Tak Miliki SIPA, Ratusan Peternak Unggas di Limapuluh Kota Berpeluang Terjerat Pidana


Kamis, 30 Januari 2020 - 20:08:14 WIB
Tak Miliki SIPA, Ratusan Peternak Unggas di Limapuluh Kota Berpeluang Terjerat Pidana Ilustrasi

SARILAMAK, HARIANHALUAN.COM - Ratusan usaha peternakan unggas, baik usaha peternakan ayam ras petelur, pedaging serta peternakan burung puyuh serta budidaya sapi yang menjalankan usahanya di Kawasan kabupaten Limapuluh Kota, diduga tak memiliki Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA).

Pemanfaatkan air bawah tanah tersebut, diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 121 tahun 2015 dan Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat Nomor: 4 Tahun 2017 tentang Pengusahaan Air Tanah.

Dari data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Limapuluh, tahun 2018 tercatat sebanyak 200 lebih pengusaha peternakan unggas skala besar yang merjalankan usahanya di Kabupaten Limapuluh Kota.

"Dari usaha ternak unggas itu, hanya 5 usaha ternak unggas yang telah memiliki Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA),” ujar Ambardi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (PMPT) Kabupaten Limapuluh Kota, kepada Haluan.com, Kamis.

Menurut Kadis PMPT itu, dapat dipastikan 95 persen usaha budidaya ayam ras petelur dan usaha peternakan ayam ras pedaging, serta peternakan burung puyuh yang membuka usahanya dengan skala besar di daerah ini, belum memiliki Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA).

“Memang, izin pemanfaatkan air bawah tanah tersebut wajib dan diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 121 tahun 2015 dan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengusahaan Air Tanah. Masih banyak masyarakat yang belum melakukan proses perizinan pengambilan air tanah. Padahal, penggunaan air tanah tersebut, apalagi untuk usaha skala besar harus ada izin dan hal itu diatur dalam undang-undang,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya meminta kepada pelaku usaha peternakan unggas, baik usaha budidaya ayam ras petelur, budidaya ayam ras pedaging, peternakan burung puyuh dan pembibitan dan budidaya sapi potong yang menjalankan usahanya di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota, untuk segera mengurus Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA).

Dikatakan, bagi pelaku usaha budidaya ayam ras petelur, budidaya ayam ras pedaging serta budidaya burung puyuh dan budidaya sapi potong yang melakukan pengeboran untuk mendapatkan sumber air air baku berada pada kedalaman lebih dari 100 meter, harus memiliki  Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA).

“SIPA ini sangat penting, karena penggunaan air tanah memiliki dampak negatif seperti pengaruh terhadap akuifer dan struktur tanah jika di kedalaman 100 meter,” ujar Ambardi.

Sementara itu, Kapolres AKBP. Sri Wibowo melalui Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther, ketika diminta komentarnya terkait pemanfaatkan air bawah tanah menyebutkan, ada undang-undang yang mengaturnya. Setiap pihak yang memanfaatkan air bawah tanah harus punya Izin Pengambilan air Bawah Tanah (SIPA) yang diterbitkan pihak pemerintah.

Bagi pelaku usaha, utamanya usaha skala besar yang tidak memiliki Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA) dapat dikategorikan melakukan pelanggaran. “Namun  sejauh ini, pihak Polres Limapuluh Kota, belum pernah mengusut para pelaku usaha, utamanya pelaku usaha peternakan unggas skala besar yang memanfaatkan air bawah tanah tak memiliki Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA).

“Jika pemanfaatkan air bawah tanah itu dinilai merugikan masyarakat dan daerah, tentunya masalah ini bisa diusut dan tidak tertutup kemungkinan ada unsur pidananya,” pungkas Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther. (h/zkf)

Reporter : Zulkifli /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]