Pasien Suspect Virus Corona Diisolasi di RSUDEF Batam


Kamis, 30 Januari 2020 - 12:08:21 WIB
Pasien Suspect Virus Corona Diisolasi di RSUDEF Batam Jumpa pers pasien suspect corona di Batam.

KEPRI, HARIANHALUAN.COM -- Seorang yang diduga suspect virus corona tengah dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batam.

“Iya benar, ada pasien berjenis laki-laki yang dirawat diisolasi rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah,” ujar Direktur RSUDEF, dr Dewiyana saat jumpa pers, Kamis (30/1) pagi.

Ia juga mengatakan, jika pasien sudah mulai menunjukkan baik dan memang dirawat tadi malam. Semua sudah dilaksanakan agar perbaikan suhu turun.

Dewiyana menjelaskan, pasien itu bekerja di kapal tugboat di Singapura dan kapalnya bersandar di Singapura. “Pasien itu kerja di kapal Tagboat dan kapalnya bersandar di Singapura,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) kota Batam, Didi Kusmarjadi menyampaikan, awalnya kami dapat laporan lisan dari rumah sakit dengan menyatakan pasien masih suspect.

“Ada kecurigaan penyakit TBC. Namun saat diperiksa pasien tersebut masih suspect. Karena gejala penyakit pernapasan akut, sesak napas timbul mendadak demam flu dengan rentang 14 hari,” katanya.

Katanya lagi, awalnya timbul gejala batuk, demam dan sesak napas. Bahkan, sudah sempat baik. Akan tetapi, ketika sakit kembali lalu disuruh pulang ke Indonesia, pada sore harinya.

“Pasien itu dalam pengawasan sambil melakukan penyelidikan bersama KKP dan Dokkes Polda Kepri,” jelasnya lagi.

Kini juga pasiennya masih suspect dan sudah dirawat di isolasi rumah sakit untuk mengambil sampelnya guna dikirim ke Jakarta. Jadi kita masih menunggu hasil pada hari Senin atau Selasa.

“Sampelnya sudah dikirim ke laboratorium Litbang Kemenkes RI. Jadi kita masih menunggu hasilnya pada Senin dan Selasa,” katanya.

Ditempat yang sama, dr Romer Simanungkalit, kepala bidang Karantina dan Surveline Epidemiologi kota Batam mengatakan, pihakya masih melakukan penelusuran terhadap para penumpang kapal tersebut. Sedangkan untuk kru kapal sudah di karantina di Asrama Haji Batam center.

Dia juga mengatakan, untuk saat ini pihak KKP Batam sedang menelusuri alamat dan tempat tinggalnya para WNA dan WNI dan melakukan penelusuran perjalanan pasien pelabuhan Batam center.

Karena di dalam kapal tersebut ada 17 penumpang termasuk 1 penumpang masih suspect dan 8 orang kru kapal. Dan kita masih menunggu hasil laboratorium terkonfirmasi keluar. Kemudian warga di Batam diharapkan memakai masker.

Dia juga mengatakan, pasien itu berumur 40 tahun dan pekerjaan merupakan kerja kapal Tagboat yang sebelumnya di China. Namun saat pasien pulang ke Batam dengan menaiki kapal Majestik dengan penumpangnya 17 orang dan 8 kru kapal.

“Kru kapal ada 8 orang. Dan kapalnya sudah ditahan karantina tak bisa berangkat ke Singapura. Dan aktifitas di Singapura tak kemana,” ujarnya.

Sedangkan, dr Antonius Sianturi, spesialis paru di RSUD Embung Fatimah Batam menuturkan, pasien ini dalam pengawasan terpadu.

“Kita curiga mengarah infeksi Virus Corona, makanya kita ronsen ada sesak gangguan pernafasan saat ini sudah tenang. Kita masih hasil menunggu laboratorium dan Infeksi virus Corona sangat kecil kemungkinan. Bisa dikeluarkan setelah hasil laboratorium keluar,” paparnya.

Ditempat yang sama, dr Kombes Haris Muhammad, Kabid Dokkes Polda Kepri hanya menyatakan, akan koordinasi dengan intelijen untuk mencari 4 WNI dan selebihnya WNA. Kita juga akan koordinasi dengan Disdukcapil kota Batam untuk mencari keberadaan WNI tersebut.

Dalam jumpa persnya, pihak rumah sakit pun langsung mengundang pihak terkait seperti Kadinkes Batam, pihak Kepolisian dalam hal ini Kabid Dokkes Polda Kepri serta KKP Batam serta para awak media. (*)

 Sumber : Haluan Kepri /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]