Deretan Peristiwa yang Menggemparkan di Awal Tahun 2020


Rabu, 29 Januari 2020 - 12:09:27 WIB
Deretan Peristiwa yang Menggemparkan di Awal Tahun 2020 Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tahun 2020 merupakan tahun kabisat, tahun yang habis dibagi empat dan habis dibagi 400. Tahun kabisat memiliki keistimewaan karena hanya muncul sekali dalam empat tahun.

Tahun kabisat diambil dari bahasa Arab, yakni kabisah yang berarti melompat. Melompat yang dimaksud adalah perpindahan dari tanggal 28 Februari ke 1 Maret pada tahun di luar kabisat. Karena filosofi melompat inilah, tahun kabisat sering digambarkan dengan simbol katak.

Di beberapa negara tahun kabisat lebih dikenal dengan nama Leap Year. Singapura dan Malaysia menggunakan Leap Year dengan merujuk sistem penamaan Inggris dan negara-negara Eropa lainnya.

Terlepas dari itu, tahun 2020 bisa disebut sebagai tahun yang sangat mencengangkan. Deretan peristiwa yang menggemparkan dunia bahkan telah terjadi di awal tahun.

Trump Akui Perintahkan Pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani

Pada 3 Januari lalu, Gedung Putih dan Pentagon mengonfirmasi bahwa Militer Amerika Serikat membunuh Jenderal Qasem Soleimani.

Melalui akun Twiternya, akun Gedung Putih menulis bahwa Soleimani merencanakan penyerangan kepada Diplomat Amerika Serikat di Irak dan seluruh wilayah Timur Tengah.

Mayor Jenderal Qasem Soleimani, 62 tahun, adalah Kepala Pasukan Korps Quds Garda Revolusi Iran. Unit elit ini menangani Operasi Iran di luar negeri. Soleimani dinyatakan tewas dalam serangan roket saat baru mendarat di Bandara Baghdad.


Iran Melakukan Serangan Balik ke Pangkalan Pasukan Amerika di Irak

Pada 8 Januari 2020, Iran menyerang dua pangkalan pasukan Amerika di Irak dengan rentetan rudal. Media berita resmi Iran dan pejabat Amerika Serikat menyebut penyerangan tersebut untuk membalas dendam atas pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani.


Ancaman Perang Sering Terdengar

Pasca meninggalnya Jenderal besar Iran, Qasem Soleimani. Ancaman peperangan di kawasan Timur Tengah makin santer dibicarakan. Peperangan kemungkinan akan terjadi, seperti dikatakan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

"Perang tidak pernah terhindarkan, ini masalah piliahn dan seringkali merupakan hasil kesalahan perhitungan," katanya dilansir laman PassBlue, Kamis, 9 Januari 2020.


Kebakaran Hutan Australia

Kebakaran hutan Australia yang terjadi pada penghujung 2019 hingga awal tahun 2020, kemungkinan melepaskan sekitar 900 juta ton karbon dioksida ke atmosfer, setara dengan hampir dua kali lipat total emisi bahan bakar fosil tahunan negara tersebut.

Rob Jackson, seorang profesor ilmu sistem bumi di Universitas Stanford, mengatakan emisi tersebut dapat mencapai 1 miliar ton pada akhir musim. Sebagai perbandingan, emisi gas rumah kaca Australia dari listrik, transportasi, pertanian dan industri secara keseluruhan berjumlah sekitar 540 juta ton dari Maret 2018 hingga Maret 2019.

"Kami telah melihat bertahun-tahun dengan emisi karbon dioksida yang sangat tinggi - itu tentu tidak normal, tetapi angka-angka ini sama sekali tidak mustahil," kata Jackson.

para peneliti khawatir bahwa emisi besar karbon dari kebakaran diperburuk oleh perubahan iklim dan dapat mempengaruhi reservoir alami yang menyimpan karbon dioksida dan melampaui kemampuan planet ini untuk mengimbangi peristiwa ekstrem ini.


Kobe Bryant Meninggal Dunia

Minggu, 26 Januari 2020 waktu setempat, legenda basket Kobe Bryant meninggal dunia. Kabar duka ini menghebohkan dunia lantaran pebasket yang dikenal humble itu meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter di Calabasas, California, Amerika Serikat. Mirisnya, Gigi, putri Kobe yang masih berusia 13 tahun juga ikut meninggal dalam peristiwa nahas itu.

Seperti diketahui, Kobe bersama Gigi dikabarkan menaiki helikopter tersebut untuk menghadiri sesi pelatihan di akademi milik mereka, Mamba Academy di kawasan Thousand Oaks, California. Nahas, helikopter pribadi Kobe tiba-tiba terbakar dan sempat berputar-putar di langit sebelum menghantam daratan.


Indonesia Dilanda Banjir

Di awal tahun 2020, Indonesia dilandah banjir. Sejumlah kota-kota besar di Indonesia terendam banjir. Namun yang paling mencolok ialah banjir yang melanda ibukota Jakarta.

Banjir yang melanda DKI Jakarta terjadi pada 1 Januari 2020. Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang melanda Jakarta dan sekitarnya sejak 31 Desember 2019 sore. Yang menarik, kebanyakan publik justru menyalahkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Mereka menilai Anies kebanyakan teori tanpa tahu penerapannya. Sejak 2018 lalu, Anies santer menggaungkan gerakan mengembalikan air hujan ke dalam bumi.

Namun, setelah banjir melanda Jakarta di awal tahun 2020, warganet lalu menghakimi Anies karena gagal memasukkan air ke dalam tanah.

Tak ayal, banjir Jakarta 2020 pun sempat viral di sosial media. Termasuk jadi trending di Twitter. Pernyataan Anies yang mengatakan ingin mengembalikan sunnatullah, memasukkan air ke dalam tanah pun sempat menjadi quote favorit yang banyak di jadikan meme. Bahkan ada yang memparodikan video Anies.(*)

 Sumber : haluan.co /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]