Guspardi Gaus Soroti Minimnya Pemasukan Negara dari Pengelolaan Aset


Rabu, 29 Januari 2020 - 11:11:37 WIB
Guspardi Gaus Soroti Minimnya Pemasukan Negara dari Pengelolaan Aset Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus (tengah) sorot minimnya pemasukan negara dari pengelolaan aset. IST

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Sumbar II, Guspardi Gaus menyoroti minimnya pemasukan negara yang bersumber dari pengelolaan aset. Guspardi mengatakan, aset negara jumlah sangat luar biasa. Namun pemasukkan dari aset ini masih sangat minim, hanya berada diangka 15 persen.

"Dari laporan yang disampaikan, hanya 15 persen dari pendapatan aset yang dananya masuk ke APBN, sementara 85 persennya dikembalikan untuk pengelolaan. Ini adalah nilai yang sangat kecil dan tidak rasional," ujar Guspardi saat Rapat Kerja Komisi II DPR RI dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Sekretaris Kabinet, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/1).

Seandainya diserahkan pada pihak ketiga untuk pengelolaannya, Politisi PAN ini yakin kontribusi yang diberikan untuk APBN dari pengelolaan aset bisa lebih dari 15 persen. Mewujudkan itu harus ada visi dan misi dari Badan Layanan Umum (BLU) dalam melakukan negosiasi. Menurutnya, negara tidak boleh dikalahkan saat melakukan negosiasi.

Lebih lanjut Guspardi berharap, pemanfaatan aset negara bisa berjalan secara maksimal sehingga hasilnya bisa dinikmati untuk kepentingan bangsa dan negara.  "Saran saya kepada Mensesneg, agar bagaimana kedepannya, orang-orang yang ditunjuk di Badan Layanan Umum (BLU) itu adalah mereka yang mempunyai talenta, mempunyai keberanian untuk berhadapan dengan pihak ketiga, serta tidak mempunyai beban hingga senantiasa berpihak kepada negara,” ujarnya.

Terakhir ia menyampaikan, bicara tentang aset perlu adanya iventarisasi. Dalam iventarisasi ada yang namanya identifikasi. "Mana yang barang kita, mana yang ga milik kita, ini harus diiventarisir," tukas Guspardi.

Menanggapi ini, Mensesneg Pratikno mengatakan, dalam pengelolaan aset negara, pihaknya berpegang kepada tiga hal, yakni tertib administrasi, tertib fisik, dan tertib hukum atas penggunaan dan pendayagunaan aset. Selanjutnya mengacu pada pelaksanaan perjanjian penggunaan sementara atas aset milik Kemensesneg, kemudian peningkatan pemanfaatan aset yang tidak digunakan sebagai aset tambahan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). (h/len)

Reporter : Leni Marlina /  Editor : Heldi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]