Yovandra, Mahasiswa Minang di Wuhan Tiba di Kampung Halaman


Rabu, 29 Januari 2020 - 19:56:40 WIB
Yovandra, Mahasiswa Minang di Wuhan Tiba di Kampung Halaman Yovandra mahasiswa Wuhan University saat diwawanvara awak media di ruang Kadis Parpora Abdul Hakim. Foto/FERI MAULANA

TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM -- Ditengah merebaknya virus corona di Kota Wuhan, China, salah seorang mahasiswa asal Tanah Datar, yang tengah menimba ilmu di kota tersebut saat ini telah berada di Batusangkar. Dia adalah Yovandra, warga Jorong Belakang Pajak Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum.

Yovandra adalah mahasiswa Wuhan University, yang tengah mengikuti program magister library sains dan kini semester satu. Alumni MAN 2 Lima Kaum ini mengaku jika ia kuliah di negeri tirai bambu tersebut sebagai penerima beasiswa dari pemerintah China atau China Goverment Scholarship (CGS). Ia juga merupakan satu satunya mashasiswa asal Tanah Datar dan Sumatera Barat yang kuliah di universitas tersebut.

"Saya S1 di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang. Setelah lulus saya mendaftar beasiswa CGS dan lulus, saat ini saya baru semester satu. Kalau mahasiswa Indonesia yang banyak kuliah di China Central University," kata Yovandra di Batusangkar, Rabu (29/1).

Yovandra menyebutkan, dirinya pulang ke Kota Batusangkar menghabiskan libur semester, berangkat dari kota Wuhan melalui penerbangan lansung pada 7 Januari, atau sebelum diberlakukanya isolasi kota Wuhan oleh pemerintah Tiongkok pada 23 Januari. Ia mengaku jika sama sekali tidak terinveksi virus tersebut, dan saat penerbangan berbarengan dengan pakar ilmu komunikasi UI Prof. Efendi Gazali.

"Saya sampai di Jakarta pada 7 Januari lalu dengan menggunakan Xiaman. Dari Wuhan saya menggunakan pesawat langsung ke Jakarta," ujarnya.

Sebelumnya ia berencana kembali ke Wuhan pada 15 Februari mendatang, dan karena adanya isolasi terhadap kota itu, jadwal kembali ke kota itupun ia batalkan.

"Pihak kampus juga telah mengirimkan email, jika libur diperpanjang hingga waktu  yang belum ditentukan. Kalau untuk tiket pesawat, maskapai juga sudah menelpon dan membatalkan penerbangan ke kota itu," ujarnya.

Saat dikonfirmasi tentang kondisi mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan, Yovandra menceritakan, kondisi  mahasiswa Indonesia di Wuhan kesehatannya baik baik saja. Kondisi mereka (mahasiswa Wuhan) tidaklah  semencekam yang ditonton oleh masyarakat Indonesia di media televisi, yang mana memperlihatkan mahasiswa kesulitan mendapatkan makanan dan kebutuhan lainnya.

"Informasi dari teman-teman, mereka dalam kondisi aman dan tidak kekurangan logistik makanan. Karena makanan kita diantar langsung oleh pihak universitas ke asrama. Makanannya halal kok," ujarnya lagi.

Berdasarkan informasi Whatsaap grup mahasiswa Indonesia di android miliknya, ia mengungkapkan jika informasi terbaru yang didapatkan seluruh mahasiswa akan dievakuasi oleh pemerintah Indonesia dengan mengerahkan dua unit pesawat milik angkatan udara RI.

Meski virus corona yang banyak menelan korban jiwa itu melanda kota Wuhan China, Yovan mengaku tidak menyurutkan niatnya untuk kembali menimba ilmu di kota itu. Ia mengaku akan melanjutkan kembali pendidikannya di kota tersebut, dan akan kembali jika sudah dinyatakan aman oleh pihak universitas dan pemerintah China dan Indonesia.

"Saya akan tetap melanjutkan pendidikan saya di Wuhan University. Jika sudah aman tentu saya akan kembali," ujarnya. (h/fma)

Reporter : Ferri Maulana /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]