PKS Usul Ekspor Ganja, PPP: Itu Bertentangan dengan Islam


Jumat, 31 Januari 2020 - 15:08:26 WIB
PKS Usul Ekspor Ganja, PPP: Itu Bertentangan dengan Islam ilustrasi daun ganja

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi menjelaskan menjadikan ganja sebagai komoditas ekspor bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam. Hal itu disampaikan Awiek, sapaan karibnya, menyinggung kader PKS yang mengusulkan tanaman ganja untuk dijadikan sebagai salah satu komoditas ekspor.

"Dalam Islam, jelas dinyatakan bahwa hal yang memabukkan diharamkan, termasuk ganja. Banyak dalil Islam yang memperkuat hal tersebut. Artinya usulan ekspor ganja bertentangan dengan Islam," kata Awiek dalam keterangannya, Jumat (31/1).

Kendati demikian, Awik memastikan tak ingin ikut campur lebih jauh kemungkinan perubahan paradigma politik PKS itu. Sebab, itu merupakan urusan internal PKS. "Mungkin saja ada perubahan paradigma politik di Fraksi PKS, kami tidak berhak mencampurinya karena itu urusan rumah tangga mereka," paparnya.

Wasekjen PPP itu kemudian menyampaikan bahwa legalisasi ganja di Indonesia juga tidak bisa dilakukan. Karena, bertentangan dengan United Nations Single Convention 1961 dan United Nations Convention 1988 tentang narkotika dan obat-obatan terlarang.

Dijelaskan Awiek, dalam konvensi itu disebutkan segala perbuatan yang menyangkut masalah ganja adalah sebuah tindak pidana yang harus dikenakan hukuman yang setimpal dengan hukuman penjara. "Ketentuan-ketentuan dari kedua konvensi tersebut telah di ratifikasi dan diatur lebih lanjut dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika baik mengenai penggolongan ganja dalam narkotika golongan I maupun ketentuan pidana yang cukup berat," tegasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKS Rafli mengusulkan pemerintahan untuk melegalkan tanaman ganja sebagai komoditas ekspor. Usul tersebut dia sampaikan kepada Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam rapat kerja, Kamis (30/1).

Menurut Rafli, ganja menjadi potensi ekspor yang besar, mengingat tanah Aceh merupakan daerah yang subur ditanami ganja. Politikus dari daerah asal pemilihan Aceh itu meminta pemerintah untuk melihat potensi yang ada dan dicari pasar luar negeri. "Ganja entah itu untuk kebutuhan farmasi, untuk apa saja, jangan kaku kita, harus dinamis berpikirnya. Jadi, ganja ini di Aceh tumbuhnya itu mudah," katanya. (*)

 Sumber : haluan.co /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]