27 Jeriken BBM Ilegal Diamankan Polisi di Pasaman


Kamis, 30 Januari 2020 - 12:00:49 WIB
27 Jeriken BBM Ilegal Diamankan Polisi di Pasaman Anggota Satreskrim Polres Pasaman saat mengamankan mobil pikap membawa BBM ilegal menuju Duokoto.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman mengamankan 27 jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi dan pertalite. Dua orang tersangka pun diamankan. 

BBM tersebut diamankan petugas dari dua mobil berbeda. Diduga BBM ilegal tersebut akan dijual kembali oleh tersangka. Bisa jadi akan dipasok ke kawasan tambang emas ilegal yang kini masih marak di wilayah Kecamatan Duokoto. 

Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya melalui Kasat Reskrim, AKP Lazuardi mengatakan, penangkapan tersangka dan ratusan liter BBM itu dilakukan Polisi saat patroli untuk mengantisipasi masuknya BBM ilegal ke wilayah tambang ilegal di  Duo Koto, Selasa (28/1) siang. 

"27 jeriken berisi BBM ilegal itu diamankan dari kendaraan berbeda. 12 jeriken solar dan 7 jeriken pertalite diamankan dari mobil bernopol BA 1740 DU. Sisanya, 8 jeriken solar dari pikap dengan nomor polisi BA 8227 DC," ungkapnya, Kamis. 

Pihaknya, kata dia, menetapkan kedua sopir tersebut, Edi Saputra (40) dan Fauzal (24) sebagai tersangka penyalahgunaan niaga dan atau penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi. 

"Para tersangka dijerat pasal 55 Undang-Undang tentang Migas, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara," katanya. 

Kini, kedua tersangka yang merupakan warga Kampung Silagun, Jorong Tiga Muara, Nagari Cubadak, Kecamatan Duokoto beserta barang bukti sudah diamankan ke Mapolres Pasaman di Lubuksikaping, guna penyidikan lebih lanjut. 

"Tersangka yang saat itu tertangkap sedang mengendarai mobil dengan muatan BBM ilegal selanjutnya dibawa ke Polres Pasaman untuk proses lebih lanjut," tukasnya. 

Dari informasi yang dihimpun Haluan Media Group (HMG), penambangan tanpa izin (Peti) di Nagari Cubadak, Kecamatan Duokoto marak kembali. Sejumlah alat berat pun beroperasi melakukan pengerukan untuk mencari bongkahan emas di sepanjang aliran sungai Batang Kundur dan Batang Papaneh. 

Saat ini, praktik tersebut semakin menjadi-jadi. Penambangan ilegal itu kini sudah menyasar sejumlah lokasi di Kanagarian Cubadak, seperti di Lanai, Sinuangon, Batang Kundur, Sigalabur hingga ke Bandar Padang. (*)

Reporter : Yudhi Lubis /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 11 Mei 2020 - 16:21:49 WIB

    Polisi Tangkap Dua Pengedar dan 27 Paket Besar Ganja Kering di Pasaman

    Polisi Tangkap Dua Pengedar dan 27 Paket Besar Ganja Kering di Pasaman Jajaran Kepolisian Resor Pasaman, Sumatera Barat, menangkap dua pengedar beserta 27 paket besar narkotika jenis ganja kering,di jalan usaha tani Jorong V Sumpadang Kenagarian Padang Mentinggi Kecamatan Rao, Senin (11/5) pagi,.
  • Rabu, 22 April 2020 - 13:41:38 WIB

    Raja Curanmor di Padang Diciduk, Beraksi Lebih dari 27 TKP

    Raja Curanmor di Padang Diciduk, Beraksi Lebih dari 27 TKP PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Tiga tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) meringkuk di sel tahanan Polsek Nanggalo, Selasa (21/4/2020). Dua diantaranya diciduk oleh jajaran Opsnal Polsek Nanggalo, Sabtu (18/4/2020) malam, .
  • Rabu, 11 Maret 2020 - 09:14:13 WIB

    Positif Korona Jadi 27 Pasien, DPR Merasa Prihatin

    Positif Korona Jadi 27 Pasien, DPR Merasa Prihatin JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengaku prihatin atas bertambahnya kembali pasien yang terinfeksi virus Korona (Covid-19). Total saat ini setidaknya ada 27 orang dinyatakan positif.
  • Rabu, 11 Maret 2020 - 04:26:53 WIB

    Tetap Waspada..! Sehari Indonesia Telah Diguncang Gempa 27 Kali

    Tetap Waspada..! Sehari Indonesia Telah Diguncang Gempa 27 Kali JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Ternyata tak cuma Sukabumi dan Bengkulu saja yang diguncang gempa bumi selama hari Selasa 10 Maret 2020. Ada 25 gempa bumi lainnya mengguncang Nusantara..
  • Rabu, 12 Februari 2020 - 01:16:07 WIB

    271 Ribu Ha Lahan Terbakar, Riau Kini Berstatus Siaga Bencana Karhutla

    271 Ribu Ha Lahan Terbakar, Riau Kini Berstatus Siaga Bencana Karhutla PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM - Gubernur Riau, Syamsuar, menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tingkat Provinsi Riau, mulai 11 Februari hingga 31 Oktober 2020, di Gedung Daerah Gubernuran R.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]