Lulusan SMK di Sumbar Banyak Jadi Pengangguran, Ini Solusinya


Kamis, 30 Januari 2020 - 23:29:24 WIB
Lulusan SMK di Sumbar Banyak Jadi Pengangguran, Ini Solusinya Foto/doc.Kemnaker

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Pemprov Sumbar tengah berupaya untuk mengurangi jumlah pengangguran di provinsi itu dengan meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja. Pasalnya jika dilihat dari tingkat pendidikan angka pengangguran masih didominasi lulusan SMK yang paling tinggi mencapai 8,68 persen.

Disusul lulusan perguruan tinggi sebesar 8,13 persen dan terendah SMP sebesar 53,10 persen. Hal ini menunjukan ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada lulusan SMK dan Perguruan Tinggi.

Berdasarkan data BPS Sumbar, pada posisi Agustus 2019 jumlah angkatan kerja mencapai 2,60 juta jiwa, meningkat 46.900 jiwa dari tahun sebelumnya. Penduduk yang bekerja sebanyak 2,46 juta orang dominan 35,17 persen terlibat disektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan spesifikasi 62,6 persen berstatus pekerja informal.

Menyadari hal itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menyarankan, solusi mengurangi tingginya tingkat pengangguran di Sumbar, perlu mengaktifkan Balai Latihan Kerja (BLK) di Pemerintah Kabupaten dan Kota bersama dengan Pemerintah Provinsi bagaimana menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

"Untuk itu, saya minta bisa manfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Kabupaten Kota dan provinsi. Tahun ini ada banyak paket pelatihan di BLK. Agar tamatan SMK dan perguruan tinggi punya keterampilan dan bersaing dalam dunia kerja," ujar Nasrul Abit, Kamis (30/1/2020).

Menurut Nasrul Abit, upaya menekan angka pengangguran di daerah merupakan urusan wajib daerah yang harus dituntaskan pemerintah dalam berbagai program dan kegiatan.

"Saya minta pemerintah kabupaten dan kota serius memikirkan persoalan ini karena masalah tenaga kerja merupakan urusan wajib di daerah," kata Nasrul Abit.

Masih kata Nasrul Abit, pemerintah daerah harus berupaya keras menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sesuai dengan aturan dari Kementerian BPN/Bappenas untuk mencapai 5,16 persen di tahun 2020. Sementara TPT Sumbar tahun 2019 sebesar 5,33 persen yang masih di atas TPT Nasional sebesar 5,28 persen.

"Kita harus bisa, jangan karena daerah Sumbar bukan daerah industrial, lantas kita tidak bisa mencapainya. Kita harus memiliki semangat tinggi. Basamo mangko manjadi," ucap Nasrul Abit.

Nasrul Abit menekankan Pemerintah Kabupaten dan Kota harus terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dalam penekanan angka pengangguran terbuka di Sumbar. Dia berharap bisa membangun komitmen bersama dan bersinergi dalam penyiapan "SDM menuju Sumbar Unggul".

"Sekaligus mengembangkan potensi sumberdaya lokal sampai tingkat desa menjadi potensi ekonomi produktif melalui pemanfaatan dan pengembangan BLK yang ada di lingkungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumbar, sesuai dengan dinamika yang berkembang saat ini," tukasnya.

Lebih lanjut, Nasrul Abit menjelaskan, BLK menyediakan beragam pembinaan bidang keahlian, seoerti teknisi telepon seluler, barista, menjahit, desain grafis, teknisi komputer, teknisi listrik, dan lainnya. (*)

 Editor : Milna

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]