2 ASN Terjerat Kasus Korupsi, Pemkab Limapuluh Kota Belum Ambil Sikap


Kamis, 30 Januari 2020 - 20:53:58 WIB
2 ASN Terjerat Kasus Korupsi, Pemkab Limapuluh Kota Belum Ambil Sikap Ilustrasi

SARILAMAK, HARIANHALUAN.COM - Pemkab Limapuluh Kota belum mengambil sikap terkait kasus yang melilit 2 oknum PNS di jajaran Pemkab Limapuluh Kota yang ditetapkan sebagai tersangka diduga terlibat korupsi proyek transmiggrasi di Galugua, Kecamatan Kapur IX tahun anggaran 2013 lampau.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Limapuluh Kota, Widya Putra yang dihubungi kemarin, di ruang kerjanya kantor bupati Bukik Limau Sarilamak, mengakui pihaknya belum bisa mengambil sikap terkait dua orang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah itu yang menjadi kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hingga Rp900 juta. 

Walau mengaku belum bisa mengambil sikap, apakah akan memberikan bantuan hukum atau tidak terhadap oknum ASN berinisal MLV dan AZD itu, mantan camat di Kota Payakumbuh itu tetap prihatin dan berpesan kepada ASN lainnya untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Widya Putra juga mengatakan pihaknya juga menghormati proses hukum yang sedang berjalan. 

"Kita prihatin atas kasus yang menimpa dua orang ASN kita tersebut, namun kita tetap harus menghormati proses hukum. Terkait bantuan hukum untuk kedua oknum ASN tersebut, akan kita bicarakan dulu dengan pimpinan sebab kita belum bisa mengambil keputusan," sebut Widya Putra.

Sekdakab Widya juga menambahkan, jika seizin pimpinan (bupati,red) kedua oknum ASN tersebut diberikan bantuan hukum, maka pihaknya akan memberikan bantuan hukum kepada mereka. 

Sebelumnya diberitakan, dua orang oknum ASN tersebut telah dijadikan tersangka oleh penyidik Tipikor Satreskrim Polres Limapuluh Kota, usai kasus tersebut naik dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Satu dari dua oknum ASN tersebut yakni MLV, Rabu 29 Januari lalu, telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di ruang Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Limapuluh Kota.

Sementara satu tersangka lainnya berinisial AZD yang dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, yang dijadwalkan Kamis (30/1/2020), ternyata urung datang dan dijadwalkan akan diperiksa ulang pada Senin depan. 

“Untuk tersangka AZD yang semula kita rencanakan akan diperiksa pada hari ini, Kamis (30/1/2020), diundur pada Senin," sebut Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther didampingi Kanit Tipikor, IPDA. Heri Yuliardy.  (h/zkf)

Reporter : Zulkifli /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]