja," tuturnya.

Dikesempatan yang sama Ketua IBI Sumbar, Hasnawati mengatakan pentingnya pelaksanaan Baksos.

"Tujuannya antara lain, pertama membantu menurunkan angka kematian ibu dan kematian bayi, dengan cara memberikan pelayanan kepada ibu hamil yang berkualitas dan terstandar, pertolongan persalinan yang aman, perawatan bayi baru lahir. Kedua, membantu pencapaian cakupan akseptor melalui pelayanan KB yang berkualitas. Ketiga, menekan laju pertumbuhan penduduk. Keempat, menurunkan unmeet need. Kelima, pembinaan peserta KB aktif dengan adanya kampung KB," jelasnya.

Hasnawati juga menambahkan lingkup tugas bidan dalam pelayanan KB dan kesehatan reproduksi (kespro).

"Lingkup tugasnya antara lain, konseling KB & kespro, pelayanan kontrasepsi pil dan suntik, pelayanan pemasangan dan pencabutan IUD bagi yang sudah dilatih, pemasangan dan pencabutan implan bagi yang sudah dilatih," ungkap Hasnawati.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Hendrapala Wahid mengatakan setiap hari 830 ibu di dunia, meninggal akibat pengakit/komplikasi terkait kehamilan dan persalinan.

"Setiap hari 830 ibu di dunia, (38 ibu di Indonesia) meninggal akibat pengakit/komplikasi terkait kehamilan dan persalinan, artinya jika angka kematian ibu tinggi, banyak ibu yang seharusnya tidak meninggal tapi meninggal karena tidak mendapatkan upaya pencegahan dan penanganan yang seharusnya," kata Hendra.

Ditambahkannya, selama 2019 jumlah kematian ibu di Sumbar sebanyak 116 kasus.

Hendra menegaskan, kedepannya perlu peningkatan kerjasama lintas OPD dinas kesehatan, bkkbn, pemda, dinsos dan lain-lain. (h/mg-yes)

Reporter : YESI /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 22 Oktober 2019 - 11:37:58 WIB

    Ternyata, Makan Keju Tingkatkan Resiko Kanker Prostat

    Ternyata, Makan Keju Tingkatkan Resiko Kanker Prostat HEALTH, HARIANHALUAN.COM -- Beberapa orang senang menambahkan keju dan mentega dalam makanannya. Padahal dua bahan makanan tersebut bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan..
  • Senin, 01 Oktober 2018 - 15:15:12 WIB
    HADIRKAN HAEMODIALISA DI RSUD

    Pemkab Dharmasraya Tingkatkan Layanan Kesehatan

    Pemkab Dharmasraya Tingkatkan Layanan Kesehatan DHARMASRAYA, HARINHALUAN.COM - Peningkatan layanan di bidang kesehatan terus diupayakan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di bawah kepemimpinan Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Wakil Bupati, H. Amrizal Dt Rajo Medan. .
  • Selasa, 09 Januari 2018 - 10:59:04 WIB

    Implementasi Card Reader KTP-El, Tingkatkan Akurasi Data Peserta JKN-KIS

    Implementasi Card Reader KTP-El, Tingkatkan Akurasi Data Peserta JKN-KIS JAKARTA-HARIANHALUAN.COM- Mengawali tahun 2018, BPJS Kesehatan beserta Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengembangkan satu lagi inovasi baru guna mempermudah dan mempercepat proses layanan pendaftaran .
  • Ahad, 05 November 2017 - 13:09:29 WIB

    Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, IDI Pasbar Gelar RTD

    Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, IDI Pasbar Gelar RTD PASBAR, HARIANHALUAN.COM--Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pasaman Barat (Pasbar) mengadakan acara Round Table Discussion (RTD) yang berlangsung di aula rumah dinas Bupati Kabupaten setempat, Kamis (4/11).
  • Selasa, 19 September 2017 - 18:20:13 WIB

    Dukung Program JKN-KIS, RSUD Sawahlunto Tingkatkan Pelayanan

    Dukung Program JKN-KIS,  RSUD Sawahlunto Tingkatkan Pelayanan SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM-  Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas Program Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawahlunto terus berkomitmen meningkatkan pelayan.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]